I Am Setsuna – Melancholy and infinite sadness in a cold world

1046

Jika kamu merupakan seorang penggemar hardcore JRPG, tentu sudah tidak asing dengan mekasnisme permainannya dan alur ceritanya yang sangat khas. Meski sudah banyak JPRG modern yang dirilis ke pasaran, namun kebanyakan para fans lebih menyukai permainan versi klasik. “Rasa haus” tersebut lantas dijawab oleh Square Enix melalui game keluaran terbarunya yakni I Am Setsuna. Dikenal sebagai salah satu nama besar dalam dunia gaming, maka tidak heran saat mereka mengumumkan tentang penggarapan game ini para pecinta genre RPG langsung memberikan ekspektasi yang sangat tinggi. Bahkan Square Enix sendiri menyatakan kalau I Am Setsuna akan menyajikan permainan JRPG klasik yang telah lama dinantikan. Tapi benarkan begitu?

gb_Screen I Am Setsuna 07

The Gameplay
Salah satu elemen terkuat dalam game ini adalah ceritanya yang mampu membawamu ke dalam gelombang emosi tanpa henti. Sesuai judulnya, I Am Setsuna mengisahkan tentang seorang gadis berumur 18 tahun bernama Setsuna, wanita yang dalam masa remajanya harus menerima tanggungjawab besar dalam menyelamatkan dunia yang porak-poranda akibat para monster. Setsuna sendiri merasa galau dan berusaha meyakinkan diri serta menerima takdir bahwa ia terpilih sebagai korban persembahan. Di tengah kegalauannya, ia diserang oleh pembunuh bayaran bernama Endir atas suruhan seorang pria misterius. Alih-alih menghukum Endir, Setsuna malah memintanya untuk menjadi pengawal dalam perjalanan menuju The Last Lands, tempat ia harus mengorbanan diri.

Tentu saja perjalanan tersebut tidaklah mudah, karena ada banyak monster dalam wujud dan ukuran bervariasi yang mengintai di sepanjang perjalanan mereka. Seperti kebanyakan RPG, pertarungan dalam game ini ditampilkan dalam sistem turn-based di mana pada awalnya hanya Setsuna dan Endir yang bisa digunakan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, akan ada sejumlah karakter lain yang bakal bergabung dan menjadi party member-mu. Dengan begitu gamer bisa menyerang satu atau beberapa monster sekaligus dalam satu pertarungan, di mana setiap monster yang dikalahkan akan memberikan sejumlah EXP dan akan berimbas pada kenaikan level masing-masing karakter.

Tak hanya itu saja setiap karakter juga memilki kemampuannya tersendiri yang dapat digunakan dalam battle. Selain menambahkan atau mengingkatkan skill, pemain juga bisa membekali para karakter dengan senjata atau beragam potion yang bisa ditemukan di sepanjang perjalanan, maupun dibeli dari merchant. Meski menyajikan gaya permainan JPRG klasik tapi pihak developer juga menyertakan beragam fitur permainan modern dalam bentuk Tech yang mencampurkan skill system dengan konsep crafting.

Screen I Am Setsuna 01

Into the Cold Wilderness
Secara garis besar, kamu bakal menemukan sebuah dunia yang ditampilkan dalam kualitas visual yang baik. Dari segi desain karakter, I Am Setsuna menggunakan desain karakter bernuansa chibi yang membuat mereka tampil secara imut. Hal tersebut tentu membuat beragam detail – utamanya ekspresi setiap karakter – tidak terlihat sehingga membuat emosi dari ceritanya kurang terasa, ditambah dengan minimnya voice dialogue layaknya judul-judul RPG klasik. Sebagian gamer yang menyukai presentasi emosi dari wajah maupun akting suara dalam sebuah permainan mungkin sedikit kecewa dengan absennya fitur tersebut. Namun di sisi lain, hal ini membangkitkan ingatan masa lalu JPRG klasik yang memang menjadi tema utama dari I Am Setsuna ini.

Dari segi dunia yang ditawarkan, I Am Setsuna (terkesan) hanya menampilkan satu dunia saja yang dikuasai oleh musim dingin nan ekstrim. Yap, sejauh mata memandang kalian hanya dapat melihat salju dan salju saja, berbeda dengan RPG lain yang biasanya menghadirkan beberapa tipe wilayah dengan desain yang beragam. Monotonnya tipe wilayah tersebut diikuti dengan bentuk bangunan dalam permainan yang hampir serupa, sehingga mungkin saja memberikan rasa bosan bagi para pemainnya akibat menemukan suasana yang itu-itu saja. Meski mempunyai kekurangan dari sisi akting suara ataupun desain wilayah yang monoton, namun semua itu dapat terobati dengan musik yang disajikan. Musik dalam I Am Setsuna mayoritas disajikan lewat dentingan piano nan syahdu, yang cukup membantu “menghidupkan” cerita yang berusaha disampaikan di setiap adegan.

Screen I Am Setsuna 02

Is it Good?
I Am Setsuna berhasil menyajikan sebuah permainan JPRG klasik yang mampu membuat para penggemar bernostalgia ke beberapa tahun lalu, masa di mana permainan seperti ini merajai pasaran. Meski tampil dengan dunia yang monoton, tanpa misi sampingan dan juga pengisi suara, gameplay yang dihadirkan oleh game ini tetap terasa seru dan menantang.

Overall Score: 7/10

Publisher: Square Enix
Developer: Tokyo RPG Factory
Genre: RPG
Release: Juli 2016
Platform: PC, PlayStation 4, PlayStation Vita

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.