Pria di Seremban Aniaya Remaja yang Kalahkan Anaknya

297

Pihak berwajib di Seremban, Malaysia, telah menangkap empat pria yang diduga telah melakukan penganiayaan, terhadap seorang remaja berusia 19 tahun. Penyebabnya pun sepele: anak dari salah seorang pria dikalahkan oleh korban dalam bermain game. Insiden itu terjadi di sebuah game store di Palm Mall, di mana dua remaja terlihat bersaing dalam memainkan game, yang tidak diketahui judulnya.

Korban yang umurnya lebih dewasa terus mengalahkan lawannya yang lebih muda, yang datang bersama ayahnya. Sang ayah pun berusaha menyuap korban agar mau mengalah dengan memberikan sejumlah uang. Tapi setelah mengambil uang yang dimaksud, korban tetap saja mengalahkan lawannya. Hal itu membuat sang ayah naik pitam, sehingga ia pun menyerang korban dengan melemparkan sebuah kursi, dilanjutkan dengan mendaratkan sejumlah tendangan.

Tidak hanya itu, ia bahkan mengajak beberapa orang lain untuk memukuli sang korban. Kejadian tersebut berhasil terekam oleh kamera smartphone milik seorang pejalan kaki. Akibat penganiayaan yang dialaminya, di samping mengalami memar di sekujur tubuhnya, korban mengalami patah tulang iga, paru-paru bocor, dan tulang punggung yang retak, sehingga harus mendapat perawatan intensif di Tuanku Ja’afar Hospital.

Menurut laporan dari The Sun, disebutkan bahwa Kepolisian Kerajaan Malaysia telah menahan empat pria yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan tersebut, termasuk ayah dari remaja yang dikalahkan dalam bermain game. Hingga kini, pihak berwajib masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah pelaku yang masih buron.

Tidak hanya itu, melalui pernyataan yang diungkapkan oleh kepala kepolisian distrik Seremban yakni Thiew Hock Poh, pihak berwajib juga berusaha mencari saksi mata yang menyaksikan insiden penganiayaan tersebut, untuk membantu mereka dalam proses penyelidikan. [Aseek]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.