F1 25 Menjadi Game Resmi Formula 1 dengan Banyak Pembaruan Besar
F1 25 hadir sebagai game resmi Formula 1 musim 2025 yang dikembangkan Codemasters dan diterbitkan EA Sports. Game ini rilis pada 30 Mei 2025 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC, dengan akses lebih awal untuk pemain Iconic Edition sejak 27 Mei 2025. EA menyebut F1 25 membawa mode My Team yang dirombak besar, bab ketiga Braking Point, kolaborasi dengan F1 The Movie, serta peningkatan lintasan lewat teknologi LIDAR.
Dari luar, F1 25 terlihat seperti lanjutan tahunan biasa. Namun di balik format tersebut, game ini membawa beberapa perubahan yang cukup terasa bagi pemain lama. Codemasters tidak hanya memperbarui daftar pembalap dan livery, tetapi juga menata ulang cara pemain membangun tim, mengikuti cerita, serta menikmati pengalaman balap yang lebih dekat dengan dunia Formula 1 modern.
Fokus Besar pada Karier dan Identitas Pemain
F1 25 memberi pemain banyak jalur untuk masuk ke dunia balap. Ada pemain yang ingin langsung masuk Grand Prix, ada yang mengejar lap tercepat di Time Trial, ada yang ingin membangun tim dari nol, dan ada pula yang lebih tertarik dengan Braking Point sebagai mode cerita.
Beberapa daya tarik utama F1 25 adalah:
- My Team 2.0 dengan peran pemain sebagai pemilik tim
- Braking Point 3 yang melanjutkan kisah Konnersport
- Lintasan berbasis LIDAR untuk detail visual lebih akurat
- Kolaborasi F1 The Movie melalui tim APXGP
- Driver Career yang bisa menambah tim kesebelas
- Dukungan update musim dan konten live service
Game ini mencoba memberi alasan bagi pemain kasual dan pemain serius untuk tetap berada di paddock digital lebih lama.
My Team 2.0 Membuat Pemain Benar Benar Jadi Bos Tim
Salah satu perubahan terbesar F1 25 datang dari My Team 2.0. EA menjelaskan bahwa mode ini mendapat perombakan paling besar sejak diperkenalkan pada F1 2020. Pemain tidak lagi ditempatkan sebagai owner driver seperti formula lama, melainkan sebagai pemilik tim yang harus mengurus operasional, fasilitas, personel, korporasi, serta rekrutmen dua pembalap untuk mewakili tim.
Perubahan ini membuat My Team terasa lebih dekat dengan manajemen Formula 1. Pemain tidak hanya memikirkan performa mobil dari balik kemudi, tetapi juga menentukan arah tim sebagai organisasi. Pilihan pembalap, pengembangan fasilitas, dan keputusan operasional menjadi bagian penting dari perjalanan menuju gelar konstruktor.
Owner Perks dan Pengelolaan Tim
Fitur Owner Perks memberi ruang bagi pemain untuk membentuk karakter tim. Ada yang ingin fokus pada pengembangan engineering, ada yang ingin memperkuat sisi personnel, dan ada yang mengejar corporate untuk kestabilan finansial serta sponsor. EA juga menyebut pemain bisa mengendarai salah satu dari dua pembalap tim pada race weekend.
Hal yang membuat My Team 2.0 terasa menarik adalah:
- Pemain mengelola dua pembalap
- Fokus tidak hanya pada mobil, tetapi juga fasilitas
- Keputusan tim terasa lebih luas
- Owner Perks memberi arah pengembangan berbeda
- Pemain tetap bisa turun ke lintasan sebagai pembalap pilihan
- Konnersport dan APXGP dapat menjadi opsi tim tambahan dalam mode tertentu
Mode ini cocok untuk pemain yang ingin merasakan tekanan memimpin tim, bukan sekadar menang balapan satu demi satu.
Driver Career Memberi Jalan Baru untuk Grid yang Lebih Ramai

Driver Career juga mendapat pembaruan penting. Dalam F1 25, EA menjelaskan bahwa pemain dapat menambahkan tim kesebelas ke grid, yaitu Konnersport dari Braking Point atau APXGP dari F1 The Movie untuk pemilik Iconic Edition. Setiap tim tambahan hadir bersama pasangan Driver Icons yang sesuai.
