Nama BTR Microboy tidak dapat dipisahkan dari periode kejayaan Bigetron Red Aliens di kompetisi PUBG Mobile. Bersama Zuxxy, Luxxy, dan Ryzen, pemain bernama lengkap Nizar Lugatio Pratama tersebut membantu tim Indonesia merebut gelar dunia serta menjadi kekuatan yang disegani di kawasan Asia.

Microboy tidak memperoleh popularitas hanya karena berada dalam roster bertabur bintang. Ia menjalankan pekerjaan yang sering luput dari sorotan, mulai dari menjaga kestabilan formasi, membawa perlengkapan pendukung, memberikan informasi, membantu rekan yang terjatuh, hingga memastikan rusher tidak menyerang sendirian.

Perjalanan kariernya kemudian membawa Microboy meninggalkan Bigetron dan bergabung dengan EVOS Reborn. Ia berkembang dari seorang support menjadi pemimpin permainan, lalu memperkuat Persija EVOS sebelum beralih ke kegiatan sebagai talent bersama Talon Esports.

Pada Agustus 2026, Microboy tidak tercatat dalam roster kompetitif aktif sebuah tim. Talon sebelumnya memperkenalkannya sebagai talent pada Februari 2024, kemudian divisi PUBG Mobile organisasi tersebut dibubarkan pada November 2025. Catatan kompetitif terakhir masih mengenalnya sebagai pemain yang pernah terhubung dengan Talon, tetapi kini sedang tidak memiliki tim.

Biodata Lengkap BTR Microboy

Microboy lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 19 Juni 1999. Usianya telah mencapai 27 tahun pada Agustus 2026. Selama berkarier sebagai pemain, ia dikenal melalui posisi support dan in game leader.

Berikut biodata singkat BTR Microboy:

  1. Nama lengkap: Nizar Lugatio Pratama
  2. Nama kompetitif: Microboy
  3. Nama panggilan lain: Mcboy, Microvok, dan Coboy
  4. Tempat lahir: Semarang, Jawa Tengah
  5. Tanggal lahir: 19 Juni 1999
  6. Usia pada Agustus 2026: 27 tahun
  7. Kebangsaan: Indonesia
  8. Gim utama: PUBG Mobile
  9. Peran utama: Support dan in game leader
  10. Tim terkenal: Bigetron Red Aliens dan EVOS Reborn
  11. Tim lain: Persija EVOS
  12. Organisasi terakhir: Talon Esports sebagai talent

Sebutan BTR Microboy masih sering digunakan penggemar meski ia telah lama meninggalkan Bigetron. Nama tersebut terlanjur melekat melalui berbagai trofi yang diraih bersama Red Aliens, terutama PMCO Fall Split Global Finals 2019 dan PMWL East Season Zero 2020.

Karier Microboy Bermula dari Bigetron ION

Sebelum masuk ke roster utama Bigetron Red Aliens, Microboy terlebih dahulu berkembang bersama Bigetron ION pada 2019. Ia bermain bersama Rahmadz, Pege, dan Santoos dalam skuad yang menjadi tempat pengembangan pemain PUBG Mobile milik Bigetron.

Perjalanan bersama ION tidak berlangsung lama karena tim tersebut kemudian dibubarkan. Akan tetapi, kemampuan Microboy telah menarik perhatian manajemen dan pemain tim utama. Kesempatan naik menuju Bigetron Red Aliens akhirnya terbuka ketika organisasi membutuhkan pemain yang dapat menjaga keseimbangan skuad.

Microboy pernah menceritakan bahwa penghasilan pertamanya sebagai pemain profesional berada di kisaran Rp3 juta. Nilai tersebut menjadi langkah awal sebelum namanya dikenal luas dan tampil dalam turnamen dengan hadiah ratusan ribu dolar AS.

