Game Astro Boy mempunyai perjalanan panjang yang mengikuti perkembangan industri konsol selama beberapa generasi. Karakter robot ciptaan Osamu Tezuka tersebut tidak hanya terkenal melalui manga dan anime, tetapi juga pernah hadir dalam berbagai permainan mulai dari Nintendo Famicom, Super Famicom, Game Boy Advance, PlayStation 2, Nintendo DS, Wii, PSP, hingga PC. Setiap generasi mencoba menerjemahkan kemampuan Astro seperti terbang, kekuatan fisik, Finger Laser, Arm Cannon, dan berbagai senjata robotiknya menjadi mekanisme permainan yang berbeda.

Di antara seluruh judul tersebut, Astro Boy: Omega Factor untuk Game Boy Advance menjadi game yang paling sering mendapatkan pujian. Game action 2D yang dikembangkan Treasure bersama Hitmaker tersebut dirilis secara internasional pada 2004 dan mendapatkan skor 9,2 dari GameSpot. Pujian terutama diberikan kepada pertarungan cepat, desain level, kemampuan Astro, serta penggunaan banyak karakter ciptaan Osamu Tezuka yang tidak terbatas pada dunia Astro Boy.

Perjalanan game Astro Boy menarik karena kualitas setiap judulnya sangat berbeda. Ada game yang menjadi salah satu permainan aksi terbaik Game Boy Advance, tetapi terdapat pula adaptasi yang menerima penilaian cukup rendah meskipun dikembangkan studio terkenal.

Game Astro Boy Sudah Hadir Sejak Era Nintendo Famicom

Jauh sebelum Astro Boy tampil dengan grafis tiga dimensi, karakter ini sudah memasuki dunia video game melalui konsol Nintendo Famicom.

Pada 1988, Konami menerbitkan game Mighty Atom untuk Famicom. Judul tersebut menggunakan nama Jepang Astro Boy, yaitu Tetsuwan Atom atau Mighty Atom. Game ini mengikuti petualangan Astro dalam format permainan yang sesuai dengan kemampuan perangkat 8 bit pada zamannya.

Permainan tersebut dikenal mempunyai tingkat kesulitan tinggi. Pemain mengendalikan Astro melalui sejumlah area sambil menghadapi musuh dan rintangan.

Pilihan Famicom menjadi sesuatu yang wajar karena konsol tersebut berada dalam periode kejayaan di Jepang pada akhir 1980 an. Banyak manga dan anime populer saat itu mulai mendapatkan adaptasi game sendiri.

Astro Boy mempunyai keuntungan karena kemampuan karakternya memang sangat cocok diterjemahkan menjadi permainan aksi. Astro dapat melompat, terbang, menghantam robot, serta menggunakan berbagai senjata yang sudah dikenal dari manga dan serial televisinya.

Enam tahun setelah versi Famicom, Astro kembali melalui sebuah game Mighty Atom untuk Super Famicom pada 1994. Judul tersebut diterbitkan Banpresto dan membawa karakter Astro menuju perangkat 16 bit dengan kemampuan grafis yang jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Astro Boy: Omega Factor Menjadi Game Paling Terkenal

Perjalanan game Astro Boy mencapai salah satu titik terbaik melalui Astro Boy: Omega Factor.

Game tersebut dikembangkan Treasure bersama Hitmaker dan diterbitkan Sega. Versi Jepang diluncurkan pada Desember 2003 dengan nama Astro Boy: Tetsuwan Atom, sedangkan versi Amerika Utara menyusul pada 18 Agustus 2004.

Treasure bukan nama kecil dalam industri game Jepang.

Studio tersebut dikenal melalui berbagai game aksi seperti Gunstar Heroes, Dynamite Headdy, Guardian Heroes, Radiant Silvergun, dan Ikaruga. Pengalaman mereka dalam membuat permainan aksi 2D sangat terlihat dalam Omega Factor.

Astro bergerak cepat dari satu kelompok musuh menuju kelompok berikutnya.

Pemain dapat menggunakan serangan pukulan untuk menghancurkan robot dari jarak dekat. Finger Laser memungkinkan Astro menembak musuh dari jarak lebih jauh. Ada pula serangan khusus yang dapat membersihkan sejumlah besar musuh sekaligus.

Omega Factor juga menggabungkan beberapa gaya permainan.

Sebagian level dimainkan sebagai side scrolling beat em up. Pada bagian lain, Astro terbang di udara sehingga permainan berubah menjadi shooter.

Pergantian tersebut membuat permainan tidak hanya meminta pemain berlari dari kiri menuju kanan sepanjang waktu.

Menurut penulis, Omega Factor berhasil karena Treasure memahami bahwa kemampuan Astro terlalu luas apabila hanya diterjemahkan menjadi satu jenis serangan sederhana.

