14 Kacamata Virtual Reality Pilihan Agar Dunia Maya Anda Lebih Bernyawa

552

Intro

Wearables menjadi komoditas canggih  yang paling dinanti tahun ini. Selain dipengaruhi oleh perkembangan Virtual Reality yang pesat, perangkat wearable juga menandakan titik balik dunia teknologi. Manusia tidak hanya akan menggunakan alat canggih, tetapi juga mengenakannya. Salah satunya adalah perangkat berbentuk kacamata virtual reality.

Kacamata Virtual Reality

Kita sudah dimanjakan dengan kehadiran Apple Watches dan Jawbone UP3s, tetapi kedua devicetersebut hanya segelintir dari dunia wearable yang luas. Oculus Rift hadir dengan diprediksi akan mendominasi pasar kacamata virtual reality tahun ini. Pertanyaannya sekarang, bisakah Oculus mempertahankan kejayaannya?

Pasar wearable mencakup teknologi fesyen berstandar tinggi, pelacak aktivitas manusia dan binatang peliharaan, hingga perhiasan yang cerdas. Kacamata Virtual Reality hadir dengan ketangguhan untuk bermain game yang dinamis serta aktivitas lainnya. Untuk melihat lebih dalam, kami merangkum kacamata virtual reality paling dinanti tahun ini.

 

Oculus Rift

Ada alasan mengapa Oculus Rift kerap menghiasai berbagai headlines kacamata virtual reality di media. Jika Anda mencari perangkat yang akan benar-benar mengubah wajah dunia gaming, maka inilah jawabannya. Oculus Rift merupakan perangkat Virtual Reality (VR) yang dipakai di kepala. Saat bermain i Anda akan langsung dibawa ke dalam dunianya.

kacamata virtual reality

Oculus Rift menyajikan sudut pandang 360 derajat karena dua layar yang langsung membidik kedua mata penggunanya. Tidak hanya itu, sensornya akan melacak pergerakan kepala sehingga ke arah manapun Anda melihat, semua yang Anda saksikan adalah lanskap dunia game-nya.

Oculus Rift juga menyediakan akses menuju game EVE: Valkyrie melalui Founder’s Pack. Meskipun belum diinformasikan lebih jauh, pengguna akan bisa menikmati konten in-game, founder status di Valkrye, dan lebih banyak lagi. Tetapi Lucky’s Tale dan EVE: Valkrye hanya dua game daru banyak game lain yang akan bisa dinikmati melalui Oculus Rift. Mendekati akhir 2016, pengguna Rift akan mendapatkan lebih dari 100 judul game baru, termasuk Minecraft!

 

Sony PlayStation VR

kacamata virtual reality

Sebagai aksesoris gaming kacamata virtual reality pertama ala Sony, PlayStation VR kabarnya akan dibekali dibekali layar 5,7 inch dengan resolusi Full HD (1.920 x 1.080 pixel). Untuk urusan konektivitas, perangkat ini akan menjagokan koneksi melalui USB dan HDMI. Perangkat yang sebelumnya diberi nama Project Morpheus ini menggunakan sensor accelerometer dan gyroscope untuk menantang perangkat kacamata virtual reality lain. Karena keluaran Sony, PlayStation VR juga memungkinkan penggunanya untuk menikmati game yang sebelumnya ada untuk perangkat PS.

Sedikitnya ada tiga judul game yang bisa dimainkan di Playroom VR di ajang GameStart 2015, yakni Monster Escape, Cat N Mouse, dan Ghost House. Pun begitu, PlayStation VR memiliki sebuah kotak eksternal yang dinamakan PU (Processing Unit) yang berfungsi layaknya kartu grafis dan sound card. PU tersebut akan memproses semua ‘pekerjaan berat’, semisal memproduksi gambar yang memiliki latensi rendah hingga audio dalam bentuk 3D.