Promosi ke Red Aliens Mengubah Jalur Kariernya

Masuknya Microboy melengkapi susunan Bigetron Red Aliens yang berisi Zuxxy, Luxxy, dan Ryzen. Keempatnya mempunyai kemampuan individu tinggi, tetapi kekuatan utama mereka terletak pada pembagian tugas yang jelas.

Zuxxy banyak mengambil keputusan mengenai rotasi dan posisi. Luxxy menjaga sudut tembak serta memberikan serangan jarak jauh. Ryzen menjadi rusher utama yang menekan pertahanan musuh. Microboy berada di antara seluruh tugas tersebut dengan memastikan informasi, perlengkapan, dan bantuan selalu tersedia.

Posisinya membuat Red Aliens lebih stabil. Ketika Ryzen bergerak terlalu jauh, Microboy membantu menutup jarak. Saat Luxxy atau Zuxxy menerima serangan, ia siap memberikan perlindungan atau melakukan pertolongan.

Peran Support Microboy Tidak Sekadar Membawa Obat

Dalam PUBG Mobile profesional, support bukan pemain yang hanya mengumpulkan perlengkapan penyembuhan. Posisi tersebut membutuhkan pemahaman menyeluruh terhadap keadaan tim, jumlah sumber daya, kondisi kendaraan, dan arah serangan lawan.

Microboy harus mengetahui anggota mana yang kekurangan peluru, siapa yang memerlukan granat asap, serta posisi rekan yang paling mungkin menerima serangan. Ia juga bertugas memastikan tim tidak kehilangan terlalu banyak sumber daya setelah melewati satu pertempuran.

Kemampuan tersebut membuat Microboy sering dijuluki sebagai salah satu support terbaik dari Indonesia. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan East Combat Medic pada PMWL East Season Zero 2020.

Combat Medic Menjadi Gambaran Permainannya

Gelar Combat Medic menunjukkan tingginya kontribusi Microboy dalam menyelamatkan rekan. Di level profesional, proses menghidupkan anggota yang terjatuh membutuhkan perhitungan karena lawan dapat melempar granat atau langsung melakukan serbuan.

Microboy harus memilih apakah tim masih mempunyai waktu untuk melakukan pertolongan. Ia juga perlu menyiapkan asap, menutup sudut musuh, serta memastikan pemain lain tetap memberikan tembakan balasan.

Kemampuan menyelamatkan rekan sangat penting dalam sistem perolehan poin PUBG Mobile. Satu pemain yang berhasil kembali bertarung dapat membantu tim memperoleh eliminasi tambahan atau bertahan hingga posisi akhir yang lebih tinggi.

Gelar Dunia PMCO 2019 Mengangkat Nama Microboy

Pencapaian terbesar dalam karier Microboy hadir pada PUBG Mobile Club Open Fall Split Global Finals 2019. Turnamen yang berlangsung di Kuala Lumpur tersebut mempertemukan 16 tim terbaik dari berbagai kawasan.

Bigetron Red Aliens tampil sangat dominan. Mereka mengumpulkan 303 poin dari 16 pertandingan dan meraih lima Winner Winner Chicken Dinner. Perolehan itu membawa tim Indonesia berdiri di peringkat pertama dengan jarak lebih dari 100 poin dari pesaing terdekat.

Microboy membantu menjaga susunan Red Aliens selama rangkaian final. Ia tidak harus menjadi pemain dengan jumlah eliminasi tertinggi karena tugasnya adalah memastikan tiga rekannya dapat menjalankan fungsi masing masing.

Empat Pemain dengan Pembagian Tugas yang Saling Melengkapi

Kekuatan Red Aliens pada 2019 berasal dari kemampuan menyerang tanpa kehilangan kendali. Ryzen dapat masuk ke posisi lawan karena memperoleh perlindungan dari Luxxy dan Zuxxy. Microboy bergerak di belakang untuk menjaga kemungkinan serangan dari sisi lain.

