Call of Duty®: Modern Warfare® III hadir sebagai kelanjutan langsung Modern Warfare II dan membawa kembali Task Force 141 ke medan tempur dengan ancaman yang jauh lebih besar. Game ini menempatkan Vladimir Makarov sebagai lawan utama, sosok ultranasionalis yang memaksa Captain Price, Ghost, Soap, Gaz, dan anggota tim lainnya bergerak di tengah rangkaian operasi militer berisiko tinggi. Modern Warfare III dirilis pada 10 November 2023 untuk PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X dan Series S, Xbox One, serta PC. Sledgehammer Games menjadi salah satu studio utama di balik pengembangannya dengan dukungan Infinity Ward dan Treyarch pada bagian tertentu.

Alih alih hanya mengandalkan campaign sinematik seperti seri sebelumnya, Modern Warfare III mencoba memperluas pilihan pemain lewat Open Combat Missions. Di sisi lain, multiplayer menghidupkan kembali seluruh 16 map peluncuran Modern Warfare 2 tahun 2009 dalam versi yang telah diperbarui. Mode Zombies juga mendapat perubahan besar karena pemain tidak lagi sekadar bertahan di area sempit, melainkan memasuki wilayah luas dengan sistem misi, perlengkapan, serta pertempuran bersama skuad lain.

Makarov Kembali Menjadi Ancaman Utama Task Force 141

Cerita Modern Warfare III bergerak setelah kejadian Modern Warfare II. Vladimir Makarov kembali menjadi pusat konflik dan digambarkan sebagai lawan yang mampu menggunakan kekacauan politik, operasi bersenjata, propaganda, serta jaringan pasukan untuk mengejar tujuannya. Kehadiran Makarov membuat Task Force 141 tidak hanya menghadapi kontak senjata, tetapi juga harus merespons operasi yang dapat berubah dengan cepat.

Captain Price tetap menjadi figur penting dalam kelompok tersebut. Ia bekerja bersama Ghost, Soap, dan Gaz dalam sejumlah operasi yang membawa pemain ke lokasi berbeda. Susunan karakter ini membuat Modern Warfare III terasa sangat dekat dengan dua game reboot sebelumnya. Pemain yang telah mengikuti Modern Warfare 2019 dan Modern Warfare II akan mengenali hubungan antarkarakter, cara mereka berkomunikasi, serta tekanan yang muncul ketika Makarov mulai menjalankan rencananya.

Campaign terdiri dari 14 misi. Sejumlah misi memakai struktur Call of Duty yang lebih tradisional dengan pengarahan yang jelas, pertempuran terarah, dan adegan sinematik, sementara misi lainnya menggunakan format Open Combat Missions yang memberikan area permainan lebih luas. Daftar misi tersebut dimulai melalui Operation 627 dan bergerak hingga Trojan Horse.

Open Combat Missions Memberi Kebebasan dalam Menyelesaikan Operasi

Open Combat Missions menjadi salah satu percobaan terbesar Modern Warfare III pada bagian campaign. Pemain tetap memiliki objektif yang harus diselesaikan, tetapi jalur menuju objektif tersebut lebih terbuka. Senjata, Supply Box, Armor Plate, Ascender, kendaraan, dan berbagai perlengkapan dapat ditemukan selama operasi.

Sistem tersebut memungkinkan satu misi dimainkan dengan pendekatan berbeda. Pemain dapat mencari senjata berperedam lalu bergerak tanpa menarik banyak perhatian, mengamati posisi lawan terlebih dahulu, atau memilih serangan langsung dengan senjata berat. Area yang lebih luas juga membuat posisi bangunan, jalur vertikal, dan kendaraan ikut memengaruhi cara pemain bergerak.

Ascender dan parasut memberikan mobilitas tambahan, khususnya ketika pemain ingin berpindah dari satu posisi tinggi ke area lainnya. Ketika keadaan menjadi terlalu berbahaya, pemain juga dapat meninggalkan titik kontak dan mencoba memutus pengamatan musuh sebelum mengatur serangan berikutnya. Musuh bahkan dapat kehilangan jejak pemain apabila kontak berhasil diputus cukup lama.

