by Muhammad Ilham in
Feature News

Bagi kalian pecinta game Massively Multiplayer Online Role-Playing Game (MMORPG), terutama yang dahulu anak warnet, pasti kenal dengan game seperti Rising Force (RF) Online, Seal Online, dan Perfect World (PW) Online. Selain ketiga game tersebut, muncul juga game yang memberikan konsep baru kala itu dengan menggabungkan MMORPG dan strategi, yakni Atlantica Online (AO).

AO sendiri muncul pertama kali tahun 2008 dengan Valofe sebagai publisher nya. Lalu, dua tahun setelah kemunculannya, Gemscool mampu mengambil lisensi game ini dan menyebarluaskan di Indonesia dengan sebutan Atlantica Online Indonesia (AOI). Setelah kemunculan game ini di Indonesia, AOI meledak dan dimainkan di banyak warung internet (warnet).

baca juga:

Dalam ceritanya, para player ditugaskan untuk mencari sesuatu bernama ancestral home yang digunakan untuk menyelamatkan dunia dari Oriharukon, sebuah zat yang diciptakan pada zaman peradaban atlantis kuno. Kalian akan bertarung melawan player lain, monster, bahkan mesin yang tercipta dikarenakan Oriharukon ini.

Game ini menjadi menarik dikarenakan fitur-fitur, gameplay kala bertarung, serta grafik yang ditampilkan kala itu termasuk sangat bagus. Dalam game ini, kalian bisa bertarung dalam dua tipe yaitu Player vs Environment (PvE) dan Player vs Player (PvP). Menariknya, dalam AO, tipe bertarung PvP banyak jenisnya. Kalian bisa melalui turnamen yang resmi seperti Free League (FL), Colosseum League (CL), Weekly Championship (WK), dan Grand Championship (GC). Di luar turnamen, kalian bisa bertarung dengan player lain dengan metode duel/battle atau King Judgments (KJ).

PvE di Atlantica Online

Dalam game ini, kalian juga diajak untuk belajar mengenai sejarah-sejarah yang ada di dunia melalui quest atau misi. Kalian bisa ke Cairo, Beijing, Shanghai, London, dan banyak negara-negara lain untuk menjalani quest yang berdasarkan cerita kuno atau rakyat di daerah tersebut.

AOI sendiri sudah muncul dalam tiga jilid. Mulai dari Gemscool (dua kali muncul dan dua kali tutup) hingga yang saat ini menjadi penyelamat untuk game ini, Lyto Game, dengan Atlantica Online Rebirth (AOR).

Bug, cheat, drama, serta bosan menjadi alasan bagi para playernya untuk berhenti memainkan game ini atau pindah ke game lain. Namun, terlepas dari banyaknya drama dan game yang tutup, AO tetaplah memiliki basis penggemar yang besar.

Hal tersebut terlihat pada saat AOI jilid ketiga tutup dan Gemscool memutuskan untuk melepas AO dari produk mereka. Berita mengenai tutupnya AOI untuk selama-lamanya tersebut membuat para playernya sangat sedih. Mayoritas alasan mereka adalah AO sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama bertahun-tahun.

Vulcanus, sang Penghancur Equipment

Akan tetapi, jika kita berfikir bahwa AO akan menghilang di Indonesia, tentu kalian salah. Para player Indonesia bermigrasi ke AO internasional atau AO Valofe (AOV). Para player Indonesia berbondong-bondong membanjiri AOV dan bahkan dalam sekejap, mereka bisa dikatakan sebagai penguasa AOV. Selang setahun, Lyto Game baru merilis AOR dan tentu saja game tersebut tidak sepi.

Muncul sebuah pertanyaan, mengapa game AO ini tidak pernah sepi? Padahal secara grafis, gameplay, dan umur, sudah sewajarnya AO ditinggalkan oleh para pemainnya. Umur juga menjadi alasan mengapa seharusnya game ini menghilang.

Namun, player AO dari zaman AOI hingga saat ini mereka bermain di AOV yaitu Ryan “GajiPerJam” Tiarno dan Albeth “RakuzanID” Fikasandy, mengatakan bahwa nostalgia dan nyaman menjadi alasan utama mereka untuk tidak meninggalkan game ini.

Mereka menjadi salah satu alasan mengapa game ini tetaplah ramai di Indonesia. Banyaknya streamer perihal gameplay, tutorial, atau sekedar menanayangkan turnamen WK atau GC juga ramai di Youtube. Bahkan, pada Maret 2021, para player Indonesia mengadakan sebuah turnamen berskala nasional bernama Atlantica Online West Java Championship (AOWJC).

Kesetiaan para pemain AO tentunya berkat nostalgia dan sekedar bertemu teman-teman lama mereka dalam game ini. Mereka juga nyaman dengan grafis serta gameplay yang ditawarkan AO. Atas alasan tersebut, mereka tetap bertahan dan memainkan AO hingga saat ini. Dengan pasar yang masih ada, tentunya forum jual beli item ataupun gold di Facebook tetap ramai.

Akhir kata, game AO memang telah ketinggalan zaman. Secara grafis, gameplay, dan event AO memang jauh dari game-game MMORPG terbaru. Namun, AO sukses menjadi game yang dapat memberikan kenangan dan kenyamanan di setiap playernya dari dulu hingga sekarang.

Share Post:

Related Posts