Song of Horror Meluncur ke Konsol Pada Bulan Mei 2021

139

Di tahun 2019 lalu, GameStation pernah membahas mengenai survival horror berjudul Song of Horror. Awalnya dijadwalkan rilis tahun 2020, developer Protocol Games memutuskan untuk menunda tanggal perilisannya. Hal itu terpaksa dilakukan supaya mereka bisa memberikan game yang berkualitas. Kini, mereka menyatakan bahwa versi PlayStation 4 dan Xbox One bakal diluncurkan bulan Mei mendatang.

Bersama Raiser Games selaku publisher, diberitakan bahwa Song of Horror akan dirilis ke pasaran pada tanggal 28 Mei nanti. Peluncurannya bersamaan dengan hadirnya Episode 5 selaku episode penutup untuk versi PC-nya, yang mendapat animo besar dari kalangan gamer. Versi konsolnya menghadirkan semua episode dalam satu paket sehingga menjadikannya sebuah game yang utuh.

Carlos Grupeli, salah satu pendiri Protocol Games, merasa bangga karena game ciptaannya dapat diterima dengan baik oleh kalangan PC gamer. “Kini waktunya untuk menyeret console gamer ke dalam misteri nan rumit yang ditawarkan oleh permainan,” ujarnya melalui press release. Memahami sejarah panjang survival horror di PlayStation dan Xbox, Carlos merasa kedua console menjadi “rumah” yang tepat bagi game ciptaannya.

Cerita dalam Song of Horror difokuskan pada penulis kenamaan Sebastian P. Husher, yang menghilang secara misterius bersama seluruh anggota keluarganya. Di sini, kalian berperan sebagai asistennya yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus hilangnya sang penulis. Celakanya, sebuah kekuatan jahat bernama The Presence mendiami rumah itu, dan bakal menghabisi siapa pun yang berani memasukinya!

Kalian bakal menjalani cerita dalam game melalui sudut pandang 13 karakter yang dapat dimainkan. Jika satu karakter tewas, maka gamer dapat melanjutkan permainan memakai karakter lain. Perlu diperhatikan bahwa semua keputusan yang diambil bakal mempengaruhi dunia permainan serta perkembangan karakter. Sebagian bakal memahami lebih banyak tentang cerita; beberapa di antaranya bisa menghadapi fenomena supernatural lebih baik, dan lain sebagainya.

Hebatnya, The Presence yang dikendalikan oleh AI bakal mempelajari semua tindakan dan keputusan yang gamer ambil. Dengan begitu, ia akan beradaptasi dan memakai beragam metode untuk memburu karakter yang kita mainkan. Tanpa memiliki kemampuan untuk melawannya, gamer harus berpikir lebih keras untuk menghindari kejaran sang entitas jahat. [Aseek]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.