by Aseek Ching in
News

Jakarta, 2 Mei 2019 – Online Qualifier Minggu Kedelapan FIFA 19 FUT resmi berakhir pada hari Minggu, 28 April 2019. Dengan ini, proses pencarian 24 top player untuk bermain di Big League rampung digelar.

Di minggu terakhir online qualifier, tercatat lebih dari 400 player berpartisipasi untuk memperebutkan tiga slot tersisa yang disiapkan oleh Indonesia Gaming League (IGL), selaku penyelenggara FIFA 19 FUT. Meski animo dan antusiasme player terbilang tinggi, tapi IGL memastikan tak akan ada slot yang dilebihkan untuk player yang ingin berpartisipasi. Untuk minggu terakhir, Immanuel Mangasi Fernando (Jakarta), Andersen Tjoeng (Jakarta), dan Andri Luhut (Jakarta), berhasil masuk ke Big League.


Indonesia Gaming League (IGL) FIFA 19 FUT, kini telah memasuki fase Big League. Drawing Big League baru saja digelar pada Kamis (2/5) di Highground, Jakarta.

Sejauh laporan yang diterima IGL, total peserta yang sudah mendaftarkan diri di online qualifier mencapai lebih dari 1500 peserta. Angka ini memang berada di bawah ekspektasi awal, yakni 2000 peserta. Namun, Stephen Clinton, selaku Wakil Ketua IGL mengaku puas dengan apa yang sudah dicapai IGL. “Overall, kami cukup puas dengan banyaknya pendaftar yang mengikuti event perdana ini. Setelah ini, kami akan adakan evaluasi kecil, guna menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ujar Clinton.

Untuk melengkapi target awal, IGL pun mengadakan offline competition di 20 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejauh ini, tercatat lebih dari 1000 player telah mendaftarkan diri. Dan enam puluh player dari masing-masing kota telah terpilih menjadi pemenang. Selain itu, target besar pun telah dicanangkan setelah ini. IGL kabarnya akan menggelar turnamen game sepak bola berskala lebih besar lagi. Disinggung kapan akan digelar, Clinton masih enggan buka suara. “Biar nanti saja (diumumkannya), yang jelas akan ada surprise dari IGL,” tambahnya.


Frans Silalahi, Ketua IGL, menjelaskan mengenai Indonesia Gaming League (IGL) yang kini sudah memasuki fase Big League.

Pada Online Qualifier Minggu Kedelapan, beberapa nama besar dari tim esports pada akhirnya gagal berpartisipasi. Mereka yang terbilang off the radar justru berhasil memastikan diri ke Big League. Besar-kecilnya coin FUT dan premium pack player, nampak tak terlalu berpengaruh. Karena ketangkasan bermain dan kemahiran meracik taktik, menjadi kunci untuk para player bisa lolos ke fase Big League.

“Aura kompetisi jelas cukup terasa di sini. FIFA 19 FUT, menurut saya, merupakan kompetisi yang cukup adil, karena semua bisa menang. Mereka yang hebat dalam pertandingan kick off, belum tentu mampu bersaing di kompetisi ini, begitu sebaliknya. Jadi, saya rasa qualifier ini merupakan ajang paling kompeten untuk player membuktikan diri,” pungkas Clinton.


Sensen (kiri) sebagai Head Creative IGL, bersama Frans Silalahi (kanan) sebagai Ketua IGL, saat press conference IGL Road to Big 24 pada Kamis (2/5) di Highground, Jakarta.

Secara resmi, Online Qualifier FIFA 19 FUT dibuka pada 8 Maret hingga 26 April 2019 kemarin. Dalam rentang 8 minggu tersebut, dipilih tiga player terbaik setiap minggunya. Artinya, ada 24 player dari babak kualifikasi yang siap berpartisipasi di Big League, guna menasbihkan diri sebagai Best FIFA Player se-Indonesia di FIFA 19 FUT.

Indonesia Gaming League selaku penyelenggara FIFA 19 FUT PS4, mencoba memfasilitasi para FIFA player untuk berkompetisi secara sehat, di gelaran perdananya ini. Tak hanya itu, hadirnya FIFA 19 FUT secara tak langsung menjadi sebuah dedikasi nyata dari IGL, guna mendukung perkembangan esports di Indonesia yang tengah digandrungi oleh berbagai pihak.