Menurut penulis, Open Combat Missions paling menarik ketika pemain benar benar memanfaatkan ruang, senjata, dan jalur alternatif, bukan sekadar bergerak lurus menuju penanda objektif.

Pilihan yang lebih luas tersebut membuat beberapa misi terasa berbeda dari pola campaign Call of Duty yang biasanya sangat terarah. Namun kebebasan ini juga menerima kritik. GameSpot memberikan nilai 5 dari 10 untuk campaign dan menyoroti penggunaan Open Combat Missions, ritme permainan, serta penyelesaian cerita sebagai beberapa bagian yang dianggap kurang memuaskan.

Multiplayer Menghidupkan Kembali 16 Map Legendaris Modern Warfare 2

Bagian multiplayer menjadi daya tarik besar Modern Warfare III karena seluruh 16 map peluncuran Modern Warfare 2 tahun 2009 kembali dalam versi yang dimodernisasi. Nama seperti Terminal, Highrise, Rust, Afghan, Favela, Estate, Karachi, Quarry, Rundown, Scrapyard, Skidrow, Sub Base, Underpass, Wasteland, Derail, dan Invasion memberi nilai nostalgia kuat bagi pemain lama.

Map tersebut tidak sekadar dipindahkan dengan visual baru. Sistem gerakan, perlengkapan, senjata, mode permainan, serta kebiasaan pemain Call of Duty modern membuat alur pertandingan terasa berbeda dibanding versi 2009. Rust tetap menghadirkan pertempuran sangat dekat, sementara Highrise masih menonjolkan pertempuran antargedung, jalur samping, dan perebutan posisi strategis.

Keputusan menggunakan seluruh map awal Modern Warfare 2 juga berkaitan erat dengan perayaan perjalanan panjang Call of Duty. Activision menyebut Modern Warfare III sebagai bagian dari perayaan 20 tahun seri tersebut. Selain 16 map klasik, lebih dari 12 map Core 6v6 baru sebelumnya juga direncanakan untuk hadir sesudah peluncuran.

Gerakan Lebih Cepat Mengubah Ritme Pertempuran

Sledgehammer Games membawa sejumlah perubahan yang membuat multiplayer terasa lebih responsif. Slide cancel kembali tersedia, pemain dapat membatalkan proses isi ulang dalam kondisi tertentu, mantling dibuat lebih cepat, Tactical Sprint berlangsung lebih lama tergantung senjata, dan pemain dapat menembak ketika melakukan atau selesai melakukan slide.

Perubahan tersebut sangat terasa ketika pemain berpindah dari Modern Warfare II. Pertempuran tidak hanya ditentukan oleh akurasi, tetapi juga kemampuan membaca sudut, mengatur gerakan, memilih waktu melakukan sprint, serta memanfaatkan perlindungan di sekitar map. Pemain agresif memperoleh lebih banyak ruang untuk bergerak cepat masuk dan keluar dari pertempuran.

Health dasar multiplayer dinaikkan menjadi 150. Angka tersebut membuat waktu yang dibutuhkan untuk menjatuhkan lawan cenderung lebih panjang dibanding sistem dengan health lebih rendah. Mode Hardcore menjadi pengecualian dari perubahan tersebut. Pemain yang lebih akurat dan mampu mempertahankan tembakan pada target memperoleh keuntungan besar dalam duel.

Perubahan gerakan juga membuat map klasik terasa berbeda. Jalur yang dahulu membutuhkan pendekatan lebih hati hati sekarang bisa dilalui dengan transisi gerakan lebih cepat. Pemain yang memahami titik muncul lawan, jalur rotasi, dan posisi strategis tetap memperoleh keuntungan, tetapi kemampuan mekanis mempunyai porsi lebih besar dalam duel jarak dekat.

