Raft menjadi salah satu game survival yang punya ide sederhana, tetapi sangat kuat saat dimainkan. Pemain tidak langsung diberi pulau luas, senjata lengkap, atau markas besar. Semuanya dimulai dari rakit kecil di tengah laut, sebuah kail sederhana, beberapa potong kayu, plastik yang hanyut, dan ancaman hiu yang terus mengincar fondasi tempat tinggal. Di Steam, Raft tercatat dikembangkan oleh Redbeet Interactive dan diterbitkan oleh Axolot Games, dengan rilis penuh pada 20 Juni 2022 setelah masa pengembangan panjang di Early Access.
Raft Membawa Survival ke Tengah Laut Tanpa Banyak Pegangan
Raft berbeda dari banyak game survival lain karena tempat aman pemain justru terus bergerak. Rakit bukan hanya base, tetapi juga kendaraan, rumah, gudang, dapur, kebun, bengkel, dan garis hidup. Saat laut membawa material lewat arus, pemain harus menariknya dengan hook, menyimpannya, lalu mengubah sampah mengambang menjadi alat bertahan hidup. Steam menggambarkan Raft sebagai petualangan laut untuk solo atau bersama teman, ketika pemain harus mengumpulkan debris, menjelajah reef, membangun rumah terapung, dan berhati hati terhadap hiu pemangsa manusia.
Awal Permainan yang Langsung Menekan
Pada menit awal, Raft tidak banyak memberi kemewahan. Pemain harus mengumpulkan plank, plastic, palm leaf, dan barrel yang hanyut. Barang itu dipakai untuk membuat rope, building hammer, cup, purifier, grill, spear, dan beberapa alat dasar. Tanpa alat tersebut, rasa lapar dan haus akan cepat menjadi masalah.
Bagian awal terasa menegangkan karena pemain harus mengurus beberapa hal sekaligus:
- Mengambil material yang lewat sebelum hanyut terlalu jauh
- Menyediakan air minum dari purifier
- Memasak makanan sederhana seperti potato atau ikan
- Melindungi rakit dari serangan hiu
- Membuat foundation tambahan agar ruang gerak makin luas
- Menyiapkan storage untuk menyimpan material penting
Setiap keputusan terasa berarti. Satu plank yang gagal diambil bisa membuat pembuatan alat tertunda. Satu foundation yang dimakan hiu bisa menghilangkan item penting jika pemain tidak cepat memperbaikinya.
Hook Menjadi Alat Paling Ikonik di Raft
Raft membuktikan bahwa alat sederhana bisa menjadi pusat permainan. Hook adalah benda pertama yang membuat pemain merasa punya kendali. Dengan hook, pemain bisa menarik plank, plastic, barrel, leaf, dan crate dari laut. Tanpa hook, pemain harus masuk air dan mengambil benda langsung, tetapi cara itu berbahaya karena hiu selalu mengintai.
Dari Sampah Laut Menjadi Peralatan Hidup
Daya tarik Raft muncul ketika material kecil berubah menjadi sistem besar. Plastic menjadi foundation. Plank menjadi bahan bakar dan bangunan. Leaf menjadi rope. Barrel bisa memberi bahan acak yang sangat berguna. Pada awalnya, semua terasa seperti sampah. Setelah beberapa jam, benda benda itu berubah menjadi rakit bertingkat, kebun kecil, mesin, antena, dan alat navigasi.
Pemain biasanya akan mengejar beberapa item awal ini:
- Simple purifier untuk air minum
- Simple grill untuk memasak makanan
- Wooden spear untuk melawan hiu
- Research table untuk membuka resep baru
- Building hammer untuk memperluas rakit
- Storage untuk mengatur barang
- Fishing rod untuk sumber makanan lebih stabil
Sistem progression di Raft terasa jelas tanpa harus memakai level karakter. Pemain menjadi lebih kuat karena alat makin lengkap dan rakit makin siap menghadapi laut.
Hiu Menjadi Musuh yang Terus Hadir
Hiu dalam Raft sering disebut sebagai salah satu sumber tekanan utama. Ia tidak selalu menyerang pemain langsung. Kadang ia justru menggigit foundation dan merusak bagian rakit. Hal ini membuat pemain tidak pernah benar benar bisa meninggalkan base tanpa pengawasan, terutama pada awal permainan.
