Metro Exodus membawa seri Metro keluar dari lorong bawah tanah Moskow menuju wilayah Rusia yang jauh lebih luas. Perubahan ini membuat petualangan Artyom terasa berbeda tanpa menghilangkan ciri utama seri tersebut. Pemain tetap menghadapi keterbatasan amunisi, udara beracun, manusia bersenjata, makhluk mutan, serta lokasi gelap yang menyimpan ancaman di setiap sudut.
Game ini dikembangkan oleh 4A Games dan diterbitkan oleh Deep Silver pada 15 Februari 2019 untuk PlayStation 4, Xbox One, serta PC. Versi PC di Steam mencantumkan tanggal 14 Februari 2019 karena perbedaan waktu perilisan antarwilayah. Metro Exodus kemudian memperoleh versi untuk macOS, Linux, PlayStation 5, Xbox Series X, dan Xbox Series S.
Metro Exodus melanjutkan perjalanan Artyom setelah Metro 2033 dan Metro: Last Light. Ceritanya masih terinspirasi oleh karya Dmitry Glukhovsky, terutama dunia yang dibangun dalam novel Metro 2033 dan Metro 2035. Namun, 4A Games tidak sekadar memindahkan isi buku menjadi game. Studio tersebut menyusun perjalanan tersendiri yang menempatkan Artyom bersama kelompok Spartan Rangers dalam pencarian tempat tinggal baru.
Artyom Akhirnya Meninggalkan Lorong Metro Moskow

Kehidupan manusia di dunia Metro berubah setelah perang nuklir menghancurkan peradaban pada 2013. Sebagian warga Moskow bertahan di jaringan kereta bawah tanah karena permukaan kota dipenuhi radiasi, reruntuhan, cuaca ekstrem, dan makhluk yang mengalami mutasi.
Harapan Artyom Membawanya ke Permukaan
Metro Exodus berlangsung pada 2036, sekitar 23 tahun setelah serangan nuklir. Artyom masih percaya bahwa terdapat penyintas di luar Moskow. Ia rutin pergi ke permukaan untuk mencari sinyal radio, meskipun tindakannya dianggap berbahaya oleh Anna dan anggota Spartan Order lainnya.
Pencarian tersebut akhirnya membuktikan bahwa Moskow bukan satu satunya tempat yang dihuni manusia. Artyom menemukan bahwa komunikasi radio sengaja diganggu agar penduduk Metro tidak mengetahui keadaan di luar kota. Penemuan itu memicu rangkaian kejadian yang memaksa Artyom, Anna, Colonel Miller, dan sejumlah prajurit Spartan meninggalkan Moskow.
Kelompok tersebut menggunakan Aurora, sebuah lokomotif uap yang telah dimodifikasi. Kereta ini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi. Aurora menjadi tempat berkumpul, ruang istirahat, pusat perencanaan, serta rumah sementara bagi seluruh anggota kelompok. Perjalanan mereka melintasi Rusia berlangsung selama satu tahun, dari musim semi hingga musim dingin nuklir.
Perjalanan Tidak Lagi Terikat pada Satu Kota
Dua game Metro sebelumnya sangat erat dengan lorong kereta bawah tanah. Metro Exodus tetap menghadirkan terowongan sempit pada sejumlah bagian, tetapi sebagian besar petualangannya berlangsung di wilayah terbuka.
Pemain mengunjungi sungai Volga yang telah berubah menjadi rawa, kawasan gurun di dekat Laut Kaspia, hutan lembap Taiga, fasilitas militer, desa terpencil, bunker, serta kota Novosibirsk yang memiliki tingkat radiasi sangat tinggi.
Setiap lokasi menunjukkan cara kelompok manusia bertahan setelah kehancuran. Sebagian membangun komunitas berdasarkan agama, sementara kelompok lain memakai kekerasan untuk menguasai makanan, bahan bakar, dan sumber air. Perjalanan Artyom akhirnya menjadi cara untuk melihat berbagai bentuk kehidupan yang tumbuh setelah pemerintahan dan aturan lama runtuh.
Level Terbuka Mengubah Cara Pemain Menjelajah
Metro Exodus bukan game dunia terbuka penuh. Ceritanya tetap bergerak dari satu wilayah menuju wilayah berikutnya. Namun, beberapa bagian utama dirancang sebagai area luas yang dapat dijelajahi dengan urutan lebih bebas.
