by Aseek Ching in
News

Belakangan ini, Capcom dipastikan merasa bangga karena dua game garapannya berhasil meraih sukses di pasaran. Pertama adalah Resident Evil Village, yang mengisahkan perjuangan Ethan Winters menghadapi Mother Miranda dan Four Lords di sebuah desa misterius. Lalu ada Monster Hunter Rise yang hadir di Nintendo Switch bulan Maret lalu. Sayangnya, mencuatnya sebuah kasus lain menodai selebrasi sang publisher/developer.

Menurut keterangan Polygon, seorang desainer bernama Judy A. Juracek melayangkan gugatan ke pengadilan Connecticut. Dalam gugatannya, ia menuduh Capcom telah memakai sejumlah foto dari buku ciptaannya, Surface, tanpa meminta izin terlebih dahulu. Dan foto-foto itu kemudian diterapkan di sejumlah game yang mereka kembangkan, seperti Resident Evil serta Devil May Cry.

Di samping melayangkan gugatan, Juracek juga memberikan dokumentasi berupa foto-foto buatannya yang digunakan secara ilegal dalam sejumlah game. Di antaranya adalah tekstur pecahan kaca pada logo serta ornamen pintu dalam Resident Evil 4, hingga ukiran berbentuk kepala kambing yang dipakai dalam Resident Evil Remake.

Sekadar info, Surface yang diterbitkan pada tahun 1996 lalu, adalah buku berisi 1200 foto tekstur yang semuanya diambil oleh Juracek sendiri. Buku itu sengaja ia buat sebagai bahan riset visual bagi kalangan seniman, arsitek, serta desainer. Sebuah CD berisi gambar-gambar yang dimaksud juga disertakan bersamanya, tapi dibutuhkan izin – dengan mengontaknya secara langsung – untuk digunakan secara komersil. Dan Juracek mengaku ia tidak pernah dihubungi oleh pihak Capcom untuk meminta izinnya.

Juracek mengaku bahwa ia mendapatkan sejumlah bukti berkat insiden bocornya data-data penting dari perusahaan tersebut, yang berlangsung bulan November lalu. Salah satunya adalah sejumlah artwork image yang digunakan dalam Resident Evil dan sejumlah game lainnya. “Nama file untuk setidaknya satu image dari file Capcom yang bocor sama dengan nama file yang digunakan pada CD-ROM [Surface],” ujar Juracek.

Juracek bukan satu-satunya orang yang pernah menggugat Capcom atas dasar pelanggaran hak cipta. Sebelumnya, sineas asal Belanda, Richard Raaphorst, menuduh perusahaan itu telah menjiplak desain monster di film arahannya, Frankenstein’s Army (2013), secara ilegal. Monster tersebut adalah Sturm, boss character di Heisenberg’s Factory. Uniknya, pemilik akun Twitter CloneKorp memperlihatkan sejumlah bukti bahwa Sturm bukan satu-satunya monster yang dijiplak! [Aseek]

Share Post:

Related Posts

No Comments

Leave a Reply