Kesalahan-Kesalahan Yang Seringkali Dilakukan Oleh Para Developer Game

397
Kata Pengantar

Ada banyak sekali alasan mengapa para game developers selalu gagal meraih impiannya untuk membuat game besutannya menjadi kenyataan. Dalam berbagai macam kasus, para developers biasanya lebih menyalahkan pada pendanaan yang minim atau juga minimnya pengalaman untuk meningkatkan kesadaran dan promosi dari kreasinya.

Ini sangat sering terjadi, bagaimana sebuah game gagal menembus pasaran atau sudah menembus pasaran tapi tidak laku. Untuk membuat sebuah marketing plan dan membuat perihal tersebut bekerja, ada banyak sekali hal-hal yang perlu dievaluasi oleh developer agar tidak terjebak di nostalgia yang sama. Dalam artikel ini, kamu akan mengetahui sisi kelam dari sebuah game yang terkadang membuat para pengguna dibuat kesal olehnya.

main pic 1

Not Innovating

Hal pertama yang sudah sering dan banyak terjadi adalah latahnya para developers mengikuti permainan yang sedang booming. Salah satu contoh yang pernah terjadi adalah sejenis game seperti Clash of Clans, Temple Run, hingga Flappy Bird. Disaat tiga permainan tersebut sedang laris-larisnya menjadi buruan para gamers, para developers juga berbondong-bondong membuat game serupa. Alasannya jelas, meningkatkan profit.

Padahal, sebuah game dengan genre permainan yang itu-itu saja bisa dibilang terlalu basi dan membosankan, karena kamu akan memainkan game yang memiliki pola yang sama. Jika kamu seorang developer yang kreatif, kamu pasti membutuhkan sebuah ide yang inovatif, dimana bukan hanya dari genre permainan yang ditonjolkan, tetapi dari hal lain. Grafis yang unik, sound, dan gameplay yang berbeda dengan pesaing tentu menjadi sesuatu yang lebih spesial dibanding hanya sekedar copy paste saja.

maxresdefault

Technical Mistakes and Bugs

Ini juga sering terjadi, dimana kamu bisa menemukan beberapa hal yang mengganggu saat sedang bermain game. Sedang serius-seriusnya menembak musuh, tiba-tiba game mental keluar tanpa sebab. Disinilah terdapat letak kesalahan dimana para developers kurang teliti sebelum merilis game-nya.

Sebenarnya, beberapa developers yang ada saat ini sudah mulai banyak yang insyaf, dimana mereka mulai menangani setiap komplain yang dilontarkan oleh gamers, baik itu melalui email atau melalui komentar di penyedia konten aplikasi. Melakukan update terhadap game dengan menambal setiap bugs dan beberapa kesalahan bukan sebuah dosa besar kok, justru untuk meningkatkan tingkat kepuasan dari gamers itu sendiri terhadap kualitas game dan pelayanan yang developer berikan.

3
Incorrectly Monetizing

Dalam sebuah permainan free-to-play, sangat penting untuk memperingatkan bagi calon penggunanya bahwa di dalam permainan tersebut mengandung IAP yang mana mampu untuk membantu setiap penggunanya dengan menggunakan mata uang asli. Sah-sah saja bila para developers membuat permainan dengan menyelipkan IAP di dalamnya, namun jangan sampai permainan tersebut mempersulit gamers yang tidak mengandalkan IAP.

Ada banyak kasus dimana fungsi IAP ini menjadi sebuah jalan pintas untuk menyelesaikan game secara cepat dan mudah. Jadi, para developers ini membuat game hanya untuk mengeruk keuntungan dari uang yang kamu miliki atau memberi pengalaman game yang menyenangkan bagi gamers-nya? Nah, jangan sampai kamu terjebak dengan pola penggunaan IAP ini. Hal yang paling penting bagi developer adalah membuat sebuah permainan yang menyenangkan, bukan memenangkan permainan karena menggunakan uang sungguhan. Gak asik dong kalau main game gak ada tantangannya.

1
Injecting Story Where it Isn’t Needed

Tidak semua game membutuhkan cerita kok. Cukup dengan memasukkan beberapa karakter saja yang menghadapi sebuah situasi saja sudah cukup. Kamu sebagai gamer tidak akan kebingungan dengan jalan cerita dari permainan tersebut, karena nantinya kamu akan tahu sendiri jalan cerita tersebut seiring dengan misi-misi yang dijalankan.

Saat sedang menyelesaikan misi, di tengah-tengah permainan terkadang developer menyelipkan sebuah cerita sebagai bumbu agar permainan semakin menarik. Justru kehadiran cerita tersebut terkesan membuang waktu gamers, apalagi jika tidak disediakan tombol skip. Apakah kamu pernah memainkan sebuah game, saat ada cerita kamu tekan tombol skip, lalu selanjutnya kamu masih bisa memainkan game tersebut hingga selesai tanpa tahu story yang ditawarkan? Mungkin sudah banyak yang mengalami hal seperti itu, dan tidak ada masalah yang berarti meskipun kamu skip ceritanya.

5

Over-Complicating Stuff

Pernahkah kamu menemukan sebuah game yang banyak sekali menawarkan equipment banyak namun tidak semua equipment tersebut terbeli sama kamu? Semua orang juga pasti akan mengalami hal yang sama. Game yang mendalam bukan berarti mengharuskan equipment-nya harus tersedia sangat banyak sekali, justru malah membuat pemain pusing perlengkapan mana yang pas untuk digunakan saat menghadapi musuh.

Bukannya membuat kamu ingin mendapatkan pengalaman yang menyenangkan saat bermain game, namun yang kamu dapat malah stres karena grinding agar bisa membeli equipment yang pas untuk menjalani stage selanjutnya. Kalau dibiarkan begitu, lama-lama kamu akan bosan dengan permainan tersebut karena tidak kunjung tamat. Nah, inilah yang menjadi malapetaka bagi developer karena para pemainnya sudah menyerah duluan sebelum permainan tersebut selesai. Meskipun ada IAP, memangnya kamu rela menghabiskan uang begitu banyak hanya untuk membeli equipment yang sangat banyak tersebut?

Kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh game developers yang ada saat ini memang bukan menjadi sebuah ‘dosa besar’ karena kamu sebagai pemain hanya menikmati saja permainan yang ada. Namun setidaknya, kamu juga ikut berpartisipasi demi perkembangan game buatan para developers yang ada saat ini memiliki kualitas yang lebih baik. Ya, minimal kamu beri laporan terhadap bugs-bugs di kolom komentar atau alamat kontak mereka demi kemajuan game developers-nya itu sendiri.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.