Babak Baru Industri Game dan Kreatif Indonesia Siap Dimulai!

384
  • Ditandai penandatanganan MoU antara Asosiasi CAKRA dan True Axion Interactive
  • Program strategis “1000 IP” ditetapkan sebagai upaya meningkatkan daya saing dan kompetensi pengembang lokal untuk mendominasi pasar lokal dan global

Tidak banyak yang mengetahui perkembangan pesat industri Game dan Kreatif di Indonesia kecuali mereka yang berkecimpung di industri tersebut. Berdasarkan data riset Newzoo, pasar game Indonesia terhitung sangat menjanjikan, pada tahun 2015 mencetak pendapatan US$321 juta dan naik secara cepat menjadi US$704 juta pada akhir 2016.

Tahun ini sendiri, sepanjang semester awal 2017 pasar game Indonesia sudah hampir menyentuh angka $900 juta dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate) naik 200% setiap tahunnya dari tahun 2015 dan menjadikannya tertinggi di dunia! CAGR sendiri dianggap menjadi pengukuran yang lebih relevan dalam dunia ekonomi kreatif di negara-negara maju.

Namun miris, dari besarnya potensi pasar industri Game di Indonesia, porsi kue yang dikuasai pengembang lokal ternyata hanya kurang dari 1%! Kualitas kemampuan sumber daya manusia, daya saing industri hingga skema program dan target Pemerintah yang masih berada di wilayah abu-abu terutama untuk industri game Indonesia berpengaruh besar atas terciptanya kondisi ini.

CAKRA (Cipta Kreasi Indonesia) selaku Asosiasi Industri Kreatif di Indonesia menyadari apabila hal ini tidak ditangani dengan cepat akan berdampak ketertinggalan perekonomian Indonesia secara signifikan di masa depan, khususnya industri kreatif dan game.

Tidak ingin hal itu terjadi, CAKRA menginisiasi kerjasama dengan True Axion Interactive (Akademi & Studio) yang merupakan pemain global ternama untuk meningkatkan daya saing dan kompetensi pengembang-pengembang lokal hingga mampu berbicara di kancah nasional maupun global.

Ivan Chen, Founder dan Kepala Bidang Games CAKRA mengungkapkan “Kami bermaksud membentuk suatu ekosistem positif dengan membangun kolaborasi lintas sektor ekonomi kreatif dan melibatkan berbagai pihak terkait hingga dapat mempercepat akselerasi industri kreatif Indonesia. Pada akhirnya inisiasi ini kami harapkan dapat mendukung program pemerintah mencapai 50% kontribusi pengembang lokal di industri pasar game dan kreatif  Indonesia pada tahun 2020”.

Kerjasama antara kedua pihak ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada hari ini dengan mengedepankan program unggulan “1000 IP” (IP: Intellectual Properties). Kerjasama ini membuka luas kesempatan Transfer Teknologi dan Proses Manajemen selain tentunya membuka akses ke pasar internasional.

“Secara kapabilitas kita tertinggal cukup jauh dari negara lain, kami mengamati perkembangan beberapa tahun terakhir ini dan menyadari Indonesia memiliki potensi luar biasa besar di industri game, diharapkan dengan berjalannya program 1000 IP pengembang lokal mampu menguasai tidak hanya pasar Indonesia namun juga mendapat akses ke pasar global”, tambah Ivan.

Pasar Industri game pada tahun 2017 diperkirakan akan mencapai pendapatan global sebesar US$106.700 (seratus enam ribu tujuh ratus) juta, jauh lebih besar dibandingkan gabungan pendapatan gabungan musik dan film yang lebih dekat dengan masyarakat umum.

“True Axion Interactive menyadari Asia Tenggara akan menjadi battleground berikutnya di peta industri video game, salah satu yang kami pilih adalah Indonesia dengan membantu pengembang lokal naik ke level berikutnya yakni bertaraf dan bersertifikasi internasional hingga mampu mengisi posisi strategis di dunia global.” ungkap Jessie Boonyawattanapisut, Chairwoman and CEO True Axion Interactive.

Samuel Pangerapan - KOMINFO

Samuel Pangerapan – KOMINFO

“Kami memiliki pengalaman selama 11 tahun terakhir di Axion Games melatih talent lokal melalui program akademi intensif hingga secara teknis menjadi pengembang game terbaik di China dan Thailand, program ini akan kami bawa serta ke Indonesia dengan target menghasilkan IP bertaraf global.” tambah Jessie.

Seperti diketahui Axion Games telah menjadi pilihan outsourcing untuk nama-nama besar Pengembang Game global seperti EA, Blizzard hingga Activision dan sukses menghasilkan berbagai IP (intellectual properties) yang mendunia seperti Fat Princess yang menjadi “No.1 Seller on PS3” beberapa tahun lalu hingga yang terbaru “Rising Fire” dibawah lisensi Tencent dan ditargetkan mampu menghasilkan pendapatan USS400 Juta per tahun hanya dari pasar China.

True Axion Interactive akan membawa program Akademi dan Studio mereka untuk melakukan transfer manajemen produksi dan teknologi hingga daya saing dan kompetensi nasional meningkat. Mindset dan fokus harus diubah dari pembuatan game atau konten kreatif untuk ‘pasar domestik’ menjadi untuk ‘pasar dunia atau ekspor’. Hal ini akan membuka peluang lebar bagi Indonesia untuk menjadi pusat industri game dan konten kreatif di Asia Tenggara hingga kemudian mampu menjadi pemeran utama industri game dan konten kreatif global.” ungkap Sofian Martineau, Country Head True Digital Plus Indonesia

“Akademi dan Studio beserta Program Add-on dan Sertifikasi Internasional dicanangkan untuk merangkul berbagai universitas di Indonesia yang ingin bekerjasama. Manifestasi progam tersebut akan menjadi nilai tambah yang dapat dinikmati oleh lulusan di bidang terkait dan bagi universitas itu sendiri. Selain program Add-on akan banyak sekali program lainnya seperti inkubasi, akselerasi, co-developmentinternship dan masih banyak lagi, bahkan tidak tertutup kemungkinan para intern dapat berpartisipasi dalam collaborative project bersama EA atau Activision.” tambah Sofian.

Pada akhirnya kedua belah pihak berharap program strategis ini diharapkan segera membawa dampak positif secara khusus kepada industri kreatif dan game serta secara keseluruhan terhadap ekonomi Indonesia.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.