 

HTC Vive Pre

Salah satu vendor terkenal yang tidak mau ketinggalan unjuk rasa di dunia kacamata virtual realityadalah HTC, yang secara mengejutkan memproduksi HTC Vive dan kini telah melakukan updatemenjadi HTC Vive Pre.Meski sudah diperkenalkan pada bulan Maret tahun lalu, Vive dari HTC mendapatkan nominasi sebagai Best Hardware di ajang Gamescom 2015. Dan pada CES 2016 kemarin, HTv Vive hadir dengan spesifikasi baru.

kacamata virtual reality

Vive memadukan teknologi input dan pelacakan Steam VR Valve dengan kemampuan teknis dan desain HTC. Berbeda dengan headset VR lain seperti Samsung Gear VR dan Oculus Rift DK2, Vive memperkenalkan Full Room Scale 360 Degree Solution dengan Tracked Controllers. Dalam artian, pemakainya bisa “berkeliling” ke dunia di dalam Vive dalam sekejap. Versi beta dari Vive Developer Edition disertai dengan konten hiburan yang sangat kaya dari beberapa game developer terkemuka, termasuk Vertigo Games, Bossa, Dovetail Games, Wemo Labs, Google, Steel Wool Games, dan Owlchemy.

 

Microsoft HoloLens

Kacamata virtual reality dari Microsoft ini memang belum memiliki tanggal rilis yang pasti. HoloLens akan melacak pergerakan kepala dan tangan Anda kemudian akan “menembakkan” hologram ke dalam jangkau pandangan. Setelahnya HoloLens akan memasukannya augmented reality dengan dunia nyata berkat bantuan kameranya. Tidak seperti headset VR untuk gaming, Microsoft HoloLens memungkinkan Anda berjalan “di dalam” dunia augmented reality. Anda bisa menyentuh objek di dalam dunia virtual seakan objek tersebut nyata.

kacamata virtual reality

Karena kemampuannya tersebut, Microsoft HoloLens cocok digunakan untuk designer yang merancang rumah, benda, bangunan, dan lain sebagainya. Saat ini Microsoft masih mengembangkan HoloLens dengan meminjamkannya ke tangan para pengembang dan pembuat aplikasi serta games Vr. Bayangkan Anda bermain Minecraft dan membangun dunianya dengan tangan Anda sendiri? Legit!

 

Magic Leap

kacamata virtual reality

Tahun lalu, Magic Leap mendapatkan kucuran dana sebesar USD 542 juta dari Google. Startup ini tengah mengembangkan platform augmented reality (AR) dengan nama Cinematic Reality. Meski belum memiliki prototipe perangkat yang bisa dipamerkan, Magic Leap telah mendemonstrasikan apa yang bisa dilakukan pengguna dengan kacamata virtual reality miliknya. Semisal menembaki robot virtual di dalam dunia nyata, menggunakan senjata mainan bergaya steampunk sebagai kontrolernya.

 

Avegant Glyph

Jika Oculus Rift digunakan untuk dunia gaming, maka Avegant Glyph hadir sebagai kacamata virtual reality bagi para pecinta TV dan film. Dengan fungsi serupa Rift yang dikenakan di kepala, Avegant Glyph “memiliki layar” yang dilengkapi built in headphones sehingga menawarkan pengalaman menonton program TV dan film layaknya di bioskop. Tetapi layar yang dimilikinya bukan layar sungguhan. Film akan langsung diproyeksikan ke mata penggunanya.

kacamata virtual reality

Perangkat ini memungkinkan Anda menikmati gambar berkualitas 1280 x 720 piksel untuk setiap bola mata. Karena sudut pandangnya terbatas hanya 45 derajat, kaca mikronya mampu mengurangi pusing karena motion sickness serta kelelahan mata. Jika Anda tertarik, Avegant Glyph sudah bisa dipesan di avengant.com dengan harga kisaran Rp 7 juta.