Fitur ini membuat karier terasa lebih ramai karena grid tidak harus selalu mengikuti format sepuluh tim standar. Pemain bisa menghadirkan elemen fiksi ke dalam kompetisi resmi, lalu menjalani musim dengan dinamika yang sedikit berbeda. Kehadiran APXGP juga menjadi bagian dari strategi EA menghubungkan game dengan film Formula 1 yang dibintangi Brad Pitt.
Karier yang Lebih Fleksibel
F1 25 memberi pemain pilihan untuk menikmati musim dengan rasa realistis atau sedikit lebih sinematik. Bila ingin pengalaman murni, pemain bisa tetap memakai grid resmi 2025. Bila ingin variasi, tim tambahan memberi warna lain.
Pilihan dalam Driver Career membuat pemain bisa:
- Mengikuti musim resmi dengan tim Formula 1 nyata
- Menambahkan Konnersport sebagai elemen cerita
- Memakai APXGP sebagai bagian dari kolaborasi film
- Mengatur perjalanan pembalap dari awal karier
- Mengejar reputasi melalui performa race weekend
- Mengalami persaingan grid dengan susunan lebih padat
Bagi pemain yang sering memainkan mode karier dari tahun ke tahun, opsi seperti ini memberi rasa baru tanpa menghilangkan struktur utama Formula 1.
Braking Point 3 Mengembalikan Sisi Cerita ke Lintasan
Braking Point kembali di F1 25 melalui bab ketiga. EA menyebut Braking Point 3 menempatkan warisan Konnersport dalam bahaya ketika kekacauan menghantam tim. Mode ini juga membawa tingkat kesulitan yang diseimbangkan ulang, termasuk Hard mode, serta dukungan NVIDIA Audio2Face untuk animasi wajah yang lebih akurat.
Mode cerita ini menjadi bagian penting untuk pemain yang ingin pengalaman lebih sinematik. Di sini, balapan tidak berdiri sendiri sebagai event olahraga. Ada konflik internal, target race, tekanan tim, dan potongan cerita yang membuat setiap Grand Prix terasa punya beban berbeda.
Konnersport Masih Jadi Pusat Perhatian
Konnersport sudah menjadi nama penting dalam Braking Point. Tim fiksi ini memberi ruang bagi Codemasters untuk membuat cerita tanpa mengganggu alur tim nyata. Pemain bisa mengikuti karakter, rivalitas, serta keputusan tim yang tidak harus terikat sepenuhnya pada hasil Formula 1 asli.
Braking Point 3 menarik karena:
- Memberi pengalaman cerita bagi pemain baru
- Menampilkan Konnersport sebagai pusat konflik
- Memakai target balap yang lebih terarah
- Memiliki tingkat kesulitan yang lebih fleksibel
- Menghadirkan animasi wajah yang lebih hidup
- Menjadi jembatan antara game balap dan presentasi sinematik
Mode ini tidak selalu menjadi pilihan utama bagi pemain kompetitif, tetapi tetap penting karena memberi wajah berbeda untuk F1 25.
LIDAR Membuat Beberapa Sirkuit Terasa Lebih Akurat
F1 25 membawa peningkatan visual dan detail lintasan melalui teknologi LIDAR. EA menyebut sejumlah sirkuit realistis berbasis LIDAR menjadi bagian dari daya tarik F1 25. Laporan dan materi resmi juga menyorot lima lintasan yang mendapat sentuhan besar, yaitu Bahrain, Miami, Melbourne, Suzuka, dan Imola.
Teknologi ini penting untuk game Formula 1 karena detail lintasan memengaruhi rasa berkendara. Kerb, elevasi, lebar tikungan, dan permukaan trek harus terasa meyakinkan. Bagi pemain yang memakai wheel, perubahan kecil pada lintasan bisa terasa lebih jelas dibanding pemain controller.
Detail Trek Membuat Balapan Lebih Hidup
Lintasan F1 tidak hanya soal bentuk tikungan. Setiap sirkuit punya karakter. Bahrain menuntut pengereman kuat. Suzuka punya sektor pertama yang sangat teknis. Imola memberi tekanan besar pada kerb dan aliran mobil. Miami punya kombinasi jalan cepat dan area sempit. Melbourne menuntut kecepatan serta stabilitas dalam perpindahan arah.