Map Voting dan Minimap Klasik Kembali Dicari Pemain Lama

Modern Warfare III mengembalikan beberapa mekanik yang lama dianggap penting oleh komunitas multiplayer. Map Voting memungkinkan pemain memilih arena sebelum pertandingan dimulai. Minimap klasik juga kembali, sehingga tembakan dari senjata tanpa peredam dapat memunculkan titik merah yang membantu pemain membaca posisi lawan.

Seluruh Perk yang dipilih juga aktif sejak awal pertandingan. Pendekatan tersebut membuat pemain lebih mudah membangun kelas berdasarkan gaya bermainnya sejak detik pertama. Covert Sneakers, misalnya, memberikan fasilitas gerakan senyap bagi pemain yang memasukkannya ke susunan perlengkapan.

Kembalinya sistem tersebut memperlihatkan bagaimana multiplayer Modern Warfare III mencoba mengambil unsur yang disukai dari Call of Duty terdahulu, lalu memasangkannya dengan gerakan serta kustomisasi senjata modern. Informasi minimap dapat menjadi dasar untuk menentukan rotasi, sementara Map Voting memberi pemain sedikit kendali terhadap arena yang akan dimainkan berikutnya.

Perk dan perlengkapan juga memperbesar variasi gaya bermain. Pemain dapat membentuk kelas agresif untuk mendekati lawan dengan cepat, memilih susunan yang berorientasi pertahanan, atau menggunakan perlengkapan yang mendukung pengamatan posisi musuh.

Carry Forward Membawa Koleksi Modern Warfare II ke Game Baru

Salah satu keputusan penting dalam Modern Warfare III adalah sistem Carry Forward. Untuk pertama kalinya dalam sejarah seri, sebagian besar konten yang telah diperoleh pemain dalam Modern Warfare II dapat dibawa ke judul Modern Warfare berikutnya. Senjata, attachment, sejumlah camo, Operator, skin, serta item tertentu dapat digunakan kembali sesuai ketentuan yang ditetapkan Activision.

Bagi pemain yang telah menghabiskan banyak waktu membuka senjata dan attachment di Modern Warfare II, sistem ini membuat progres lama tetap berguna. Level senjata yang sudah diperoleh ikut dibawa, demikian pula attachment dan camo yang telah terbuka. Senjata Modern Warfare II yang belum diperoleh juga dapat dibuka melalui tantangan tertentu di Modern Warfare III atau dengan menemukan dan mengekstraknya melalui Zombies.

Menurut penulis, Carry Forward menjadi salah satu fitur paling bernilai bagi pemain lama karena koleksi senjata dan kosmetik tidak langsung kehilangan fungsi ketika beralih ke Modern Warfare III.

Sistem tersebut juga membuat pilihan persenjataan menjadi sangat luas. Senjata baru Modern Warfare III berada dalam ruang permainan yang sama dengan persenjataan Modern Warfare II. Sledgehammer Games melakukan penyesuaian terhadap senjata lama agar masing masing perlengkapan tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri ketika digunakan di Modern Warfare III.

Operator yang sebelumnya diperoleh juga dapat ikut digunakan. Hal tersebut membuat pemain tidak perlu memulai koleksi karakter sepenuhnya dari nol. Sejumlah skin dari Store Bundle Modern Warfare II turut memenuhi ketentuan Carry Forward, meskipun terdapat pengecualian untuk materi tertentu.

Gunsmith dan Aftermarket Parts Memperluas Pilihan Senjata

Kustomisasi senjata tetap menjadi bagian besar pengalaman Modern Warfare III. Gunsmith memungkinkan pemain memasang berbagai attachment untuk menyesuaikan recoil, mobilitas, kecepatan membidik, jangkauan, dan karakter lain dari sebuah senjata.