 

Samsung Gear VR

Buat kamu yang menggunakan ponsel pintar high-end keluaran Samsung, ada aksesoris kacamatavirtual reality yang diperuntukkan khusus bagi perangkat-perangkat tersebut, yaitu Samsung Gear VR. Sebagai hasil kolaborasi antara Samsung dan Oculus VR, Gear VR menasbihkan diri sebagai pelengkap smartphone saat akan digunakan untuk bermain game dengan mengajak kamu ke dunia virtual reality.

kacamata virtual reality

Meskipun Gear VR ini baru kompatibel dengan Samsung Galaxy Note 4, gear ini bisa menyajikan tampilan game dalam konsep panoramic seluar 360 derajat. Untuk spesifikasinya sendiri, Gear VR menggunakan layar berteknologi Super AMOLED seluas 5,7 inci yang ada di Galaxy Note. Satu set aksesoris ini dibundel dengan SD Card 26GB yang berisis stater pack, adaptor, dan buku petunjuk.

 

Samsung Rink

Selain mengumumkan WELT, Samsung juga memperkenalkan Rink yang diklaim sebagai solusiheadset kacamata virtual reality Gear VR untuk mengatur kontrol gerakan. Samsung Rink akan menjangkau gerakan tangan penggunanya seluas 360 derajat. Bukan hanya gerakan tangan, tetapi jugafinger tracking untuk platfrom VR berbasis smartphone dari Samsung.

kacamata virtual reality

Tim Creative Lab mengonsepkan Samsung Rink dengan headset Gear VR yang dikendalikan melalui perangkat ini. Untuk berinteraksi dengan objek di dunia virtual, penggunanya hanya cukup mengepalkan tangan dan memicu trigger yang terdapat dalam Rink. Sebagai tambahan, Rink juga bisa digunakan sebagai virtual keyboard. Sama seperti WELT, Rink belum dirilis sebagai produk konsumer. Tetapi mereka berjanji untuk segera menyempurnakan prototipe ini dan membawanya ke dunia konsumen. Well, kita tunggu saja!

 

FOVE VR

Berbeda dengan Oculus Rift atau PlayStation VR, FOVE menawarkan kemampuan kacamata virtual reality dengan pelacakan gerakan mata yang interaktif. Tidak heran kalau perusahaan ini mengklaim diri sebagai The World’s First Eye Tracking VR Headset. Di dalam headseat yang dijual dengan harga ksiaran Rp 5 juta ini, kamu akan menemukan sensor inframerah yang memonitor mata pemakainya.

kacamata virtual reality

Sensor ini memungkinkan pemakainya untuk mengontrol perangkat melalui gerakan mata. Selain eye-tracking, perangkat ini juga memiliki fitur head-tracking sehingga ke arah manapun pemakainya melirik, pandangan layar akan mengikutinya. Tampilan layarnya sendiri berdefinisi itnggi dengan ukuran 5.7 inci serta sudut pandang 100 derajat. FOVE juga menyuguhkan kedalaman sudut pandang sehingga dunia virtual yang dilihat akan jauh lebih realistis.

Kacamata Virtual Reality

FOVE diciptakan oleh beberapa tenaga ahli yang telah berpengalaman. Salah satunya adalah co-founder, Yuka Kojima yang menjabat posisi Chief Executife Officer. Yuka merupakan mantan produser game di Sony Computer Entertainment. Ia adalah tim leader pengembangan games untuk Playstation 3, PSP, Playstation Vita, dan Move.

 

Zeiss VR One

Sama seperti Samsung Gear VR, sebagai kacamata virtual reality Zeiss VR One menggunakansmartphone sebagai perantaranya. Tetapi tidak seperti perangkat VR asal negeri gingseng itu, Zeiss VR One tidak akan terikat oleh satu perangkat saja. Pemakai Zeiss VR One bisa menggunakan smartphone Android dengan ukuran layar dari 4,7 inci hingga 5,2 inci. Fleksibel, kan?

kacamata virtual reality

Zeiss VR One melengkapi diri dengan media player yang bisa menampilkan video YouTube dan foto serta sebuah aplikasi augmented reality guna meningkatkan pengalaman penggunanya di dunia maya. Karena bersifat open source, maka Zeiss VR One memungkinkan pengembang untuk meningkatkan kapasitas aplikasi bersumber Unity3D SDK baik iOS maupun Android. Untungnya lagi, Zeiss VR One dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 2 juta.