Peningkatan lintasan membantu pemain merasakan:
- Permukaan trek yang lebih detail
- Kerb yang terasa lebih meyakinkan
- Sudut tikungan lebih akurat
- Visual sekitar lintasan lebih kaya
- Pengalaman cockpit yang lebih imersif
- Rasa balap yang lebih dekat dengan siaran Formula 1
Detail seperti ini membuat F1 25 lebih menarik bagi pemain yang mengejar realisme.
Circuit Terbalik Memberi Tantangan yang Tidak Biasa
F1 25 memperkenalkan inverted circuits, yaitu lintasan yang dapat dipakai dalam arah terbalik. Beberapa laporan menyebut Silverstone, Zandvoort, dan Red Bull Ring dapat dijajal secara terbalik dalam Grand Prix, Time Trial, Multiplayer, dan Career. Lintasan tersebut tidak sekadar diputar arah, tetapi disesuaikan lagi pada DRS zone, AI, sektor, grid start, dan pit stop.
Fitur ini menarik karena memberi cara baru menikmati trek yang sudah sangat dikenal pemain. Silverstone terbalik tidak terasa seperti Silverstone biasa. Titik pengereman berubah, jalur ideal berganti, dan tikungan yang dulu terasa natural bisa menjadi jauh lebih rumit.
Bukan Mode Serius, tetapi Sangat Menyegarkan
Inverted circuits memang bukan bagian dari kalender resmi Formula 1. Namun untuk game, fitur ini memberi variasi yang cukup kuat. Pemain yang sudah hafal semua braking point bisa kembali belajar dari nol.
Circuit terbalik memberi beberapa keuntungan:
- Trek lama terasa baru
- Time Trial punya tantangan tambahan
- Multiplayer menjadi lebih tidak terduga
- Pemain belajar ulang titik pengereman
- AI perlu beradaptasi dengan arah lintasan baru
- Mode karier punya variasi tambahan
Fitur ini menunjukkan bahwa F1 25 tidak hanya mengejar realisme penuh, tetapi juga memberi ruang untuk kesenangan balap yang lebih bebas.
F1 The Movie dan APXGP Membawa Sentuhan Hollywood

F1 25 punya kolaborasi resmi dengan F1 The Movie dari Apple Original Films. EA menjelaskan bahwa pemain dapat mengendarai mobil tim APXGP musim 2025 melalui enam skenario gameplay pasca rilis yang tersedia mulai 30 Juni 2025, agar tidak membocorkan film sebelum penonton masuk bioskop.
Kolaborasi ini menarik karena Formula 1 sedang berada di titik hiburan global yang lebih besar. Game, film, siaran balap, dan budaya pop saling bertemu. APXGP memberi pemain kesempatan merasakan elemen film di dalam game resmi Formula 1.
APXGP Jadi Tim Fiksi yang Punya Daya Tarik Sendiri
APXGP bukan tim nyata, tetapi kehadirannya di F1 25 memberi warna baru. Pemain bisa melihat mobil, livery, dan skenario yang terhubung dengan dunia film. Di Driver Career dan My Team tertentu, APXGP juga dapat muncul sebagai elemen tambahan untuk membuat grid terasa berbeda.
Kolaborasi ini memberi beberapa hal menarik:
- Tim fiksi APXGP masuk ke dunia F1 25
- Enam skenario gameplay terinspirasi film
- Iconic Edition memberi akses khusus pada elemen tertentu
- Game terasa lebih dekat dengan budaya pop Formula 1
- Pemain bisa merasakan sisi hiburan di luar balapan resmi
Bagi penggemar yang mengikuti filmnya, konten APXGP menjadi alasan tambahan untuk kembali ke F1 25.
F1 25 Tetap Mengandalkan Handling dan Konsistensi Balap
Game Formula 1 selalu dinilai dari rasa mengemudi. F1 25 membawa pendekatan yang mencoba menyeimbangkan pemain controller dan wheel. Pemain kasual bisa memakai bantuan seperti traction control, racing line, ABS, dan automatic gearbox. Pemain serius bisa mematikan assist untuk mengejar rasa balap yang lebih mentah.
Handling di F1 25 terasa penting karena mobil Formula 1 menuntut akurasi tinggi. Salah masuk tikungan, ban bisa terkunci. Terlalu cepat menekan throttle, mobil bisa kehilangan traksi. Terlalu agresif memakai kerb, mobil bisa keluar jalur.