Ancaman yang Membuat Rakit Tidak Bisa Diabaikan
Hiu memaksa pemain membuat spear lebih cepat. Jika tidak, rakit bisa perlahan berkurang. Pada tahap lanjut, pemain bisa memperkuat foundation dengan armor agar tidak mudah diserang. Namun sebelum itu, setiap gigitan hiu bisa mengganggu rencana.
Hiu juga membuat kegiatan menyelam lebih berisiko. Saat pemain mencari clay, sand, scrap, metal ore, copper ore, atau seaweed di sekitar pulau, hiu bisa menyerang dari belakang. Karena itu, pemain harus memilih waktu yang tepat untuk turun ke air.
Cara bertahan dari hiu biasanya melibatkan:
- Membawa spear saat menyelam
- Mengawasi suara serangan pada foundation
- Memperkuat bagian tepi rakit
- Memancing hiu menjauh saat teman menyelam
- Membawa makanan dan air sebelum eksplorasi pulau
- Tidak terlalu lama berada jauh dari rakit
Hiu tidak selalu sulit dikalahkan, tetapi kehadirannya membuat laut terasa hidup dan tidak ramah.
Pulau dan Reef Membuka Lapisan Survival yang Lebih Luas

Rakit adalah pusat permainan, tetapi pulau menjadi tempat penting untuk mendapatkan resource yang tidak selalu tersedia dari debris. Di pulau kecil, pemain bisa mengambil buah, pohon, bunga, seed, clay, sand, dan material bawah laut. Di pulau besar, ancaman dan hadiah biasanya lebih besar.
Menyelam untuk Material Penting
Banyak alat penting membutuhkan material dari bawah laut. Clay dan sand dipakai untuk wet brick, lalu menjadi dry brick untuk membuat smelter. Smelter membuka jalur ke metal ingot, copper ingot, glass, dan item yang jauh lebih kuat. Dengan smelter, Raft berubah dari survival kayu sederhana menjadi permainan crafting yang lebih serius.
Material penting yang sering dicari di reef adalah:
- Sand untuk glass dan wet brick
- Clay untuk wet brick
- Scrap untuk banyak alat
- Seaweed untuk vine goo
- Metal ore untuk metal ingot
- Copper ore untuk copper ingot
- Giant clam untuk bird nest
Pulau membuat pemain punya alasan berhenti dari arus. Jangkar menjadi penting karena rakit bisa hanyut jika pemain terlalu lama menjelajah.
Research Table Menjadi Gerbang Teknologi
Research table adalah salah satu alat paling penting di Raft. Pemain menaruh material ke meja riset untuk membuka resep baru. Setiap bahan yang diteliti dapat membuka alat, bangunan, dan fasilitas yang lebih baik. Dari sinilah permainan mulai melebar ke purifier lebih baik, grill lebih besar, net, battery, antenna, receiver, sprinkler, engine, dan berbagai peralatan lain.
Dari Rakit Kayu ke Rumah Terapung Modern
Perkembangan teknologi terasa sangat memuaskan karena setiap alat baru langsung mengurangi tekanan. Collection net membuat material yang lewat bisa tertangkap otomatis. Advanced purifier memudahkan air minum. Large grill memasak makanan lebih besar. Receiver dan antenna membuka arah cerita. Engine membuat rakit bisa dikendalikan lebih baik.
Progression teknologi biasanya terasa melalui beberapa fase:
- Fase bertahan hidup dasar
- Fase membuat smelter
- Fase otomatisasi material dengan collection net
- Fase navigasi dengan receiver dan antenna
- Fase mesin dan steering wheel
- Fase rakit besar dengan sistem produksi lebih rapi
Raft memberi kepuasan karena pemain melihat perubahan langsung. Rakit kecil yang dulu mudah bolong berubah menjadi tempat tinggal yang punya banyak lantai, mesin, kebun, dapur, ruang riset, dan dekorasi.
Cerita Raft Tidak Langsung Muncul di Awal
Raft bukan sekadar game bertahan hidup tanpa tujuan. Setelah pemain membangun receiver dan mengikuti koordinat, cerita mulai terbuka melalui lokasi khusus. Final Chapter yang dirilis pada 20 Juni 2022 disebut sebagai update paling ambisius dan paling besar dalam sejarah Raft, membawa destinasi baru, musuh baru, item baru, voice acting, karakter baru, trading, dan penutup cerita utama.