Ketua IGL, Frans Silalahi, saat Drawing 24 Besar IGL Road to Big League pada Kamis (2/5) di Highground, Jakarta.

24 player yang telah memastikan diri lolos ke Liga, antara lain: Andika Putra Sanjaya (Makassar), Egi Ilyas Fauzi (Sukabumi), Pugu Mujahit Mantang (Jakarta), Arlan Paranti (Sukabumi), Abdul Rozak R (Jakarta), Dedy Tami H (Bogor), Aditra Gusnar (Denpasar), Ghea Ananta A (Samarinda), Nyoman Tri Laksana P (Bali), Rudi Julio (Surabaya), Ardy Diptayana (Tangerang), Apri Hantoro (Sleman), Muhammad Ikhsan (Jakarta), Mohammad Ega (Jakarta), Rakel Ramadhan (Sukabumi), Windy Hendro (Pontianak), Kenny Prasetyo (Jakarta), Yoga Harahap (Medan), Rama Anggara (Madiun), Brian Hadianto (Jakarta), Kevin Naufal (Depok), Immanuel Mangasi Fernando (Jakarta), Andersen Tjoeng (Jakarta), dan Andri Luhut (Jakarta).

Dengan rampungnya top player hasil kualifikasi online selama 8 minggu, drawing player, sekaligus press conference yang dihadiri oleh Frans Silalahi selaku Ketua IGL, Stephen Clinton selaku Wakil Ketua, Achmad Fadh selaku Ketua Indonesia FIFA Community, dan beberapa peserta yang sudah masuk ke Big League, dilakukan pada 2 Mei 2019 di High Grounds, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Nantinya, 24 player yang telah memastikan diri di Big League, akan menempati dua grup liga yakni Big East dan Big West, yang mana masing-masing liga terdiri dari 12 player.


Sensen (kiri) sebagai Head Creative IGL, bersama Frans Silalahi (kanan) sebagai Ketua IGL, saat Drawing 24 Besar IGL Road to Big League pada Kamis (2/5) di Highground, Jakarta.

Terkait sistem poin, IGL akan mengikuti format liga pada umumnya. Kemenangan akan diganjar dengan 3 poin, seri 1 poin, dan mereka yang kalah tak akan mendapatkan poin. Selain itu, tersemat pula hadiah uang tunai sebesar Rp350.000 untuk mereka yang berhasil memenangkan pertandingan. Kedua Big League tersebut nantinya akan digelar pada 11 Mei selama 11 minggu, dan dapat disaksikan melalui live stream di saluran YouTube Indonesia Gaming League.

Setelah fase Big League, kompetisi berlanjut ke fase 16 besar. Delapan player terbaik dari masing-masing liga akan kembali bertarung dengan sistem home-away. Jika hasil tetap berakhir imbang di dua laga tersebut, maka kedua tim akan adu keberuntungan di babak adu penalti, sampai mendapatkan kemenangan.


Sensen (kiri) sebagai Head Creative IGL, bersama Frans Silalahi (kanan) sebagai Ketua IGL, saat Drawing 24 Besar IGL Road to Big League pada Kamis (2/5) di Highground, Jakarta.

Pascababak 16 besar, kompetisi akan tetap bergulir ke fase quarter-final. Semua player yang gugur di fase ini akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp2.5 juta. Pada babak delapan besar, sistem yang digunakan kurang lebih sama seperti babak sebelumnya. Seluruh peserta yang gugur di quarter-final nantinya akan mendapatkan ganjaran uang tunai sebesar Rp5 juta sebagai pelipur lara.

Masuk di fase semi-final, empat player akan saling bertarung. Mereka yang kalah di babak semifinal akan memperebutkan tempat sebagai juara ketiga IGL. Juara Keempat nantinya akan mendapatkan uang sebesar Rp5 juta, sementara juara Ketiga akan membawa pulang Rp10 juta. Untuk posisi Runner-Up dan Juara, masing-masing akan mendapatkan hadiah sebesar Rp25 juta serta Rp50 juta.

Sekedar catatan, selama fase 16 besar hingga babak final berlangsung, seluruh pertandingan akan digelar di High Grounds dengan format offline selama dua hari, yakni mulai tanggal 24-25 Agustus 2019.

Share Post:

Related Posts

No Comments

Leave a Reply