Assist Membuat Game Lebih Mudah Didekati
F1 25 tetap memberi ruang bagi pemain baru. Tidak semua orang langsung paham manajemen ERS, ban, fuel, setup, dan racing line. Dengan assist, pemain bisa belajar satu tahap demi satu tahap.
Assist yang sering dipakai pemain baru antara lain:
- Racing line untuk melihat jalur ideal
- ABS untuk mengurangi risiko ban terkunci
- Traction control untuk menjaga akselerasi
- Automatic gearbox untuk fokus pada kemudi
- Flashback untuk memperbaiki kesalahan besar
- ERS assist untuk memudahkan energi
Setelah terbiasa, pemain bisa mematikan assist sedikit demi sedikit agar pengalaman balap terasa lebih menantang.
Live Service Membuat F1 25 Terus Bergerak Setelah Rilis
F1 25 tidak berhenti pada peluncuran awal. Halaman berita resmi EA menampilkan banyak update, patch note, dan musim konten sepanjang 2025 sampai 2026. Per Juli 2026, halaman tersebut menampilkan patch F1 25 2026 Season Pack v1.24 pada 10 Juli 2026, beberapa patch Juni 2026, serta artikel peluncuran 2026 Season Pack.
Live service menjadi bagian penting karena Formula 1 sendiri terus berubah. Livery khusus, rating pembalap, update tim, dan konten musiman membuat game terasa mengikuti denyut balap nyata. EA juga merilis Season 3 pada September 2025 dengan tema Haas, tambahan F2 2025, pembaruan rating pembalap, dan tampilan baru untuk sepuluh tim F1.
Update Membantu Game Tetap Relevan
Patch dan musim konten memberi alasan pemain untuk kembali. Perubahan kecil seperti perbaikan bug, penyesuaian mode, atau tambahan livery bisa terasa penting bagi komunitas yang mengikuti detail Formula 1.
Update F1 25 biasanya mencakup:
- Perbaikan bug Braking Point
- Pembaruan mode Career
- Tambahan livery dan helm
- Rating pembalap terbaru
- Konten F2
- Season Pass dan reward baru
- Penyesuaian 2026 Season Pack
Dalam game olahraga resmi, pembaruan seperti ini tidak bisa dianggap kecil. Pemain ingin game tetap mengikuti perubahan dunia balap.
2026 Season Pack Mengubah F1 25 Menjadi Paket Lebih Besar
Pada 2026, EA tidak langsung merilis game F1 baru tahunan. Sebagai gantinya, F1 25 mendapat 2026 Season Pack. EA mengumumkan paket ini rilis global pada 3 Juni 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC, membawa musim 2026 ke dalam F1 25.
Paket ini hadir karena Formula 1 2026 membawa perubahan besar pada grid dan regulasi. EA menjelaskan bahwa Season Pack menghadirkan tim dan pembalap baru, update Career dan My Team, serta konten lain. Dalam 2026 Season Pack, grid bertambah menjadi sebelas tim dengan kehadiran Cadillac dan Audi Revolut, sedangkan My Team menempatkan pemain sebagai tim kedua belas.
MADRING dan Grid Baru Jadi Isi Utama
Salah satu tambahan penting 2026 Season Pack adalah MADRING, sirkuit baru Madrid yang memadukan bagian jalan raya dan bagian purpose built track dengan 22 tikungan. EA menampilkan MADRING sebagai salah satu daya tarik utama Season Pack.
Isi penting 2026 Season Pack meliputi:
- Grid 2026 dengan Audi dan Cadillac
- My Team sebagai tim kedua belas
- MADRING sebagai sirkuit baru
- Update Career dan My Team
- Kalender dan aturan musim 2026
- F2 2026 sebagai update terkait
EA juga menjelaskan bahwa pemain yang sudah memiliki F1 25 bisa membeli Season Pack, sementara pemain baru bisa memilih 2026 Season Edition yang menggabungkan base game dan konten 2026.
Spesifikasi PC F1 25 Cukup Berat untuk Pengalaman Maksimal
F1 25 membutuhkan perangkat PC yang cukup serius, terutama bagi pemain yang ingin visual tinggi, VR, atau ray tracing. EA mencatat spesifikasi minimum memakai Windows 10 64 bit versi 21H1 atau lebih baru, AMD Ryzen 3 1200 atau Intel Core i5 6400, RAM 8 GB, GPU AMD RX 570 8 GB atau NVIDIA GTX 1060 6 GB, DirectX 12, koneksi online 1 Mbps upload dengan ping di bawah 60 ms, serta ruang penyimpanan 100 GB.