Peta Volga Memberikan Kebebasan Pertama
Volga menjadi salah satu wilayah besar pertama yang memperlihatkan perubahan desain Metro Exodus. Pemain dapat berjalan menyusuri rawa, menggunakan perahu, mendatangi bangunan terbengkalai, mencari rumah aman, atau mengikuti sasaran utama.
Wilayah ini dihuni oleh kelompok fanatik yang menolak teknologi. Mereka menganggap listrik dan berbagai benda modern sebagai sumber kehancuran manusia. Artyom harus berhadapan dengan anggota kelompok tersebut sambil menghadapi mutan air, makhluk bersayap, dan radiasi yang tersebar di beberapa lokasi.
Peta tidak langsung menunjukkan seluruh tempat menarik. Pemain perlu menaiki bangunan tinggi, menggunakan teropong, mendengarkan percakapan, atau mengikuti tanda yang terlihat dari kejauhan. Pendekatan tersebut membuat penjelajahan terasa alami karena lokasi ditemukan melalui pengamatan.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan selama menjelajahi wilayah antara lain:
- Menemukan senjata dan komponen baru
- Menyelamatkan tawanan dari kelompok bersenjata
- Mencari meja kerja untuk memperbaiki perlengkapan
- Mengumpulkan catatan dan kartu pos
- Membuka tempat berlindung tambahan
- Mengamati markas musuh sebelum menyerang
- Mencari bahan kimia serta logam untuk membuat barang
Kebebasan ini tetap dibatasi oleh persediaan dan bahaya lingkungan. Pemain tidak dapat bergerak tanpa perhitungan karena filter masker, amunisi, serta obat dapat habis sebelum mencapai tempat aman.
Gurun Kaspia Membawa Kendaraan dan Ancaman Baru
Wilayah Kaspia memiliki tanah kering, reruntuhan kapal, fasilitas minyak, serta permukiman yang dikuasai kelompok Munai Bailer. Berbeda dari Volga yang banyak dilalui menggunakan perahu, pemain memperoleh kendaraan untuk menempuh gurun.
Kendaraan membantu mengurangi waktu perjalanan, tetapi tidak membuat Artyom sepenuhnya aman. Mutan dapat menyerang ketika pemain keluar dari mobil, sedangkan kelompok bersenjata menjaga beberapa jalur penting.
Wilayah ini juga mengangkat persoalan perebutan air. Munai Bailer menguasai sumber air dan memperbudak penduduk lokal. Artyom dapat menyerang markas mereka secara langsung atau bergerak diam diam untuk mengurangi korban.
Area luas Kaspia memberi kesempatan kepada pemain untuk memanfaatkan senapan jarak jauh. Namun, badai pasir dapat menurunkan jarak pandang dan mengubah situasi dengan cepat. Cuaca dinamis, pergantian siang dan malam, serta lokasi musuh yang tersebar membuat satu perjalanan terasa berbeda dari perjalanan sebelumnya.
Pertempuran Memberi Pilihan antara Senjata dan Persembunyian
Metro Exodus menyediakan senjata api yang kuat, tetapi pemain tidak selalu dianjurkan menembak seluruh orang yang ditemui. Amunisi terbatas dan keputusan selama pertempuran dapat memengaruhi nasib anggota Aurora.
Pendekatan Diam Diam Menghemat Persediaan
Artyom dapat memadamkan lampu, memotong sumber penerangan, merangkak melalui jalur sempit, serta mengamati pola pergerakan penjaga. Indikator pada jam tangan menunjukkan apakah karakter sedang terlihat atau tersembunyi.
Malam memberi perlindungan lebih baik ketika menyusup. Sebagian penjaga tidur, sedangkan sudut gelap lebih mudah ditemukan. Sebaliknya, mutan tertentu menjadi lebih aktif setelah matahari terbenam.
Pemain dapat menjatuhkan musuh tanpa membunuhnya. Pilihan ini penting karena tidak semua kelompok dianggap sepenuhnya jahat. Beberapa orang menyerah setelah pemimpinnya dikalahkan atau setelah jumlah anggota mereka berkurang.
Menembak orang yang sudah menyerah dapat menurunkan penilaian tersembunyi terhadap tindakan Artyom. Sistem tersebut tidak ditampilkan melalui angka besar di layar, tetapi hasilnya terlihat melalui percakapan, keadaan kelompok tertentu, serta nasib rekan perjalanan.
