Resident Evil Requiem membawa seri horor milik Capcom kembali menuju akar yang membesarkan namanya. Raccoon City kembali menjadi pusat perhatian, tetapi kota tersebut tidak lagi tampil seperti tempat yang pernah dijelajahi Leon S. Kennedy dan Jill Valentine pada 1998. Ledakan dan serangan rudal telah meninggalkan puing, gedung runtuh, jalan mati, serta rahasia yang belum sepenuhnya terkubur.

Capcom mempertemukan dua karakter dengan kemampuan sangat berbeda. Grace Ashcroft merupakan analis intelijen FBI yang lebih terbiasa memeriksa informasi daripada menghadapi wabah. Leon S. Kennedy hadir sebagai agen senior yang sudah berkali kali berhadapan dengan senjata biologis.

Perbedaan keduanya menjadi dasar permainan. Bagian Grace mengutamakan rasa takut, keterbatasan barang, penyelidikan, dan pilihan untuk melawan atau melarikan diri. Bagian Leon bergerak lebih cepat melalui baku tembak, serangan jarak dekat, tangkisan, serta penggunaan senjata musuh.

Kasus Kematian Misterius Membawa Grace ke Hotel Terbengkalai

Cerita bermula ketika sebuah mayat ditemukan di hotel kosong di wilayah Midwest, Amerika Serikat. Kasus tersebut berkaitan dengan rangkaian kematian aneh yang terjadi di beberapa tempat.

FBI menugaskan Grace Ashcroft untuk memeriksa lokasi. Penugasan itu terasa pribadi karena hotel tersebut merupakan tempat ibunya, Alyssa Ashcroft, dibunuh delapan tahun sebelumnya.

Grace Ashcroft Bukan Agen Lapangan Berpengalaman

Grace bekerja sebagai analis intelijen. Ia memiliki kemampuan konsentrasi tinggi, teliti saat memeriksa bukti, serta mampu menghubungkan informasi yang terlihat tidak berkaitan.

Kematian ibunya membuat Grace menjadi pribadi tertutup. Ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan pekerjaan daripada berbicara mengenai luka yang masih disimpan.

Keputusannya datang seorang diri ke hotel memperlihatkan bahwa ia ingin mengetahui kebenaran. Namun, Grace segera menyadari bahwa kasus tersebut bukan pembunuhan biasa.

Lorong gelap, ruangan kosong, darah, dan tanda infeksi membawa Grace menuju persoalan yang jauh lebih besar. Ia tidak membawa pengalaman tempur seperti Leon sehingga setiap pertemuan dengan musuh terasa berbahaya.

Polisi yang Hilang Memancing Keterlibatan Leon

Situasi berubah ketika seorang petugas kepolisian dinyatakan hilang di hotel yang sama. Leon S. Kennedy kemudian dikirim untuk menyelidiki kasus tersebut.

Leon sudah mengenal pola wabah, eksperimen rahasia, serta usaha menutupi keterlibatan perusahaan besar. Ia tidak datang sebagai polisi muda yang kebingungan seperti saat memasuki Raccoon City pada hari pertama bekerja.

Pengalaman panjang membuat Leon lebih cepat memahami tanda bahaya. Namun, kasus ini memaksanya kembali berhadapan dengan kejadian 1998 yang membentuk seluruh kehidupannya.

Alyssa Ashcroft Menghubungkan Requiem dengan Resident Evil Outbreak

Nama Ashcroft tidak sepenuhnya baru bagi penggemar lama. Alyssa Ashcroft merupakan salah satu penyintas dari Resident Evil Outbreak, gim yang memperlihatkan kehancuran Raccoon City melalui sudut pandang warga biasa.

Alyssa bekerja sebagai reporter dan terus menyelidiki Umbrella setelah berhasil meninggalkan kota. Kegigihannya mencari kebenaran membuat ia berhadapan dengan pihak yang ingin rahasia perusahaan tetap tersembunyi.

Alyssa Terus Menyelidiki Umbrella

Setelah kehancuran Raccoon City, pemerintah dan berbagai organisasi mencoba mengendalikan informasi mengenai wabah. Banyak bukti hancur bersama kota, sedangkan pihak yang terlibat berusaha menghilangkan jejak.

