Pulang 2 Insanity

Pulang 2 Insanity, Game Horor Indonesia Bertema Pesugihan

1020

Pulang 2 Insanity adalah game bergenre survival horror yang mengusung tema pesugihan. Temanya tersebut sangat akrab di telinga kita karena game ini dikembangkan oleh Ozysoft, game develepor asal Indonesia.

pocongBelum lama kita dikejutkan dengan Dreadout, horror game yang juga dibesut oleh studio game Indonesia. Dreadout berhasil membawa unsur horor dari Tanah Air ke dunia gameplay-nya yang menarik. Mulai dari karakternya yang berseragam SMA hingga latar tempat di Lawang Sewu yang terkenal. Apakah Pulang 2 Insanity bisa menghadirkan hal serupa yang mampu membanggakan negara kita?

Insanity berkisah tentang Muhammad Rudiansyah, seseorang yang pernah jatuh miskin dan dililit hutang yang menggunung. Ia akhirnya berhasil melewati cobaan kemiskinan dan menjadi seseorang yang sangat amat kaya melalui sebuah Ritual Pesugihan, namun kebahagiaan itu tidaklah bertahan lama. Tema yang sangat akrab di telinga kita, kan?

pocong-wallBaca Juga: Bermain Sebagai Goku Dalam Dragon Ball Z: Dokkan Battle

Ozysoft adalah studio game asal Kalimantan Timur yang mengaku mengembangkan ide-ide gamenya dari kisah horor game lain bergenre serupa semisal Amnesia dan Outlast. Pun begitu, mereka mengklaim kalau Insanity memiliki keunikannya sendiri. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, Pulang 2: Insanity akan diproduksi untuk PC dan didistribusikan melalui platform Steam serta disiapkan agar bisa masuk ke area Greenlight.

Untuk menunjang pengembangan Pulang 2 Insanity, Ozysoft melaklukan kampanye terbuka di Indiegogo karena alasan biaya, legalitas, hingga trademark. Pengambangan Insanity sendiri sudah berlangsung selama 2 tahun. Karena alasan biaya tadi, game ini belum rampung. Jika Anda ingin mendukung Ozysoft sehingga Pulang 2: Insanity bisa segera rampung, Anda bisa mengklik laman ini. [BaR/G+]

https://www.youtube.com/watch?v=KWpyhQeF3_U




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.