EA Sumbangkan $1 Juta Untuk Keluarga Korban Insiden Jacksonville

487

Sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap penembakan massal dalam turnamen eSports Madden NFL 19, yang diselenggarakan di Jacksonville Landing pada tanggal 26 Agustus lalu, EA memberikan santunan sebesar US$1 juta kepada keluarga Eli “TrueBoy” Clayton serta Taylor “SpotMePlzzz” Robertson yang meninggal dunia dalam insiden berdarah itu, juga bagi para korban lainnya. Di samping itu, dikatakan bahwa dalam waktu dekat ini perusahaan tersebut akan menyiapkan wadah bagi kalangan gamer maupun pihak-pihak lain yang ingin memberikan sumbangan bagi para korban “Jacksonville Shooting”.

Lewat tweet yang terdapat di akun Twitter resminya, EA juga berencana menggelar Jacksonville Tribute Livestream pada tanggal 6 September nanti dengan menggandeng seluruh komunitas gaming. Di samping menjadi salah satu bentuk support untuk para korban dari penembakan massal tersebut, event ini juga bertujuan untuk memperlihatkan bahwa insiden Jacksonville bukanlah perwujudan dari gamer, tapi justru menjadi hal yang mempersatukan komunitas gamer.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, terjadi penembakan massal di ajang turnamen eSports Madden NFL 19 yang digelar di GLHF Game Bar, yang terletak di kawasan Jacksonville Landing. Peristiwa yang terjadi pada hari Minggu tanggal 26 Agustus lalu menewaskan Elijah “TrueBoy” Clayton dan Taylor “SpotMePlzzz” Robertson, yang ditembak mati oleh salah seorang peserta turnamen yakni David Katz yang mengalami kekalahan. Setelah  menjalankan aksinya, Katz kemudian melukai 11 orang lain sebelum akhirnya melakukan bunuh diri.

Peristiwa tersebut sempat terekam dalam Twitch stream (yang sekarang telah dihapus), yang awalnya memperlihatkan dua peserta sedang berkompetisi memainkan Madden NFL 19, namun segera terhenti begitu terdengar suara tembakan. Meski tidak ada video feed namun audio tetap menyiarkan terjadinya peristiwa penembakan itu.

Terjadinya insiden penembakan massal di kawasan Jacksonville Landing juga membuat EA membatalkan tiga babak kualifikasi yang tersisa, untuk mengevaluasi ulang protokol keselamatan dalam event-event yang mereka gelar. Pengumuman tersebut dikeluarkan beberapa waktu lalu oleh Andrew Wilson selaku CEO, melalui situs resmi Electronic Arts. Insiden ini menyebabkan munculnya kekhawatiran dalam industri gaming mengenai pengamanan dalam turnamen eSports, di mana sejumlah pihak (contohnya pantia PAX West) berjanji akan memperkuat pengamanan di event-event yang mereka selenggarakan. [Aseek]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.