Apabila rencana awal gagal, ia sering menjadi pemain yang memperbaiki keadaan. Microboy dapat menghidupkan rekan, menyimpan kendaraan, mengamankan bangunan, atau mengulur waktu sampai anggota lain kembali siap bertarung.

Gelar dunia tersebut menjadikan formasi Zuxxy, Luxxy, Ryzen, dan Microboy sebagai salah satu roster paling terkenal dalam sejarah PUBG Mobile. Bigetron tidak sekadar menjadi juara, tetapi memperlihatkan permainan yang tersusun rapi sejak pendaratan hingga zona terakhir.

Tahun 2020 Menjadi Periode Penuh Trofi

Setelah menjadi juara PMCO, Bigetron menghadapi tekanan yang lebih besar. Semua lawan mulai mempelajari lokasi pendaratan, jalur kendaraan, dan cara Red Aliens memasuki zona.

Meski menghadapi persaingan yang semakin ketat, Microboy dan rekan setimnya tetap meraih berbagai gelar pada 2020. Mereka menjuarai PMPL Indonesia Season 1, PUBG Mobile World League East Season Zero, serta PMPL SEA Season 2.

Deretan gelar tersebut menjadi bagian penting dari prestasi Microboy ketika ia kemudian diperkenalkan dalam roster Persija EVOS pada 2023.

PMWL East Mempertegas Kualitasnya sebagai Support Dunia

PMWL East Season Zero menjadi salah satu kompetisi paling penting bagi Red Aliens. Turnamen tersebut berlangsung panjang dan mempertemukan tim terkuat dari kawasan Timur.

Bigetron akhirnya keluar sebagai juara. Pada turnamen yang sama, Microboy memperoleh pengakuan sebagai East Combat Medic.

Penghargaan individual itu memperlihatkan bahwa pekerjaan support juga dapat memperoleh sorotan. Microboy membuktikan bahwa nilai seorang pemain tidak hanya dinilai dari eliminasi. Kecepatan memberi bantuan dan kemampuan menjaga jumlah anggota tetap lengkap memiliki nilai yang sama besar.

PMGC Season Zero Menjadi Turnamen Terakhirnya Bersama Bigetron

Bigetron melanjutkan perjalanan menuju PUBG Mobile Global Championship Season Zero. Red Aliens datang sebagai salah satu favorit setelah menjuarai PMWL East dan menguasai sejumlah kompetisi regional.

Dalam fase liga PMGC, Microboy sempat kembali mendapat sorotan melalui permainan yang stabil. Namanya muncul sebagai salah satu pemain unggulan pada pekan pertama ketika Bigetron berada di posisi atas.

Namun, PMGC juga menjadi kompetisi terakhir Microboy bersama Bigetron. Seusai turnamen, ia resmi berpisah dengan organisasi yang telah membawanya menjadi juara dunia.

Keputusan tersebut mengejutkan komunitas karena formasi Red Aliens telah menjadi simbol kekuatan PUBG Mobile Indonesia. Microboy sempat mempertimbangkan berhenti bertanding sebelum menerima tawaran dari EVOS Esports.

Bergabung dengan EVOS Reborn untuk Membangun Tim Baru

Microboy diperkenalkan sebagai pemain EVOS pada awal 2021. Ia bergabung dengan RedFace, Auro, Lyzerg, KF, serta pelatih S1nyo dalam skuad yang kemudian dikenal sebagai EVOS Reborn.

Perpindahan ini memberikan tantangan berbeda. Di Bigetron, Microboy berada dalam sistem yang telah terbentuk bersama Zuxxy, Luxxy, dan Ryzen. Di EVOS, ia harus membantu membangun komunikasi serta susunan permainan dari awal.

EVOS juga memberikan tanggung jawab kepemimpinan kepadanya. Microboy tidak lagi hanya mengurus perlengkapan dan pertolongan. Ia turut mengarahkan rotasi, menentukan pilihan pertempuran, serta menjaga ketenangan rekan setim.