Alyssa tidak berhenti bekerja sebagai jurnalis. Ia terus mencari dokumen, saksi, serta hubungan antara Umbrella dengan berbagai kejadian setelah insiden 1998.

Penyelidikan tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan kematiannya. Grace kemudian mewarisi persoalan yang selama bertahun tahun tidak pernah diselesaikan.

Beberapa pertanyaan penting yang menggerakkan perjalanan Grace meliputi:

  1. Siapa yang membunuh Alyssa di hotel
  2. Mengapa lokasi pembunuhan kembali menghasilkan korban
  3. Apa hubungan hotel dengan Umbrella
  4. Mengapa polisi yang memeriksa lokasi ikut menghilang
  5. Siapa yang meneruskan penelitian virus setelah Umbrella runtuh
  6. Mengapa Grace dipilih untuk menangani kasus tersebut

Kebenaran mengenai Alyssa menjadi jembatan antara tragedi keluarga dan sejarah Raccoon City.

Grace Harus Menghadapi Masa Lalu Ibunya

Grace tidak hanya mencari pelaku pembunuhan. Ia juga harus memahami sisi kehidupan Alyssa yang sebelumnya tidak diketahui.

Catatan, rekaman, dan bukti lama memperlihatkan bahwa ibunya menyimpan banyak informasi berbahaya. Grace perlahan mengetahui alasan Alyssa terus mengejar Umbrella meski risikonya sangat besar.

Penyelidikan tersebut membuat Grace mempertanyakan keputusan orang di sekitarnya. Ia harus menentukan siapa yang dapat dipercaya ketika informasi dari FBI, polisi, dan saksi tidak selalu sesuai.

Leon Kembali sebagai Agen Senior Pemburu Bioteror

Leon S. Kennedy menjadi tokoh kedua yang dapat dimainkan. Ia telah melewati berbagai wabah, operasi penyelamatan, penculikan, serta serangan bioteror sejak lolos dari Raccoon City.

Dalam Requiem, Leon bekerja sebagai agen DSO. Usianya dan pengalamannya membuat ia jauh lebih tenang ketika menghadapi zombie maupun makhluk hasil eksperimen.

Leon Masih Membawa Luka dari Raccoon City

Walau sudah menghadapi banyak kejadian, Leon tidak pernah benar benar terlepas dari kota tersebut. Raccoon City merupakan tempat ia kehilangan kehidupan normal dan mengetahui kekejaman Umbrella.

Kembalinya Leon ke puing kota memaksanya melihat kembali lokasi yang pernah dihuni ribuan orang. Gedung yang hancur dan jalan yang tertutup bukan sekadar arena pertempuran baginya.

Ia mengingat warga yang gagal diselamatkan, rekan yang meninggal, dan keputusan pemerintah menghancurkan kota. Kasus terbaru membuka kemungkinan bahwa pihak tertentu masih menggunakan penelitian yang berasal dari tragedi itu.

Gaya Bertarung Leon Lebih Agresif

Leon membawa berbagai senjata api serta kapak yang dapat digunakan dalam pertarungan jarak dekat. Ia mampu menangkis serangan, menyerang musuh secara fisik, dan mengambil senjata yang dijatuhkan lawan.

Pemain diberi ruang lebih besar untuk menghadapi kelompok musuh secara langsung. Peluru tetap perlu dikelola, tetapi Leon mempunyai pilihan serangan lebih banyak dibanding Grace.

Kemampuan Leon mencakup:

  1. Menggunakan pistol, shotgun, rifle, dan senjata lain
  2. Menangkis serangan menggunakan kapak
  3. Melakukan serangan jarak dekat
  4. Memakai senjata milik musuh
  5. Mengatur perlengkapan melalui koper
  6. Memasang komponen peningkatan senjata
  7. Menggabungkan serangan api dan serangan fisik
  8. Memanfaatkan benda di sekitar arena

Bagian Leon memberikan jeda dari tekanan perlahan yang hadir dalam perjalanan Grace tanpa menghilangkan unsur pengelolaan persediaan.

