Nintendo Labo Jadi Kurikulum Baru di Amerika

716

Sejak dirilis untuk pertama kalinya di bulan April 2018, Nintendo Labo menjadi salah satu periferal Nintendo Switch paling sukses di pasaran. Meski hanya terbuat dari bahan kardus, gamer bisa membentuk interactive model kit ini menjadi beragam objek (dinamakan Toy-Con), yang bisa dipakai bersama Joy-Con controller. Menyadari potensinya sebagai salah satu sarana untuk belajar, Nintendo yang bekerjasama dengan lembaga nonprofit Institute of Play, menciptakan sebuah program untuk membawa Nintendo Labo ke sekolah-sekolah di Amerika.

Dengan target murid-murid dalam kisaran umur 8 hingga 11 tahun, program yang rencananya diselenggarakan tahun 2018/2019 ini bakal ditujukan bagi kelas 2 hingga 4. Nantinya, pihak Nintendo dan Institute of Play bakal memandu para tenaga pengajar untuk mengintegrasikan Nintendo Labo ke dalam kurikulum yang ada. Melalui Labo, para murid diajak untuk bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil, dan menyelesaikan sejumlah proyek yang mengenalkan prinsip desain dan teknologi.

Kurikulum ini dikembangkan oleh Institute of Play, yang terdiri dari kalangan guru, pimpinan sekolah, peneliti serta game designer, dan difokuskan pada menciptakan sebuah program pembelajaran yang dipusatkan pada “bermain sambil belajar”. Untuk awalnya, Nintendo dan Institute of Play berencana untuk membawa program mereka ke 100 sekolah yang ada di Amerika, dan diharapkan dapat mencapai lebih dari 2000 murid.

Nintendo percaya bahwa Labo dapat jadi sarana yang baik untuk mengajari murid tentang konsep dasar STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics), serta beragam skill lain seperti komunikasi, kreativitas, pemikiran kritis dan penyelesaian masalah. Melalui sebuah pernyataan, Reggie Fils-Aimé selaku COO dari Nintendo of America berharap bahwa melalui program yang digelar di Amerika dan Kanada ini, anak-anak terdorong untuk “Mengeksplorasi, mengotak-atik, menyelesaikan masalah dan, pada prosesnya, tertarik dengan desain serta teknologi sambil bersenang-senang”.

Hal bernada serupa diungkapkan oleh Arana Shapiro selaku co-executive director dari Institute of Play. Melalui pernyataan resminya, ia mengatakan “Kami selalu mencari tools dan teknologi baru yang dapat mengombinasikan pembelajaran dengan semangat bermain, dan melalui Nintendo Labo, kami menemukan pendekatan yang inspiratif dan inovatif bagi kedua bidang”. [Aseek]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.