DGL 2021 Menjadi Trofi Penting Bersama EVOS

Perjalanan awal EVOS Reborn sempat menghasilkan penampilan yang naik turun. Mereka mampu tampil kuat pada musim reguler PMPL Indonesia Season 3, tetapi terpuruk di fase final.

Skuad tersebut kemudian bangkit dan menjuarai Dunia Games League 2021 dengan perolehan 168 poin. Gelar itu menjadi trofi penting bagi Microboy karena diraih bersama organisasi baru setelah meninggalkan Red Aliens.

EVOS Reborn juga menjadi runner up PMPL SEA Season 3. Pada 2022, mereka finis di posisi kedua PMPL Indonesia Spring dan melanjutkan perjalanan menuju PMPL Southeast Asia Championship.

Microboy Menjalankan Tugas sebagai In Game Leader

Perjalanan bersama EVOS memperluas kemampuan Microboy. Ia mulai dikenal bukan hanya sebagai support, tetapi juga sebagai in game leader yang mempunyai pembawaan tenang.

Pemimpin permainan harus membuat keputusan berdasarkan informasi yang terbatas. Microboy perlu memperkirakan jalur yang aman, lokasi tim lawan, ketersediaan kendaraan, serta kemungkinan zona bergerak ke arah tertentu.

Ia juga harus menerima tanggung jawab ketika keputusan tidak berjalan sesuai rencana. Peran ini berbeda dari support murni karena seluruh pemain menunggu arahan sebelum bergerak.

Gaya Kepemimpinan yang Tenang dan Komunikatif

Microboy dikenal mempunyai kepribadian santai dan sering bercanda. Namun, ketika pertandingan dimulai, komunikasi harus tetap singkat serta jelas.

Pembawaan semacam itu membantu menjaga suasana tim ketika hasil pertandingan memburuk. Satu ronde yang gagal tidak boleh merusak konsentrasi untuk pertandingan berikutnya.

Pada akhir 2022, EVOS mulai mengubah susunan kepemimpinannya. Pembahasan mengenai pengganti Microboy sebagai in game leader menunjukkan bahwa perannya selama berada di EVOS memang lebih luas daripada sekadar pemain pendukung.

Membela Indonesia di SEA Games Vietnam

Microboy mendapat kesempatan memperkuat Indonesia dalam nomor beregu PUBG Mobile pada SEA Games Vietnam yang berlangsung pada Mei 2022.

Ia masuk dalam tim Indonesia pertama bersama RedFace, Potato, Satar, dan Katou. Microboy kembali mengisi peran support dalam susunan tersebut.

Tim pertama Indonesia menyelesaikan final beregu di posisi keenam. Medali emas diraih oleh tim Indonesia kedua yang diperkuat Ryzen, Luxxy, GenFos, Jayden, dan SVAFEL.

Walau tidak mendapatkan medali, keikutsertaan Microboy menunjukkan kepercayaan tim nasional terhadap kemampuan serta pengalamannya. Ia dipilih dari banyak pemain profesional untuk menjadi bagian dari dua skuad Indonesia.

Persija EVOS Mempertemukannya dengan Rekan Lama

Pada Januari 2023, Persija Esports dan EVOS Esports membentuk kolaborasi untuk mengikuti PMPL Indonesia. Microboy dipertahankan bersama RedFace, lalu dipertemukan kembali dengan Zuxxy dan Luxxy.

Roster Persija EVOS juga diperkuat Miseryy dan Linxx dengan S1nyo sebagai pelatih. Pertemuan tersebut membuat tiga mantan anggota Red Aliens kembali berada dalam satu tim.

Persija EVOS akhirnya menjuarai PMPL Indonesia Fall 2023 setelah mengumpulkan 529 poin dan 11 Winner Winner Chicken Dinner. Microboy serta Luxxy lebih banyak digunakan sebagai pemain cadangan, sedangkan susunan utama diisi Zuxxy, Linxx, Miseryy, dan RedFace.

