Dikembangkan Cukup Lama, 5 Game Ini Malah Gagal di Pasaran

376

Membuat sebuah game ada banyak hal yang musti dipikirkan terlebih dulu, seperti jalan cerita, karakter para hero, teknologi yang dimiliki, dan tim yang tergabung tuk mendevelop game itu, dan terpenting adalah dana.

Jika tidak benar-benar dipikirkan saat membuat game, biasanya ada beberapa hal yang kemudian tidak berjalan sesuai dengan harapan, dan akhirnya proses perilisan diundur. Memiliki masa pengembangan yang memakan waktu cukup lama tentunya membuat para gamers punya ekspektasi tinggi akan game itu, tapi kenyataannya, 5 game dibawah ini malah gagal di pasaran.

Yang Pertama, Game Tabula Rasa

Tabula Rasa didesain oleh Richard Garriott yang pernah sukses saat membuat franchise game open world fantasy RPG berjudul Ultima. Meskipun dikembangkan dalam kurun waktu enam tahun, tapi game ini malah tidak sukses di pasaran. Karena mendapat banyak kritikan, yang berimbas pada penjualan yang buruk membuat game ini akhirnya ditutup setelah dua tahun rilis.

Kedua ada Game Mighty No. 9

Waralaba Mega Man adalah game action yang cukup populer di masanya, sampai-sampai tidak ada yang mampu menyaingi game ini di masa jayanya dulu. Namun kemudian, sang produser Mega Man, Keiji Inafune memutuskan keluar dari Capcom, kemudian mendirikan Comcept.

Comcept lalu mengembangkan sebuah game yang mirip dengan Mega Man, dan diberi nama Mighty No. 9. Antusias para gamer yang sangat tinggi membuat game ini sangat ditunggu-tunggu, namun sayang setelah tiga tahun dikembangkan, game ini malah tidak laku dan jauh sekali dengan capaian Mega Man.

Berikutnya, Game Daikatana

Daikatana adalah game yang dikembangkan Ion Storm yang dipunya John Romero, sebuah nama yang cukup dikenal dalam Industri game karena hampir semua game besutannya seperti Doom dan Quake cukup laris di pasaran.

Dan di tahun 1997, Romero mulai mengembangkan game Daikatana yang kemudian dirilis pada tahun 2000. Pertama kali dirilis, tidak ada penilaian positif untuk game ini, yang akhirnya di tahun yang sama game ini ditutup.

Keempat adalah game Duke Nukem Forever

Sukses dengan Duke Nukem 3D, akhirnya 3D Realms mengembangkan seri terbaru berjudul Duke Nukem Forever. Tapi karena banyak hal, game Duke Nukem Forever ini baru dirilis tahun 2011, tapi meski dikembangkan cukup lama yakni lebih dari 10 tahun tak berarti membuat game ini sukses .

Duke Nukem Forever banyak menuai kritikan, seperti desain yang kacau, loading lama, kontrol jelek, dan banyak lagi faktor lainnya.

Yang terakhir ada game APB: All Points Bulletin

Kesuksesan Grand Theft Auto (GTA) membuat David Jones keluar dari Rockstar yang kemudian mendirikan studio sendiri bernama Realtime Worlds. Banyak gamer yang kemudian berekspekatasi tinggi dari game besutan Realtime Worlds ini, sampai-sampai David Jones berani mengklaim kalau game APB: All Points Bulletin akan bisa menyaingi GTA.

Setelah lima tahun dikembangkan, APB: All Points Bulletin akhirnya rilis sebagai game MMO. Tapi karena banyak sekali bug dan desain yang tak menarik membuat Realtime Worlds bangkrut tak lama setelah game ini rilis.

Jadi, game mana yang sudah pernah kamu mainkan di atas?




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.