Senjata Rakitan Membutuhkan Perawatan
Senjata dalam Metro Exodus dapat kotor setelah digunakan di rawa, gurun, hujan, atau tempat berlumpur. Senjata yang terlalu kotor menjadi kurang akurat, lebih lambat, dan berisiko macet ketika digunakan.
Pemain perlu membersihkannya melalui meja kerja dengan memakai bahan kimia. Perawatan ini membuat senjata terasa seperti peralatan yang benar benar digunakan di lingkungan keras, bukan benda yang selalu bekerja sempurna.
Berbagai komponen dapat dipasang untuk mengubah fungsi senjata. Sebuah revolver dapat diubah menjadi senapan jarak menengah, sementara senapan serbu dapat dilengkapi teropong, magasin lebih besar, popor, dan peredam.
Sistem perlengkapan meliputi beberapa bagian utama:
- Laras untuk mengatur daya serta kestabilan tembakan
- Teropong untuk menentukan jarak penggunaan
- Magasin yang memengaruhi kapasitas peluru
- Popor untuk mengurangi gerakan senjata
- Peredam untuk mendukung penyusupan
- Aksesori laser untuk membantu bidikan
- Komponen khusus yang ditemukan dari senjata musuh
Komponen tidak harus dibeli melalui toko. Pemain dapat mengambilnya dari senjata yang ditemukan, kemudian memasangnya pada perlengkapan sendiri. Cara ini mendorong pemain memeriksa markas dan tubuh musuh setelah pertempuran selesai.
Sistem Kerajinan Menjaga Tekanan Selama Perjalanan
Sumber daya menjadi bagian penting dalam Metro Exodus. Pemain mengumpulkan logam dan bahan kimia dari kotak, bangunan, senjata, serta berbagai benda di lingkungan.
Tas Artyom Bisa Digunakan di Lapangan
Artyom membawa tas yang memungkinkan pemain membuat obat, filter masker, peluru untuk senjata pneumatik, serta perlengkapan tertentu tanpa kembali ke markas. Namun, perawatan lengkap dan pembuatan beberapa jenis amunisi membutuhkan meja kerja.
Pemisahan ini mencegah pemain membuat semua benda kapan saja. Jika amunisi senapan habis di tengah wilayah musuh, pemain harus mengandalkan senjata lain atau mencari meja kerja.
Filter masker menjadi kebutuhan utama di kawasan beracun. Setiap filter hanya bertahan selama waktu tertentu. Jam tangan Artyom menunjukkan sisa udara, memaksa pemain memperkirakan apakah persediaannya cukup untuk memasuki bangunan atau terowongan.
Masker gas juga dapat retak akibat serangan. Pemain bisa menutup kerusakan sementara di tengah pertempuran, kemudian memperbaikinya dengan benar saat menemukan meja kerja. Detail kecil tersebut mempertahankan ketegangan yang sudah dikenal sejak Metro 2033.
Tikhar Menjadi Senjata Hemat dan Serbaguna
Tikhar adalah senapan pneumatik yang memakai bola logam. Amunisinya dapat dibuat melalui tas, membuat senjata ini berguna ketika peluru biasa mulai menipis.
Tekanan udara Tikhar harus dipompa secara berkala. Tekanan rendah mengurangi kekuatan dan jarak tembakan. Pemain perlu memeriksa indikator sebelum menghadapi musuh agar tembakan tidak kehilangan tenaga pada saat penting.
Helsing juga tersedia sebagai senjata khusus yang menembakkan anak panah. Proyektilnya dapat diambil kembali dari tubuh musuh atau permukaan tertentu. Senjata semacam ini sesuai untuk pemain yang ingin menghemat sumber daya selama penjelajahan panjang.
Nasib Rekan Aurora Dipengaruhi Tindakan Pemain
Pilihan dalam Metro Exodus tidak disajikan melalui menu percakapan besar. Penilaian lebih sering berasal dari tindakan langsung ketika pemain menjelajahi wilayah.
Membunuh Sembarangan Bisa Mengubah Hasil Cerita
Setiap wilayah utama memiliki kelompok yang berkaitan dengan salah satu anggota Aurora. Perbuatan Artyom terhadap kelompok tersebut dapat menentukan apakah rekannya tetap bersama rombongan, terluka, atau meninggalkan perjalanan.
Pemain memperoleh hasil lebih baik dengan menyelamatkan tawanan, menghindari pembunuhan terhadap orang yang tidak menyerang, serta tidak menghabisi lawan yang sudah menyerah. Cara bermain yang lebih agresif tetap memungkinkan cerita dilanjutkan, tetapi membawa perubahan pada beberapa karakter.