Supersub Tetap Mempunyai Peran dalam Persiapan Tim

Status pemain cadangan bukan berarti Microboy tidak terlibat dalam keberhasilan Persija EVOS. Pemain berpengalaman dapat membantu melalui latihan, evaluasi, dan persiapan strategi.

Microboy memahami cara bermain Zuxxy dan Luxxy sejak era Red Aliens. Ia juga mengenal RedFace serta S1nyo dari masa EVOS Reborn. Hubungan tersebut memudahkan komunikasi dalam skuad yang dihuni banyak pemain bintang.

Persija EVOS kemudian melaju hingga PMGC 2023. Meski Microboy tidak menjadi pilihan utama dalam seluruh pertandingan, gelar PMPL Indonesia Fall tetap tercatat sebagai bagian dari pencapaian timnya.

Beralih Menjadi Talent Bersama Talon Esports

Setelah kerja sama Persija dan EVOS berakhir, Talon Esports memasuki kompetisi PUBG Mobile Indonesia pada 2024. Organisasi tersebut merekrut sejumlah mantan anggota Persija EVOS, termasuk RedFace, Miseryy, dan Linxx.

Microboy juga bergabung, tetapi posisinya bukan sebagai pemain roster. Talon memperkenalkannya sebagai talent yang berfokus pada konten, siaran langsung, dan kegiatan pendukung komunitas.

Peralihan ini sesuai dengan popularitas Microboy di luar turnamen. Ia mempunyai gaya komunikasi yang santai dan mampu membahas pertandingan dari sudut pandang mantan juara dunia.

Status Microboy Setelah Talon Membubarkan Divisi PUBG Mobile

Microboy tercatat bersama Talon sebagai talent sejak 1 Februari 2024 hingga 1 November 2025. Pada tanggal tersebut, Talon membubarkan divisi PUBG Mobile dan seluruh anggota meninggalkan organisasi.

Hingga Agustus 2026, belum ditemukan pengumuman resmi mengenai klub kompetitif baru Microboy. Ia tetap aktif membahas PUBG Mobile melalui media sosial serta kegiatan komunitas, tetapi tidak masuk dalam roster turnamen utama yang terkonfirmasi.

Gaya Bermain Microboy yang Membuatnya Disegani

Kekuatan Microboy tidak selalu terlihat melalui statistik eliminasi. Permainannya lebih berhubungan dengan cara menjaga tim tetap lengkap, siap bertarung, dan mempunyai sumber daya yang cukup.

Beberapa ciri permainan Microboy meliputi:

  1. Cepat memberikan pertolonganMicroboy mampu menentukan waktu yang aman untuk menghidupkan rekan tanpa membuat seluruh tim ikut tereliminasi.
  2. Disiplin membawa perlengkapan pendukungGranat asap, obat, amunisi, dan perlengkapan lempar menjadi bagian penting dari barang bawaannya.
  3. Mampu menjaga jarak dengan rusherIa mengikuti pergerakan pemain depan tanpa berada terlalu dekat atau terlalu jauh.
  4. Tenang ketika tim terdesakPengalaman di turnamen dunia membantunya tetap berkomunikasi saat posisi tim sedang sulit.
  5. Dapat menjadi pemimpin permainanPerjalanan bersama EVOS membentuknya sebagai pemain yang mampu mengatur rotasi dan pilihan pertempuran.
  6. Memahami beberapa jenis senjataMicroboy pernah menyebut M416, DP 28, Mini 14, Thompson, dan SCAR L sebagai sejumlah senjata yang sering ia gunakan.

Kemampuan tersebut menjelaskan mengapa Microboy dapat bermain dengan beberapa susunan berbeda. Ia tidak membutuhkan seluruh serangan berpusat kepadanya. Kehadirannya justru membuat pemain lain lebih bebas menjalankan peran masing masing.