Sistem Omega Factor Membuat Astro Semakin Kuat

Nama Omega Factor bukan sekadar judul tambahan.

Di dalam permainan terdapat sistem bernama Omega Factor yang mempunyai hubungan langsung dengan pengembangan kemampuan Astro.

Sepanjang permainan, Astro bertemu banyak karakter. Pertemuan tersebut kemudian membuka bagian tertentu di dalam Omega Factor dan memberikan poin yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan.

Pemain dapat menentukan kemampuan mana yang ingin diperkuat.

Pilihan tersebut mencakup kekuatan pukulan, kemampuan laser, daya tahan, hingga kemampuan jet Astro.

Sistem seperti ini memberikan sedikit unsur pengembangan karakter di tengah permainan aksi yang sebagian besar bergerak sangat cepat.

Hal menarik lainnya adalah karakter yang ditemui tidak hanya berasal dari Astro Boy.

Treasure menggunakan konsep Star System milik Osamu Tezuka dengan menghadirkan berbagai tokoh dari karya lainnya. Pemain dapat menemukan karakter yang berasal dari Black Jack, Phoenix, Dororo, dan karya Tezuka lainnya.

Karena itu, Omega Factor terasa seperti penghormatan terhadap keseluruhan karya Osamu Tezuka.

Bagi pemain yang sebelumnya hanya mengenal Astro Boy, pertemuan tersebut juga dapat menjadi pintu untuk mengetahui karakter Tezuka lainnya.

Pertarungan Boss Menjadi Bagian Terbaik Omega Factor

Treasure mempunyai reputasi kuat dalam membuat pertarungan boss dan kemampuan tersebut terlihat jelas pada Omega Factor.

Astro menghadapi berbagai robot berukuran jauh lebih besar dibanding tubuhnya.

Pemain tidak dapat selalu mengandalkan pukulan biasa. Beberapa boss membutuhkan penggunaan Finger Laser, serangan khusus, kemampuan terbang, serta pengaturan posisi yang tepat.

Permainan juga dapat menjadi jauh lebih sulit ketika tingkat kesulitan dinaikkan.

Versi Easy memberikan pengalaman yang lebih bersahabat, sedangkan Normal dan Hard meningkatkan tekanan melalui musuh yang lebih agresif serta kebutuhan penggunaan serangan khusus yang lebih hati hati.

GameSpot memberikan skor 9,2 dan menyebut Omega Factor sebagai salah satu game aksi terbaik di Game Boy Advance. Ulasan tersebut menyoroti kombinasi pertarungan, senjata Astro, serta kualitas permainan yang tetap menarik bahkan bagi orang yang bukan penggemar Astro Boy.

Vandal juga memberikan nilai 9 dan menyoroti kemampuan Treasure menggabungkan elemen shooter, platforming, serta permainan arcade dalam satu paket.

Cerita Omega Factor Tidak Berhenti Setelah Satu Kali Tamat

Salah satu kejutan Omega Factor muncul ketika pemain menyelesaikan perjalanan pertamanya.

Cerita sebenarnya belum sepenuhnya selesai.

Pemain harus kembali ke berbagai level dan menemukan karakter tertentu agar kejadian baru dapat terbuka. Sistem tersebut membuat perjalanan kedua mempunyai tujuan berbeda dibanding sekadar mengulang game dari awal.

Beberapa percakapan yang sebelumnya terasa tidak terlalu penting mulai mendapatkan penjelasan.

Pemain juga dapat menemukan karakter yang belum ditemui serta memperoleh poin tambahan untuk memperkuat Astro.

Pendekatan seperti ini cukup tidak biasa untuk game aksi portable pada awal 2000 an.

Namun tidak semua pemain menyukai keputusan tersebut.

Ada ulasan yang menilai kewajiban kembali ke level lama membuat alur permainan sedikit tertahan. Meski demikian, sistem tersebut juga memberikan alasan untuk mempelajari setiap area lebih dalam dan mencari seluruh tokoh yang tersedia.

Bagi penggemar karya Tezuka, bagian pencarian karakter justru menjadi salah satu daya tarik karena hampir setiap pertemuan membawa referensi tertentu.

Astro Boy PS2 Menggunakan Dunia Tiga Dimensi

Pada tahun yang sama dengan Omega Factor, Sega juga merilis game Astro Boy untuk PlayStation 2.

Namun game tersebut merupakan proyek berbeda.

Astro Boy versi PS2 dikembangkan Sonic Team, studio Sega yang sangat dikenal melalui seri Sonic the Hedgehog. Game dirilis di Amerika Utara pada 18 Agustus 2004.

Pendekatan yang digunakan sepenuhnya berbeda dari Omega Factor.

Jika game GBA mengandalkan permainan 2D, versi PS2 membawa Astro menuju dunia tiga dimensi. Pemain dapat terbang di Metro City, bertarung dengan robot, menggunakan kemampuan khusus, serta bergerak melalui sejumlah kawasan.