 

Razer OSVR

kacamata virtual reality

Razer memang jagonya urusan gaming. Tetapi perangkat kacamata virtual reality OSVR bukan pesaing Oculus Rift, PlayStation VR, ataupun Samsung Gear VR karena perangkat ini ditujukan untuk para pengembang agar mereka bisa bekerja lebih mudah saat membuat aplikasi VR. Uniknya, Razer OSVR tidak menuntut penggunaan teknis seperti perangkat lunak dan perangkat keras. Pun begitu, publik masih bisa memesan Razer OSVR ini. Tetapi pembeli yang berminat harus mengingat informasi penting, karena Razer OSVR tidak dibuat sebagai produk konsumer, jaminannya hanya 30 hari.

Razer OSVR sendiri merupakan singkatan dari Open Source Virtual Reality di mana ekosistemnya memang dirancang untuk developer. Penggunanya bisa meningkatkan kemampuan perangkat melalui OSVR Hacker Development Kit yang memungkinkan pengembang mengganti komponen-komponen kunci, seperti optil HDK sehingga mereka bisa bekerja lebih mudah.

 

Google Cardboard

Meskipun sudah hadir sekitar tahun 2014 lalu, kita tidak bisa melupakan kacamata virtual reality bernama Google Cardboard begitu saja. Versi pertama diperkenalkan pada ajang I/O 2014 sedangkan versi ke-2 pada konferensi 2015. Hanya dengan memasukkan smartphone penggunanya ke dalam Cardboard, siapa saja bisa mendapatkan pengalaman virtual reality yang cukup mumpuni dengan biaya yang murah.

kacamata virtual reality

Hal ini dimungkinkan karena smartphone kita mempunya semua sensor gyroscopic dan sistempositioning yang diperlukan agar bisa melacak gerakan kepala dengan benar. Selain dibanderol dengan biaya yang murah, Google juga menyiapkan banyak aplikasi yang sesuai untuk perangkat ini.

 

Freefly VR

Dilihat dari desainnya, kacamata virtual reality Freefly VR memang terlihat “nyeleneh” dan norak. Lihat saja sayapnya di bagian samping. Tetapi desainnya tidak akan Anda pedulikan karena perangkat ini kompatibel dengan lebih dari 200 aplikasi Google Cardboards. Freefly VR menggunakan lensa 42 mm yang menyuguhkan sudut pandang hingga 120 derajat. Untuk memberikan rasa nyaman pada penggunanya, Freefly VR dilapisi dengan kulit yang empuk.

kacamata virtual reality

Freefly VR juga bisa digunakan dengan smartphone jenis apa saja asalkan memiliki layar berukuran dari 4,2 inci hingga 6,1 inci. Selain menyematkan fitur head-tracking melalui sensor accelerometer smartphone pemakainya, Freefly VR juga hadir dengan kontroler bernama Glide. Saat memakai Freefly VR, pengguna bisa memegang Glide untuk mengendalikan permainan.

 

Durovis Dive 7

Kacamata virtual reality bernama Durovis Dive 7 mampu mengubah tablet 7 inci Anda menjadi sebuahheadset VR dan memungkinkan pemakainya menikmati virtual reality 3D. Perangkat VR untuksmartphone memang sudah berlalu-lalang, beda halnya dengan Vr untuk tablet, dan Durovis Dive 7 mengklaim diri sebagai yang pertama.

kacamata virtual reality

Perangkat ini menawarkan pengalaman stereoscopic yang dikombinasikan dengan software Dive untuk melacak gerakan kepala. Oleh karenanya, pemakai bisa mendapatkan pengalaman VR yang cepat dan responsif. Durovis Dive 7pun menawarkan kontrol magnetik agar pemakainya bisa berpindah aplikasi dengan mudah.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.