Daftar Prestasi Penting BTR Microboy

Microboy mempunyai koleksi prestasi dari tingkat nasional, Asia Tenggara, hingga dunia. Trofi terbesarnya diraih bersama Bigetron Red Aliens, sedangkan beberapa pencapaian lain diperoleh bersama EVOS Reborn dan Persija EVOS.

Berikut sejumlah prestasi penting Microboy:

  1. Juara Bubu Esports Tournament 2019
  2. Juara PMCO Fall Split League 2019
  3. Juara PMCO Fall Split Global Finals 2019
  4. Juara Dunia Games Pro League 2020
  5. Juara PMPL Indonesia Season 1
  6. Runner up PMPL SEA Season 1
  7. Juara PUBG Mobile World League East Season Zero
  8. Juara PMPL SEA Season 2
  9. East Combat Medic PMWL East Season Zero
  10. Runner up PMPL SEA Season 3
  11. Juara Dunia Games League 2021
  12. Runner up Piala Presiden Esports 2021
  13. Runner up PMPL Indonesia Spring 2022
  14. Juara PMPL Indonesia Fall 2023 bersama Persija EVOS

Daftar tersebut memperlihatkan perjalanan Microboy melewati beberapa bentuk persaingan. Ia pernah menjadi pemain utama dalam roster juara dunia, pemimpin tim baru, wakil Indonesia, pemain cadangan berpengalaman, hingga talent organisasi internasional.

Fakta Menarik tentang BTR Microboy

Di luar turnamen, terdapat sejumlah fakta yang membuat Microboy mudah dikenali oleh penggemar PUBG Mobile Indonesia.

  1. Ia berasal dari Semarang, Jawa Tengah
  2. Microboy memulai perjalanan profesional bersama Bigetron ION
  3. Penghasilan pertamanya sebagai pemain disebut sekitar Rp3 juta
  4. Ia naik menuju roster utama Bigetron Red Aliens pada 2019
  5. Microboy menjadi juara dunia PMCO pada tahun pertamanya bersama Red Aliens
  6. Ia dikenal sebagai support dan Combat Medic
  7. Ia pernah berencana berhenti sebelum menerima tawaran EVOS
  8. Microboy berkembang menjadi in game leader di EVOS Reborn
  9. Ia pernah memperkuat tim nasional Indonesia
  10. Ia kembali satu tim dengan Zuxxy dan Luxxy di Persija EVOS
  11. Bersama Persija EVOS, ia lebih sering ditempatkan sebagai supersub
  12. Ia bergabung dengan Talon Esports sebagai talent, bukan pemain utama
  13. Julukan Microvok muncul karena gaya bicaranya yang aktif
  14. Sebutan BTR Microboy tetap populer meski ia meninggalkan Bigetron sejak 2021

Nama BTR Microboy Tetap Melekat karena Era Red Aliens

Bagi penggemar lama, nama Microboy selalu mengingatkan pada susunan Bigetron Red Aliens yang menjadi juara dunia. Ia mungkin tidak selalu menghasilkan eliminasi sebanyak Ryzen, tetapi kontribusinya menjaga empat pemain tetap bertarung menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.

Zuxxy, Luxxy, Ryzen, dan Microboy mempunyai fungsi berbeda yang saling menopang. Ketika salah satu bagian hilang, keseimbangan tim ikut berubah. Hal itu terlihat setelah Microboy meninggalkan Bigetron dan mencoba membangun sistem baru bersama EVOS.

Perjalanannya memperlihatkan bahwa posisi support bukan tugas kecil. Microboy berhasil mengubah pekerjaan yang sering berada di balik layar menjadi identitas kuat, bahkan membuatnya mendapat pengakuan sebagai Combat Medic dalam kompetisi internasional.

Leave a comment