Untuk rekomendasi, EA mencantumkan AMD Ryzen 5 2600X atau Intel Core i5 9600K, RAM 16 GB, GPU AMD RX 6600XT atau NVIDIA RTX 2070, DirectX 12, koneksi online 3 Mbps upload dengan ping di bawah 30 ms, dan storage 100 GB. Untuk ray tracing, rekomendasi GPU naik ke AMD RX 6800 atau NVIDIA RTX 3070.
Pemain PC Perlu Menyiapkan Storage Besar
Storage 100 GB menjadi catatan penting. Pemain yang memakai SSD kecil perlu menyiapkan ruang sebelum memasang game. Koneksi juga penting untuk mode online, live service, dan update.
Hal yang perlu dicek sebelum bermain di PC:
- Windows 10 64 bit versi 21H1 atau lebih baru
- RAM minimal 8 GB, lebih nyaman 16 GB
- GPU minimal GTX 1060 6 GB atau RX 570 8 GB
- Storage kosong 100 GB
- DirectX 12
- Koneksi stabil untuk mode online
- GPU RTX atau RX lebih tinggi untuk ray tracing
F1 25 bukan game ringan, tetapi kebutuhan tersebut masuk akal untuk game balap modern dengan visual resmi, lintasan detail, dan mode online aktif.
Tips Awal untuk Pemain Baru F1 25
Pemain baru sering terlalu cepat mematikan assist karena ingin terlihat seperti pembalap profesional. Padahal F1 25 akan jauh lebih enak dipelajari jika assist dikurangi secara bertahap. Mobil Formula 1 sangat sensitif terhadap throttle, rem, dan kerb, sehingga kesalahan kecil bisa membuat waktu lap rusak.
Belajar dari Time Trial Sebelum Masuk Career
Time Trial adalah tempat terbaik untuk memahami lintasan tanpa tekanan strategi balap. Pemain bisa belajar titik pengereman, jalur keluar tikungan, penggunaan kerb, dan konsistensi lap. Setelah itu, barulah masuk Grand Prix, Career, atau My Team.
Tips awal yang bisa membantu:
- Pakai racing line pada awal latihan
- Kurangi traction control secara bertahap
- Jangan terlalu agresif di kerb
- Pelajari titik pengereman setiap sirkuit
- Gunakan setup standar sebelum mengubah detail mobil
- Simpan ban saat race panjang
- Jangan boros ERS di lap awal
- Latih start agar tidak kehilangan posisi
- Gunakan flashback untuk belajar dari kesalahan
- Pilih tingkat AI yang membuat balapan tetap ketat
F1 25 memberi banyak alat bantu. Pemain yang sabar mempelajari dasar balap akan lebih cepat menikmati mode karier dan multiplayer.
Kenapa F1 25 Layak Dimainkan Penggemar Balap
F1 25 menarik karena berada di titik yang cukup lengkap. Ada mode cerita, mode manajemen tim, karier pembalap, lintasan lebih detail, kolaborasi film, sirkuit terbalik, konten musim 2026, serta dukungan live service yang terus berjalan. Bagi pemain lama, My Team 2.0 menjadi alasan besar untuk kembali. Bagi pemain baru, Braking Point 3 dan assist balap memberi jalur masuk yang lebih ramah.
Daya tarik F1 25 terasa dari beberapa hal:
- Game resmi Formula 1 musim 2025
- My Team 2.0 mengubah pemain menjadi pemilik tim
- Braking Point 3 memberi pengalaman cerita
- LIDAR meningkatkan detail beberapa sirkuit
- APXGP membawa koneksi dengan F1 The Movie
- 2026 Season Pack memperluas isi game
- Spesifikasi PC jelas untuk berbagai target performa
Saat lampu start padam, ban mulai mencari grip, ERS disimpan untuk straight berikutnya, dan engineer memberi peringatan soal degradasi ban, F1 25 menunjukkan kekuatannya sebagai simulasi balap resmi yang ingin memberi rasa Formula 1 dari banyak sisi, bukan hanya dari kecepatan mobil di lintasan.

