by Aseek Ching in
News

Baru-baru ini, CD Projekt Red selaku developer Cyberpunk 2077 dilaporkan telah memberlakukan wajib kerja enam hari dalam seminggu, agar perilisan game itu tepat waktu sesuai jadwal yakni November 2020. IGN menyebutkan, awalnya perusahaan memberikan komitmen pada perkerjanya bahwa pemberlakuan lembur ini sifatnya tidak wajib. Tapi kebijakan itu seperti memberikan sinyal kalau penyelesaian Cyberpunk 2077 bisa saja molor.

Meski begitu, Bloomberg melaporkan bahwa kepala studio CD Projekt RED, Adam Badowski, mengirim surel kepada karyawan mereka agar bekerja dalam waktu yang lebih lama (lembur) menjelang perilisan Cyberpunk 2077. Tentu, keputusan ini bertolak belakang dengan komitmen mereka sebelumnya.

Hal itu ternyata diakui oleh Badowski sendiri. Dikutip dari IGN, ia mengatakan “Saya siap menerima reaksi atas keputusan tersebut. Saya tahu hal ini bertentangan langsung dengan apa yang kami katakan tentang crunch. Dan crunch seharusnya bukan sebuah opsi. Tapi kami harus melakukan segala cara yang mungkin bisa mencegah keterlambatan.”

Istilah crunch sendiri akrab digunakan di berbagai industri, di mana karyawan diminta meluangkan waktu ekstra, terkadang berhari-hari, untuk menyelesaikan proyek sebelum tenggat waktu. Komitmen tersebut melampaui hari kerja biasanya, yang berarti karyawan beraktivitas hingga larut malam, bahkan saat akhir pekan, untuk memenuhi target.

Di lain waktu, salah satu pendiri CD Projekt yaitu Marcin Iwiński, sempat mengeluarkan komentar dalam wawancaranya dengan Kotaku pada tahun 2019 lalu. Ia mengatakan bahwa pihaknya ingin CD Projekt dikenal sebagai studio yang manusiawi, dan tetap mendiskusikan “kebijakan crunch yang tidak wajib.” Sayang, keinginan tersebut pupus akibat proyek Cyberpunk 2077.

Share Post:

Related Posts

No Comments

Leave a Reply