Modern Warfare III kemudian menambahkan Aftermarket Parts sebagai lapisan kustomisasi tambahan. Sistem tersebut dapat memberikan perubahan lebih besar dibanding attachment biasa. Beberapa komponen dapat mengubah karakter senjata sehingga perlengkapan yang sebelumnya memiliki fungsi tertentu bisa digunakan dengan gaya berbeda. Activision memasukkan sistem ini sebagai salah satu fitur baru dalam multiplayer Modern Warfare III.

Karena persenjataan dari Modern Warfare II ikut tersedia, jumlah pilihan dapat terasa sangat besar bagi pemain baru. Namun pemain yang menikmati eksperimen mempunyai banyak bahan untuk membuat susunan sesuai map, jarak pertempuran, serta mode permainan.

Pemilihan attachment juga harus mempertimbangkan gerakan yang lebih cepat. Senjata dengan stabilitas tinggi belum tentu menjadi pilihan ideal apabila mobilitasnya terlalu rendah. Sebaliknya, senjata sangat ringan dapat menjadi menarik pada map kecil karena pemain lebih sering bergerak dan bertarung dalam jarak pendek.

Modern Warfare Zombies Membawa Pertempuran ke Area Terbuka

Modern Warfare Zombies atau MWZ menghadirkan pendekatan berbeda dari Zombies klasik berbasis ronde. Mode ini menggunakan area luas, mengizinkan pemain bekerja sama dengan skuad lain, menghadapi gerombolan undead, menjalankan misi, mencari perlengkapan, dan berusaha keluar melalui titik ekstraksi. Activision menyebutnya sebagai pengalaman Zombies dunia terbuka terbesar dalam sejarah Call of Duty pada saat game diperkenalkan.

Treyarch terlibat dalam pengembangan pengalaman Zombies ini. Struktur permainannya menggabungkan ciri khas Zombies dengan eksplorasi dan mekanisme ekstraksi. Pemain dapat memasuki wilayah, memperoleh senjata lebih baik, mengumpulkan item, menjalankan misi, menghadapi musuh dengan tingkat ancaman berbeda, lalu menentukan kapan harus menuju lokasi keluar.

Keberadaan pemain lain membuat situasi lebih dinamis. Sebuah skuad dapat bertemu kelompok lain di area yang sama dan bekerja sama menghadapi ancaman besar. Fokus PvE berarti kelompok tersebut diarahkan untuk menghadapi musuh yang dikendalikan permainan ketimbang membangun pertempuran kompetitif antarpemain.

Perubahan format tersebut membuat MWZ menawarkan ritme berbeda dibanding multiplayer. Tidak semua aktivitas harus dijalankan dengan tempo sangat cepat. Pemain dapat mencari perlengkapan terlebih dahulu, menuntaskan kontrak, meningkatkan kekuatan, lalu bergerak ke area dengan ancaman lebih tinggi ketika merasa telah memiliki persiapan yang cukup.

Campaign Mendapat Kritik Lebih Keras Dibanding Multiplayer

Walaupun Modern Warfare III mempunyai banyak fitur, campaign menjadi bagian yang mendapat sorotan keras saat perilisan. Kritik terutama diarahkan pada penggunaan Open Combat Missions, ritme cerita, serta cara kisah Makarov disajikan. GameSpot memberikan nilai 5 dari 10 untuk campaign dan menilainya sebagai bagian yang lebih lemah dibanding dua game reboot Modern Warfare sebelumnya.

Sorotan tersebut cukup menarik karena Call of Duty memiliki sejarah panjang dalam menyajikan misi tunggal yang sangat sinematik. Pemain terbiasa dengan operasi bertempo ketat, perubahan situasi cepat, dan adegan besar yang dirancang secara presisi. Ketika sebagian campaign beralih menuju lokasi terbuka, pengalaman yang dihasilkan tentu mempunyai karakter berbeda.

Open Combat Missions memang menawarkan keleluasaan, tetapi struktur tersebut tidak selalu memberikan intensitas yang sama seperti misi Call of Duty tradisional. Pemain yang lebih menyukai pengarahan ketat mungkin merasa bagian terbuka tidak mempunyai tekanan sebesar operasi sinematik.