Sistem ini memberi alasan untuk mengulang permainan. Pemain yang sebelumnya menyerbu setiap markas dapat mencoba pendekatan lebih tenang dan melihat perubahan pada percakapan serta akhir cerita.
Aurora Menjadi Tempat Mengenal Para Karakter
Setelah menyelesaikan wilayah tertentu, pemain kembali ke Aurora. Bagian di atas kereta biasanya lebih tenang dan tidak dipenuhi pertempuran.
Artyom dapat berbicara dengan Anna, Miller, Duke, Damir, Alyosha, Sam, Tokarev, Stepan, Katya, dan anggota rombongan lainnya. Percakapan tidak selalu berkaitan dengan sasaran utama. Mereka membicarakan rasa takut, hubungan pribadi, kondisi kereta, serta harapan menemukan tempat tinggal.
Pemain dapat melewati sebagian besar percakapan tersebut. Namun, meluangkan waktu bersama anggota Aurora membuat perjalanan terasa lebih dekat. Perubahan hubungan mereka terlihat dari satu musim ke musim berikutnya.
Mutan Rusia Membuat Permukaan Tetap Berbahaya

Keluar dari Metro tidak berarti Artyom menemukan dunia yang lebih aman. Setiap wilayah mempunyai makhluk yang telah menyesuaikan diri dengan kondisi setelah perang nuklir.
Humanimal Menyerang Secara Berkelompok
Humanimal merupakan makhluk menyerupai manusia yang kehilangan kecerdasan dan hidup di reruntuhan. Mereka dapat melempar benda, memanjat bangunan, bersembunyi, lalu menyerang dari beberapa arah.
Di Volga, pemain menghadapi shrimp yang hidup di air serta demon yang terbang di atas rawa. Kaspia dihuni mutan yang dapat menyamar di antara bebatuan dan menyerang secara tiba tiba.
Taiga menghadirkan ancaman dari serigala, kelompok bersenjata, dan beruang besar. Novosibirsk membawa pemain kembali ke suasana sempit dengan radiasi tinggi, terowongan gelap, serta makhluk yang jauh lebih mengganggu dibandingkan musuh biasa.
Lingkungan Sering Lebih Mematikan daripada Musuh
Radiasi tidak selalu terlihat dengan jelas. Geiger counter memberikan peringatan ketika Artyom memasuki kawasan berbahaya. Pemain harus memperhatikan suara alat tersebut, kondisi masker, dan sisa filter.
Air juga dapat menjadi ancaman. Perahu memberi jalur perjalanan di Volga, tetapi mutan air bisa menyerang dari bawah. Badai pasir di Kaspia menutup pandangan, sedangkan suhu rendah di bagian akhir perjalanan membuat lingkungan terasa semakin keras.
Pergantian cuaca dan siklus siang malam bukan sekadar perubahan visual. Keduanya memengaruhi jarak pandang, pergerakan musuh, serta cara pemain merencanakan serangan. 4A Games memasukkan sistem cuaca dinamis sebagai salah satu unsur utama wilayah terbuka Metro Exodus.
Dua Ekspansi Memperluas Kisah di Luar Artyom
Metro Exodus memperoleh dua ekspansi cerita melalui The Two Colonels dan Sam’s Story. Keduanya menampilkan tokoh lain dengan gaya permainan yang berbeda.
The Two Colonels Kembali ke Terowongan Sempit
The Two Colonels mengikuti Colonel Khlebnikov pada hari hari terakhir Novosibirsk. Ia berusaha kembali kepada putranya, Kirill, ketika persediaan pelindung radiasi menipis dan keadaan kota bawah tanah semakin buruk.
Ekspansi ini memakai struktur yang lebih linear. Lorong sempit, ruangan gelap, serangan mutan, dan keterbatasan persediaan mengingatkan pemain pada dua game Metro sebelumnya.
Khlebnikov memperoleh penyembur api untuk menghadapi mutan dan lendir yang memenuhi terowongan. Ceritanya kemudian ditelusuri kembali oleh Colonel Miller sekitar satu tahun setelah kejadian tersebut.
Sam’s Story Membawa Pemain ke Vladivostok
Sam merupakan mantan marinir Amerika yang berada di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskow ketika bom dijatuhkan. Setelah mengetahui bahwa wilayah lain masih memiliki kehidupan, ia mulai berharap bisa kembali ke negaranya dan mencari keluarganya.
