Take-Two Menuntut, Fan Project Red Dead Redemption pun Ditutup

454

Lewat Red Dead Redemption (RDR), Rockstar San Diego mengajak gamer untuk menjalani kerasnya kehidupan di dunia Wild West. Dirilis di PS3 dan Xbox 360 pada tahun 2010, game itu berhasil menuai sukses di pasaran. Namun, game yang dibintangi John Marston ini tidak pernah hadir di platform PC. Hal itulah yang mendorong modder Johnathan Wyckoff serta 10 rekannya, untuk memungkinkan hal tersebut melalui sebuah fan project. Sayang, usaha mereka kandas di akhir tahun 2019 lalu.

Take-Two Interactive selaku perusahaan induk Rockstar Games, melayangkan tuntutan pada Wyckoff untuk menghentikan fan project yang tengah digarapnya. Alasannya, karena sang modder berencana merilis Red Dead Redemption ke platform lain; hal yang belum pernah dilakukan oleh Take-Two sendiri. Tidak hanya itu, mereka juga mempermasalahkan perubahan visual yang dilakukan pada RDR.

Sekadar info, lewat “Red Dead Redemption Damned Enhancement Project,” Wyckoff hendak meningkatkan kualitas grafis dari permainan itu. Namun, ia melakukannya dengan jalan (salah satunya) mengimpor seluruh map dari RDR ke game Red Dead Redemption 2. Hal itulah yang dipermasalahkan oleh Take-Two, karena Wyckoff telah melakukan perubahan konten permainan secara ilegal.

Selain itu, Take-Two juga menyatakan bahwa Wyckoff dan rekan-rekannya memperoleh keuntungan dari fan project mereka. Memang, saat membuat Damned Enhancement Project, mereka menerima donasi melalui Patreon dan Streamlabs. Namun, mendapat sumbangan dari gamer untuk membiayai proyeknya, merupakan hal lumrah bagi seorang mod creator.

Memilih untuk mengalah, Wyckoff (melalui GTAForums) mengumumkan bahwa ia membatalkan fan project yang tengah dikembangkan. Hingga kini, belum diketahui bagaimana kelanjutan dari kasus ini. [Aseek]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.