Game ini mempunyai sekitar 10 area interaktif yang mencakup kota, ruang bawah tanah, gunung berapi, hingga luar angkasa.

Sistem terbang menjadi salah satu mekanisme utamanya.

Pemain dapat mengaktifkan pendorong Astro dan bergerak melalui ruang tiga dimensi sambil mencari musuh.

Lock on membantu Astro mengunci target sehingga pemain dapat menyerang robot tanpa harus mengarahkan posisi secara manual setiap saat.

Versi PS2 Tidak Mendapat Pujian Sebesar Omega Factor

Meskipun Sonic Team memiliki reputasi besar, Astro Boy PS2 justru menerima respons yang jauh lebih dingin dibanding Omega Factor.

GameSpot memberikan skor 4,9 dari 10.

Ulasannya menyoroti kamera yang kurang nyaman, pertempuran yang berulang, serta kemampuan terbang yang tidak berhasil memberikan sensasi kecepatan seperti yang diharapkan.

Padahal secara visual, game dianggap cukup setia terhadap anime Astro Boy versi 2003.

Karakter mempunyai desain sederhana dengan warna cerah seperti serial televisinya. Pengisi suara versi bahasa Inggris juga menggunakan aktor yang berkaitan dengan serial animasi saat itu.

Masalah utamanya berada pada struktur permainan.

Banyak bagian berubah menjadi rangkaian pertempuran melawan musuh besar tanpa variasi yang cukup kuat.

Durasi permainan juga relatif singkat. Beberapa ulasan memperkirakan game dapat diselesaikan sekitar lima hingga delapan jam bergantung pada aktivitas tambahan yang dilakukan pemain.

Perbedaan penerimaan kedua game tersebut menjadi cukup menarik karena Omega Factor dan versi PS2 dirilis hampir bersamaan.

Astro Boy: The Video Game Mengikuti Film 2009

Lima tahun kemudian, Astro Boy kembali mendapatkan adaptasi game.

Kali ini game dibuat berdasarkan film animasi komputer Astro Boy yang dirilis pada 2009.

Judulnya sederhana, Astro Boy: The Video Game.

Game tersedia untuk Wii, PlayStation 2, PSP, dan Nintendo DS. Versi konsol utama dikembangkan High Voltage Software, sementara versi Nintendo DS ditangani Art Co. D3Publisher bertindak sebagai penerbit.

Permainannya kembali menggunakan pendekatan side scrolling.

Astro dapat menggunakan Arm Cannon, Finger Laser, serangan fisik, Drill Attack, serta senjata mesin yang menjadi salah satu kemampuan klasik karakter tersebut.

Level dibagi antara pertempuran di darat dan bagian terbang.

Pemain bergerak melalui Metro City sambil menghadapi robot milik President Stone. Sejumlah boss berukuran besar kemudian muncul di akhir bagian tertentu.

Versi Wii dan PlayStation 2 bahkan menyediakan permainan kooperatif lokal untuk dua orang.

Kemampuan tersebut memungkinkan dua pemain bergerak bersama melalui beberapa bagian permainan.

Game 2009 Mendapat Respons yang Tidak Terlalu Tinggi

Walaupun menyediakan banyak kemampuan klasik Astro, Astro Boy: The Video Game tidak memperoleh sambutan sebesar Omega Factor.

GameSpot memberikan skor 4,5 dari 10.

Kritik diarahkan pada pertarungan darat yang terasa kaku, level terbang yang berulang, serta desain lingkungan yang dianggap kurang memanfaatkan kemampuan Astro secara penuh.

Penilaian agregat untuk beberapa versi juga berada pada kisaran menengah.

Namun game tersebut mempunyai satu keuntungan bagi penggemar film 2009.

Cerita dan desain karakternya mengambil bahan langsung dari film sehingga pemain dapat menjalani kembali perjalanan Astro di Metro City melalui bentuk interaktif.

Kemampuan Astro juga cukup lengkap.

ESRB mencatat permainan menggunakan serangan tangan kosong, laser, Arm Cannon, serta sejumlah senjata lainnya ketika pemain bertarung melawan pasukan robot.

Karena dirilis di berbagai konsol, game ini menjadi salah satu judul Astro Boy dengan jangkauan perangkat paling luas.

Astro Boy: Edge of Time Mengubah Seri Menjadi Card Battle

Astro Boy kemudian kembali dengan pendekatan yang sangat berbeda pada 2017.

Judul tersebut adalah Astro Boy: Edge of Time.

Alih alih menjadi platformer atau action game, Edge of Time menggunakan sistem pertarungan kartu satu lawan satu.

Active Gaming Media merilis game tersebut melalui Steam pada 20 Juni 2017. Project Atom tercatat sebagai pengembangnya.

