Aplikasi Kontroversial Ini Jauh Lebih “Wow” Daripada Stiker LGBT

1111

Aplikasi kontroversial berikut mungkin tidak menjadi kontroversi bagi sebagian orang. Tetapi keberadaannya sudah cukup untuk mengundang perdebatan. Aplikasi yang mensimulasikan pertanian ganja misalnya.

Belum lama ini, pemerintah Indonesia meminta stiker LGBT di dalam aplikasi pertukaran pesan singkat LINE dan WhatsApp untuk dihapus. LINE Indonesia sudah memenuhi permintaan tersebut. Melalui Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi, pemerintah mempercayai kalau stiker LGBT bisa merusak moral dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan aplikasi kontroversial yang memiliki pesan yang jauh lebih negatif. Atas nama moralitas yang ditimpakan pada stiker LGBT, aplikasi-aplikasi kontroversial ini hendaknya juga mendapatkan perhatian.

Telegram

Telegram adalah aplikasi pertukaran pesan singkat yang sempat mendapatkan sorotan di Negeri Samba ketika pengadilan setempat memutuskan untuk memblokir WhatsApp untuk beberapa saat. Saat petinggi WhatsApp menolak untuk memberikan keterangan data pengguna kepada pengadilan, mereka memutuskan untuk memblokirnya. Selama beberapa waktu pengguna WhatsApp memutuskan untuk beralih ke Telegram.

Aplikasi kontroversial

Telegram merupakan aplikasi pertukaran pesan yang menjadi kegemaran ISIS. Aplikasi kontroversial ini memungkinkan penggunanya untuk mengirimkan pesan yang sepenuhnya telah terekripsikan. Seperti Snapchat, Telegram bisa menghapus pesan secara otomatis sehingga sangat sulit dimata-matai. Tak ayal, Telegram menjadi aplikasi kegemaran kelompok teroris ISIS dan sejumlah pemerintahan di dunia. ISIS sendiri mengintruksikan penggunanya untuk memanfaatkan aplikasi ini.

Baca Juga: Smartphone Selfie Terbaik Awal Tahun Ini

Aplikasi kontroversial

Tetapi yang lebih kontroversial, Telegram memberikan fitur stiker (seperti WhatsApp dan LINE) yang tidak hanya vulgar, tetapi (meminjam istilah pemerintah) tidak sesuai dengan norma-norma Indonesia dan bisa merusak moral. Bahkan beberapa stikernya jauh lebih vulgar ketimbang stiker LGBT.


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.