Meski demikian, Open Combat Missions tetap memberikan ruang bagi pemain yang menyukai eksperimen. Misi dapat dimainkan menggunakan pendekatan senyap atau agresif. Campaign juga memberikan berbagai hadiah untuk bagian permainan lain, termasuk Operator, Calling Card, token pengalaman, emblem, serta Weapon Blueprint setelah menuntaskan misi tertentu.

Modern Warfare III Menawarkan Banyak Pilihan bagi Penggemar Aksi Cepat

Kekuatan terbesar Modern Warfare III berada pada kombinasi gerakan cepat, map yang telah dikenal, gudang senjata besar, dan banyak pilihan aktivitas. Pemain multiplayer memperoleh arena klasik dengan mekanik era baru. Penggemar Zombies mendapatkan wilayah PvE luas. Sementara pemain campaign memperoleh campuran misi sinematik dan operasi terbuka.

Integrasi dengan koleksi Modern Warfare II membuat game ini terasa berbeda dari pola pergantian Call of Duty sebelumnya. Pemain yang sudah mempunyai banyak senjata, attachment, Operator, dan camo dapat langsung membawa sebagian besar koleksi tersebut. Pada waktu bersamaan, senjata Modern Warfare III tetap menyediakan jalur progres serta kustomisasi baru.

Mode multiplayer tampak menjadi bagian yang paling jelas memperlihatkan identitas Modern Warfare III. Kombinasi health 150, slide cancel, Tactical Sprint, minimap klasik, Map Voting, serta map Modern Warfare 2 tahun 2009 menciptakan permainan yang cepat tetapi tetap memberikan ruang bagi pemain untuk membaca posisi dan mengatur rotasi.

Zombies kemudian menyediakan pengalaman yang berbeda ketika pemain tidak ingin terus berada dalam pertandingan kompetitif. Format dunia terbuka memberikan alasan untuk menjelajah, mengumpulkan perlengkapan, meningkatkan kekuatan, menyelesaikan tugas, dan berhadapan dengan kelompok undead dalam skala lebih besar.

Spesifikasi PC dan Pilihan Platform Modern Warfare III

Call of Duty Modern Warfare III tersedia untuk PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X dan Series S, Xbox One, serta PC. Pada PC, game tersedia melalui beberapa layanan termasuk Steam, Battle.net, dan Microsoft Store. Akun Activision digunakan sebagai bagian dari layanan daringnya.

Untuk persyaratan PC yang dicantumkan Steam, sistem minimal menggunakan Windows 10 versi 64 bit. Prosesor yang tercantum adalah Intel Core i5 6600 atau AMD Ryzen 5 1400 dengan RAM 8 GB. GPU minimal yang disebut adalah NVIDIA GeForce GTX 960, GTX 1650, atau AMD Radeon RX 470. DirectX 12 serta koneksi internet broadband juga dibutuhkan. Steam mencantumkan SSD dengan ruang kosong sekitar 102 GB pada persyaratan awal.

Pada spesifikasi rekomendasi, Steam mencantumkan RAM 16 GB dengan prosesor Intel Core i7 6700K atau AMD Ryzen 5 1600X. Pilihan kartu grafis yang disebut meliputi NVIDIA GeForce GTX 1080 Ti, RTX 3060, AMD Radeon RX 6600 XT, atau Intel Arc A770.

Kebutuhan penyimpanan yang cukup besar berkaitan dengan skala materi yang tersedia, mulai dari campaign, multiplayer, Zombies, persenjataan, tekstur, audio, serta berbagai pembaruan yang diterima game. Untuk pemain yang lebih banyak menghabiskan waktu di multiplayer, penggunaan SSD juga membantu menjaga proses pemuatan map dan berbagai aset permainan tetap berjalan lebih nyaman.

Leave a comment