Dua Karakter Menghasilkan Dua Pengalaman Permainan

Resident Evil Requiem tidak hanya mengganti karakter untuk keperluan cerita. Grace dan Leon memiliki sistem serta tempo permainan yang dirancang berbeda.

Perpindahan antara keduanya membuat pemain harus mengubah kebiasaan. Cara yang berhasil saat memakai Leon belum tentu aman ketika mengendalikan Grace.

Grace Mengandalkan Keterbatasan dan Pengamatan

Jumlah barang yang bisa dibawa Grace terbatas. Ia harus memilih amunisi, bahan penyembuh, perlengkapan pembuatan barang, dan benda penting dengan hati hati.

Grace tidak selalu mampu menghabisi seluruh musuh dalam satu area. Pemain perlu mengamati jalur, perilaku lawan, serta tempat yang dapat dipakai untuk menghindar.

Keputusan melawan atau lari menjadi bagian penting. Menghabiskan persediaan pada satu zombie bisa menyulitkan ketika Grace masuk ke ruangan berikutnya.

Bagian Grace lebih menekankan:

  1. Menjelajahi ruangan secara perlahan
  2. Mencari petunjuk dan kode
  3. Menghindari musuh yang terlalu kuat
  4. Mengatur ruang penyimpanan
  5. Menentukan waktu menggunakan amunisi
  6. Mengingat jalur kembali
  7. Membuka pintu melalui teka teki
  8. Memakai suara untuk mengetahui posisi lawan

Ruang sempit dan pencahayaan terbatas membuat pemain sulit mengetahui apa yang menunggu di balik pintu.

Darah Musuh Bisa Dipakai untuk Membuat Barang

Grace mempunyai sistem pembuatan barang yang berkaitan dengan darah musuh terinfeksi. Bahan tersebut dapat digunakan untuk membuat amunisi, perlengkapan, dan injektor khusus.

Injektor memberi Grace cara untuk menjatuhkan lawan dengan satu serangan apabila digunakan secara tepat. Jumlahnya tidak selalu banyak sehingga pemain harus memilih sasaran dengan teliti.

Sistem darah membuat pertempuran memiliki hubungan dengan persediaan. Menghadapi satu musuh dapat memberikan bahan, tetapi proses mendapatkannya juga menghabiskan peluru atau barang penyembuh.

Grace perlu menghitung apakah hadiah yang diperoleh sebanding dengan risiko. Pilihan tersebut membuat pencarian bahan terasa menyatu dengan usaha bertahan hidup.

Leon Membawa Koper Perlengkapan

Leon kembali memakai sistem koper yang memungkinkan pemain menyusun senjata, peluru, obat, dan benda lain dalam ruang berbentuk kotak.

Barang memiliki ukuran berbeda. Senjata besar memakan lebih banyak ruang, sedangkan amunisi dan tanaman dapat ditempatkan pada celah kecil.

Pemain dapat memutar barang agar seluruh perlengkapan muat. Pengaturan yang rapi memberi Leon ruang untuk membawa senjata tambahan tanpa membuang bahan penting.

Senjata juga dapat ditingkatkan melalui komponen tertentu. Pemain bisa memperkuat daya tembak, kapasitas amunisi, kestabilan, atau kecepatan penggunaan sesuai kebutuhan.

Sudut Pandang Bisa Diganti Kapan Saja

Capcom memberikan pilihan sudut pandang orang pertama dan orang ketiga untuk Grace maupun Leon. Pemain tidak dipaksa menggunakan satu kamera sepanjang perjalanan.

Pilihan tersebut mengubah cara lingkungan dan musuh terlihat. Kamera orang pertama membuat ruang terasa lebih sempit, sedangkan orang ketiga memberi pandangan lebih luas terhadap posisi karakter.

Kamera Orang Pertama Memperkuat Rasa Terjebak

Dalam sudut pandang orang pertama, pemain melihat langsung melalui mata karakter. Musuh yang muncul dari samping atau belakang menjadi lebih sulit diketahui.

Ruangan gelap terasa semakin menekan karena pandangan terbatas pada arah senter. Detail luka, darah, dan wajah musuh juga terlihat dari jarak dekat.