Perjalanannya membawa pemain ke Vladivostok. Kota tersebut mengalami kerusakan akibat tsunami dan dipenuhi pelabuhan tenggelam, kawasan industri, rumah hancur, mutan, serta kelompok bersenjata.
Sam’s Story memakai area sandbox yang lebih luas daripada The Two Colonels. Pemain dapat menjelajahi lokasi sampingan, mencari perlengkapan, bertemu karakter baru, dan menentukan jalan yang diambil Sam.
Enhanced Edition Menampilkan Ray Tracing Secara Penuh
Pada 2021, 4A Games merilis Metro Exodus PC Enhanced Edition sebagai versi terpisah bagi pemilik game asli. Edisi ini tidak sekadar menambahkan satu pilihan grafis karena sistem pencahayaannya dibangun untuk perangkat dengan kemampuan ray tracing.
Kartu Grafis Ray Tracing Menjadi Syarat Minimum
PC Enhanced Edition membutuhkan kartu grafis yang mendukung ray tracing. Game tidak menyediakan jalur pencahayaan lama sebagai pilihan cadangan. Pemilik Metro Exodus di PC memperoleh edisi tersebut tanpa pembelian tambahan, tetapi perangkat yang tidak memiliki kemampuan ray tracing harus menjalankan versi asli.
Peningkatan visualnya terlihat pada cahaya yang memantul dari lingkungan, pencahayaan dalam ruangan, bayangan, serta perubahan suasana ketika pemain bergerak dari tempat terang menuju ruang tertutup.
Versi PlayStation 5 dan Xbox Series X juga memperoleh peningkatan resolusi, frame rate, waktu pemuatan, serta ray tracing. Pemilik versi PlayStation 4 atau Xbox One sebelumnya mendapat jalur peningkatan tanpa biaya tambahan sesuai platform yang digunakan.
Exodus SDK Membuka Alat Pengembangan kepada Pemain
Pada Januari 2023, 4A Games merilis Exodus SDK bagi pemilik Metro Exodus atau Metro Exodus Enhanced Edition di Steam, GOG, dan Epic Games Store.
SDK tersebut berisi editor yang digunakan untuk mengembangkan game. Pengguna dapat mengatur lokasi, objek, model, navigasi kecerdasan buatan, partikel, bentuk tanah, cuaca, kamera, serta skrip visual.
Hasil buatan komunitas tidak boleh dijual atau ditempatkan di balik layanan berbayar. 4A Games merilis perangkat tersebut sebagai fasilitas gratis untuk membuat dan membagikan karya nonkomersial.
Spesifikasi PC Metro Exodus Versi Standar
Metro Exodus versi standar masih dapat dijalankan pada kartu grafis yang tidak mendukung ray tracing. Namun, pemain perlu membedakannya dari PC Enhanced Edition yang memiliki persyaratan jauh lebih tinggi.
Perangkat Minimum yang Dibutuhkan
Berikut kebutuhan minimum resmi untuk versi standar Metro Exodus di PC:
- Sistem operasi Windows 64 bit
- Prosesor Intel Core i5 4440 atau setara
- RAM 8 GB
- Kartu grafis GeForce GTX 670, GTX 1050, atau Radeon HD 7870
- DirectX 11
- Ruang penyimpanan sekitar 59 GB
- Perangkat suara yang kompatibel dengan DirectX
Untuk pengaturan yang lebih tinggi, halaman Steam merekomendasikan Intel Core i7 4770K atau prosesor setara, RAM 8 GB, serta kartu grafis GeForce GTX 1070, RTX 2060, atau Radeon RX Vega 56.
Metro Exodus juga mendukung macOS dan Linux melalui versi yang dirilis pada April 2021. Pemain PC dapat memperoleh game utama, dua ekspansi, pencapaian Steam, penyimpanan cloud, serta akses ke PC Enhanced Edition selama perangkatnya memenuhi persyaratan ray tracing.
Jumlah ulasan Metro Exodus di Steam telah melewati 116 ribu dari pembeli terverifikasi dengan kategori Very Positive. Jumlah keseluruhan penilaian yang tercatat di halaman tersebut telah melampaui 134 ribu, memperlihatkan bahwa perjalanan Artyom di atas Aurora masih dimainkan bertahun tahun setelah peluncurannya.