Game ini mempertemukan karakter dari berbagai karya Osamu Tezuka.

Astro Boy tentu menjadi pusat perhatian, tetapi pemain juga dapat menemukan Black Jack, Dororo, Phoenix, Ambassador Magma, dan karakter lain.

Setiap tokoh digambarkan ulang oleh sejumlah kreator dengan gaya visual baru.

Pemain membangun deck kemudian menempatkan kartu pada zona tertentu untuk menyerang lawan.

Tujuan utamanya adalah menurunkan HP lawan hingga nol sebelum HP pemain sendiri habis. Permainan menyediakan pertarungan melawan komputer serta pertandingan dengan pemain lain.

Edge of Time menunjukkan bahwa sebuah game Astro Boy tidak harus selalu bergantung pada kemampuan terbang dan pertarungan fisik.

Edge of Time Tidak Lagi Menjadi Game Online Aktif

Usia Edge of Time relatif singkat dibanding game Astro Boy klasik yang dapat terus dimainkan melalui perangkat aslinya.

Layanan game tersebut akhirnya dihentikan.

Catatan komunitas pencapaian game pada 2026 menyebut layanan Edge of Time sudah ditutup sejak 29 Maret 2018. Karena permainan bergantung pada sistem online, sejumlah fungsi dan pencapaiannya tidak lagi dapat digunakan seperti ketika game masih aktif.

SteamDB masih mempunyai data aplikasi Edge of Time dengan App ID 542560 dan mencatat game pertama kali dirilis pada 20 Juni 2017.

Keadaan tersebut membuat pemain yang ingin mengetahui sejarah game Astro Boy lebih mudah memainkan judul lama berbasis konsol daripada Edge of Time dalam bentuk aslinya.

Omega Factor, misalnya, tidak bergantung pada server.

Seluruh ceritanya tersimpan di cartridge Game Boy Advance sehingga secara teknis permainan tetap dapat digunakan selama pemain mempunyai perangkat serta salinan game yang berfungsi.

Omega Factor Masih Menjadi Standar Game Astro Boy

Dari sekian banyak game Astro Boy yang pernah dibuat, Omega Factor tetap mempunyai posisi istimewa.

Skor GameSpot 9,2 dan Metacritic 85 memperlihatkan perbedaan penerimaan yang cukup besar dibanding Astro Boy PS2 dengan Metacritic 54 serta Astro Boy: The Video Game yang berada pada kisaran 48 untuk salah satu versinya.

Keunggulan Omega Factor tidak hanya berasal dari nostalgia.

Kontrolnya responsif, serangan Astro terasa kuat, boss mempunyai variasi, dan pergantian antara pertarungan darat dengan terbang memberikan ritme yang cepat.

Penggunaan karakter Osamu Tezuka juga membuat game tersebut lebih luas daripada adaptasi satu musim anime.

Menurut penulis, jika hanya satu game Astro Boy yang harus diperkenalkan kepada pemain baru, Omega Factor tetap menjadi pilihan paling menarik karena kualitas permainannya mampu berdiri sendiri tanpa mengandalkan popularitas karakter.

Game tersebut bahkan sering direkomendasikan kepada pemain yang tidak pernah mengikuti manga atau anime Astro Boy.

Nama Astro Boy dan Astro Bot Perlu Dibedakan

Ada satu hal yang cukup sering membingungkan pemain modern.

Astro Boy tidak sama dengan Astro Bot.

Astro Boy merupakan karakter robot ciptaan Osamu Tezuka yang berasal dari manga Jepang pada 1950 an. Sementara Astro Bot merupakan karakter milik PlayStation yang dikembangkan Team Asobi.

Astro Bot mendapatkan game PS5 besar pada 2024 dengan petualangan platforming tiga dimensi. Game tersebut membawa pemain mengunjungi lebih dari 50 planet serta bertemu berbagai karakter yang mewakili sejarah PlayStation.

Kemiripan nama membuat pencarian mengenai game Astro Boy terkadang menampilkan Astro Bot.

Kedua karakter juga sama sama berbentuk robot kecil dengan kemampuan terbang dan gaya visual ramah anak, tetapi keduanya berasal dari perusahaan serta sejarah yang berbeda.

Astro Boy mempunyai perjalanan video game sejak era Famicom dan berasal dari karya Osamu Tezuka. Astro Bot baru muncul dari ekosistem PlayStation dan tidak mempunyai hubungan cerita dengan Atom, Dr. Tenma, Uran, Atlas, maupun Metro City.

Karena itu, bagi pemain yang ingin mencari game asli Astro Boy, nama seperti Astro Boy: Omega Factor, Astro Boy PS2, Astro Boy: The Video Game, serta Astro Boy: Edge of Time menjadi judul yang lebih tepat untuk ditelusuri.

Leave a comment