Mortal Kombat 11 Players Dihantui Serangan DDoS

204

Bertarung melawan player lain, baik secara langsung atau online, menjadi daya tarik utama dari game bergenre fighting. Semangat berkompetisi inilah, yang memacu para pemain, untuk mengerahkan semua kemampuan mereka, demi menjadi yang terbaik. Namun, tidak sedikit gamer yang berusaha mencapai posisi puncak dengan metode yang tidak jujur. Hal itu menimpa Mortal Kombat 11 versi PlayStation 4, di mana oknum tertentu memakai metode DDoS untuk menundukkan lawannya.

NetherRealm Studios dibuat pusing dengan munculnya laporan dari sejumlah gamer, yang dicurangi oleh (diduga) seorang player memakai metode DDoS. Dilaporkan bahwa ketika berhadapan dengan player yang curang, tanpa sebab yang jelas mereka mengalami disconnect dari pertarungan. Hal itu tentu membuat lawan memperoleh poin dengan mudah, tanpa perlu susah-payah bertanding. Dengan cara itu, ia berhasil mencapai ranking tertinggi dalam Mortal Kombat 11 yakni Elder God!

Berdasarkan masukkan dari kalangan gamer, diketahui bahwa oknum tersebut memakai nama samaran (di antaranya) pa3com, pa4com, serta Son-Goku-DZ. Sejumlah pelapor bahkan memberikan bukti-bukti kuat mengenai kecurangan yang dilakukannya, utamanya lewat screenshot yang dibagikan melalui Twitter. Contohnya bagaimana ia mencapai Elder God melalui 32 pertandingan, padahal untuk mendapatkan rank itu seseorang harus memainkan (minimal) 163 match.

Melalui serangan DDoS (distributed denial-of-service), korban dibanjiri oleh traffic dari berbagai sumber, yang melumpuhkan koneksi internet mereka. Hal tersebut dialami oleh hampir semua korban, yang menyatakan bahwa selain mengalami disconnect, koneksi internet mereka pun terputus. Menanggapi masalah ini, NetherRealm berjanji menggunakan semua kemampuan yang dimilikinya, untuk mencegah kasus serupa menimpa player Mortal Kombat 11 lain.

Selain sangat merugikan, menggunakan serangan DDoS merupakan tindakan ilegal dan dapat dikenai hukuman berat. Contohnya Austin Thompson, anggota grup hacker DerpTrolling yang menyerang server Sony Online Entertainment (kini Daybreak), Blizzard, serta Riot Games. Selain dikenai hukuman berupa kurungan selama dua tahun, pria asal negara bagian Utah tersebut harus membayar denda sebesar US$95.000. [Aseek]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.