Kamera ini sangat sesuai untuk bagian Grace yang berfokus pada ketakutan dan keterbatasan. Setiap pintu yang dibuka terasa berisiko karena pemain tidak dapat melihat seluruh sudut ruangan.

Kamera Orang Ketiga Memberi Pandangan Lebih Luas

Sudut pandang orang ketiga menempatkan kamera di belakang karakter. Pemain dapat melihat tubuh Grace atau Leon serta sebagian lingkungan di sekelilingnya.

Kamera ini membantu ketika menghadapi beberapa musuh, menghindari serangan, atau menggunakan pertempuran jarak dekat. Gerakan Leon juga terlihat lebih jelas saat menangkis dan menyerang.

Kebebasan mengganti kamera membuat pemain dapat menyesuaikan pengalaman berdasarkan area. Sudut orang pertama bisa dipakai saat menjelajah, kemudian diganti menjadi orang ketiga ketika pertempuran mulai ramai.

Raccoon City Kembali dalam Keadaan Hancur

Salah satu daya tarik terbesar Requiem adalah kembalinya Raccoon City. Kota tersebut dihancurkan pemerintah untuk menghentikan penyebaran T Virus, tetapi puingnya ternyata belum sepenuhnya ditinggalkan.

Bangunan retak, jalan tertutup, dan bekas serangan rudal menciptakan lingkungan yang sangat berbeda dari Resident Evil 2 maupun Resident Evil 3.

Puing Kota Menyimpan Bukti yang Belum Hilang

Pemerintah mungkin telah menghancurkan permukaan kota, tetapi fasilitas bawah tanah, tempat perlindungan, laboratorium, dan arsip tertentu masih dapat bertahan.

Grace dan Leon harus memasuki kawasan yang selama puluhan tahun dianggap terlarang. Setiap ruangan berpotensi menyimpan bukti mengenai Umbrella dan pihak yang mengambil alih penelitiannya.

Lokasi tersebut juga memberi Capcom kesempatan menghadirkan tempat yang dikenal pemain lama dalam bentuk baru. Jalan atau bangunan tertentu mungkin masih dapat dikenali melalui susunan reruntuhannya.

Pusat Perawatan Dipenuhi Zombie

Selain hotel dan puing Raccoon City, pemain mengunjungi pusat perawatan jangka panjang yang sudah dikuasai zombie. Tempat tersebut memiliki kamar pasien, lorong medis, ruang penyimpanan, dan fasilitas pengobatan.

Lingkungan semacam ini cocok dengan gaya permainan Grace. Lorong sempit membatasi jalur lari, sedangkan pintu kamar dapat menyembunyikan musuh atau perlengkapan.

Pusat perawatan juga berkaitan dengan seorang anak bernama Emily. Grace menemukannya dalam keadaan terperangkap, pucat, dan sangat kurus. Keberadaan Emily menimbulkan pertanyaan mengenai eksperimen yang berlangsung di tempat tersebut.

Victor Gideon Menjadi Tersangka Utama

Victor Gideon disebut sebagai tersangka utama dalam rangkaian kematian di Amerika Serikat. Ia pernah terlibat dalam penelitian T Virus ketika bekerja untuk Umbrella.

Riwayat tersebut membuat Gideon menjadi penghubung langsung antara kasus modern dan insiden Raccoon City. Pengetahuannya dapat dipakai untuk menciptakan variasi virus atau meneruskan eksperimen yang sebelumnya dihentikan.

Gideon Mengetahui Rahasia Umbrella

Sebagai mantan peneliti, Gideon memahami cara kerja virus, proses perubahan tubuh, serta kelemahan sistem keamanan Umbrella.

Ia juga mengetahui siapa saja yang membawa data perusahaan setelah keruntuhannya. Informasi seperti itu membuat dirinya berharga bagi organisasi bioteror maupun pemerintah.

Grace perlu menemukan bukti sebelum menuduhnya. Sementara itu, Leon mempunyai alasan untuk menganggap Gideon sebagai ancaman yang harus segera dihentikan.

Nathan Dempsy Mengirim Grace ke Lokasi

Nathan Dempsy merupakan atasan Grace di FBI. Ia mengetahui bahwa Grace masih terganggu oleh kematian ibunya, tetapi tetap memberikan kasus yang berhubungan dengan hotel.

Keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan. Nathan mungkin percaya kemampuan analisis Grace merupakan pilihan terbaik, tetapi penugasan itu juga membawa risiko emosional besar.

Grace harus menilai apakah atasannya benar benar ingin kasus selesai atau memiliki alasan lain. Hubungan mereka memberi lapisan tambahan pada penyelidikan FBI.

Visual RE Engine Membuat Ekspresi Terlihat Sangat Rinci

Resident Evil Requiem dikembangkan menggunakan RE Engine. Teknologi ini memungkinkan Capcom menampilkan kulit, rambut, air mata, pencahayaan, dan perubahan ekspresi secara terperinci.

Wajah Grace menjadi unsur penting karena ketakutannya terlihat langsung. Napas, tatapan mata, dan gerakan kecil memperlihatkan keadaan karakter tanpa harus selalu dijelaskan melalui dialog.

Pencahayaan Menjadi Bagian dari Teror

Cahaya tidak hanya dipakai untuk memperindah ruangan. Senter, lampu darurat, api, serta bayangan membantu menyembunyikan atau memperlihatkan ancaman.

Beberapa ruangan hanya memiliki satu sumber cahaya. Musuh dapat bergerak di luar jangkauan senter dan baru terlihat ketika sudah berada sangat dekat.

Permukaan basah, kaca, logam, serta darah memantulkan cahaya secara berbeda. Detail tersebut membuat lokasi terasa nyata sekaligus tidak nyaman.

Audio Membantu Menemukan Ancaman

Suara langkah, pintu, tarikan napas, dan benda jatuh memberi petunjuk mengenai keadaan sekitar. Pemain perlu mendengarkan sebelum memasuki ruangan baru.

Bagian Grace memakai kesunyian untuk meningkatkan tekanan. Sementara itu, bagian Leon menghadirkan suara senjata, teriakan, dan benturan yang lebih kuat.

Perbedaan audio ikut memisahkan identitas kedua karakter. Pemain dapat langsung merasakan perubahan tempo ketika permainan berpindah dari Grace menuju Leon.

Penjualan Requiem Melesat dalam Waktu Singkat

Resident Evil Requiem langsung memperoleh perhatian besar setelah dirilis. Capcom mencatat penjualannya melampaui enam juta unit hanya dalam beberapa pekan.

Data perusahaan hingga 31 Maret 2026 kemudian menunjukkan angka sekitar 6,9 juta unit. Pencapaian tersebut menempatkan Requiem di antara judul terlaris Capcom dalam waktu sangat singkat.

Dukungan Tambahan Sudah Disiapkan Capcom

Capcom menyatakan akan melanjutkan dukungan dan menyiapkan isi tambahan. Perusahaan belum membuka seluruh rencana tersebut secara terperinci.

Pembaruan yang sudah dirilis berfokus pada perbaikan masalah kecil dan penyesuaian tingkat kesulitan. Demo gratis juga tersedia bagi pemain yang ingin mencoba bagian Grace dan Leon sebelum membeli versi penuh.

Versi Nintendo Switch 2 memperoleh dukungan amiibo Grace dan Leon. Kedua figur tersebut dijadwalkan tersedia pada 30 Juli 2026.

Leon Must Die Forever Menambah Ujian Setelah Cerita

Salah satu isi tambahan yang telah mendapat penyesuaian adalah minigame Leon Must Die Forever. Pembaruan terbaru mengurangi kesulitan pada Rank 1 dan Rank 2 agar tahap awalnya lebih seimbang.

Mode tersebut memberi alasan kepada pemain untuk terus memakai sistem pertarungan Leon setelah menyelesaikan perjalanan utama. Penguasaan tangkisan, kapak, senjata api, dan pengaturan koper menjadi lebih penting ketika tantangan meningkat.

Capcom masih memiliki ruang untuk menambah kostum, tantangan, senjata, atau bagian permainan lain. Dengan Grace dan Leon membawa sistem berbeda, isi tambahan dapat dikembangkan untuk pemain yang menyukai horor perlahan maupun aksi cepat.

Leave a comment