Lokasi Cerita yang Mengubah Cara Bermain
Perjalanan cerita membawa pemain keluar dari pola mengumpulkan sampah di laut. Lokasi besar seperti Radio Tower, Vasagatan, Balboa, Caravan Island, Tangaroa, Varuna Point, Temperance, dan Utopia memberi struktur petualangan yang lebih jelas. Setiap lokasi punya puzzle, catatan, musuh, dan desain area berbeda.
Lokasi cerita penting karena:
- Memberi tujuan setelah rakit cukup kuat
- Membuka blueprint baru
- Menjelaskan keadaan dunia
- Menambah variasi dari rutinitas laut
- Memaksa pemain menyiapkan makanan, air, dan alat sebelum berangkat
- Menghadirkan puzzle dan musuh yang berbeda dari pulau biasa
Di titik ini, Raft berubah dari survival santai menjadi ekspedisi laut dengan rahasia besar.
Co Op Membuat Raft Jauh Lebih Ramai
Raft bisa dimainkan sendiri, tetapi co op menjadi salah satu cara paling seru menikmati game ini. Steam menyebut game ini bisa dimainkan sendiri atau bersama teman dalam perjalanan laut yang berbahaya. Dalam co op, tugas bisa dibagi sehingga perjalanan terasa lebih cepat dan lebih kacau.
Pembagian Tugas Membuat Rakit Lebih Hidup
Saat bermain bersama, satu pemain bisa fokus mengumpulkan material, satu menjaga purifier dan grill, satu memperluas rakit, dan satu lagi menyelam mencari ore. Ketika hiu menyerang, semua bisa panik bersama. Ketika pulau besar ditemukan, tim bisa menyebar untuk mengambil resource.
Co op terasa kuat karena:
- Pekerjaan awal lebih cepat selesai
- Pulau besar lebih mudah dijelajahi
- Pertahanan melawan hiu lebih aman
- Rakit bisa dibangun lebih kreatif
- Cerita terasa lebih seru saat puzzle dikerjakan bersama
- Kesalahan teman sering menghasilkan momen lucu
Raft menang besar sebagai game bersama teman karena tekanan survival tidak terlalu berat, tetapi tetap cukup aktif untuk membuat semua pemain punya pekerjaan.
Cross Play Membuat Pemain Lebih Mudah Berlayar Bersama
Raft awalnya dikenal kuat di PC, lalu hadir untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S pada 4 Desember 2024 menurut rangkuman riwayat rilis yang mencatat platform Windows, PS5, dan Xbox Series X/S. Pada 10 Maret 2026, update Raft 1.1 membawa cross play ke default branch, bersama controller support, in game voice chat, optimasi, perbaikan bug, dan peningkatan kualitas bermain.
Update yang Penting untuk Komunitas
Cross play membuat Raft lebih mudah dimainkan lintas platform. Pemain PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S bisa lebih mudah berkumpul tanpa dibatasi perangkat. Voice chat dalam game juga membantu koordinasi, terutama saat menjelajah lokasi cerita, menyelam, atau membagi tugas di rakit.
Fitur yang membuat update 1.1 penting adalah:
- Cross play untuk bermain lintas platform
- Full controller support
- Voice chat dalam game
- Optimasi performa
- Perbaikan bug
- Perubahan kualitas bermain
Bagi game co op seperti Raft, kemudahan berkumpul menjadi nilai besar. Game ini paling hidup saat pemain saling berteriak karena hiu menggigit foundation atau karena satu teman lupa menurunkan jangkar.
Desain Rakit Menjadi Ruang Kreativitas Besar

Salah satu alasan pemain terus kembali ke Raft adalah kebebasan membangun. Rakit bisa dibuat sederhana, rapi, tinggi, lebar, berbentuk kapal, rumah pantai, markas terapung, atau bangunan nyeleneh yang hanya mungkin dibuat dalam game survival.
Rumah Terapung yang Bisa Diatur Sesuai Selera
Pemain bisa membagi rakit menjadi beberapa area. Ada yang membuat lantai bawah untuk collection net dan storage, lantai tengah untuk dapur dan kebun, lalu lantai atas untuk steering wheel, receiver, sail, dan kamar. Dengan dekorasi, cat, dan furniture, rakit bisa berubah dari tumpukan plank menjadi rumah laut yang nyaman.
Bagian yang biasanya dibangun pemain adalah:
- Area collection net di depan rakit
- Storage room untuk material
- Dapur dengan grill dan purifier
- Kebun crop plot
- Area hewan ternak seperti llama, goat, dan clucker
- Ruang navigasi dengan receiver
- Kamar tidur dan dekorasi
- Lantai atas untuk melihat laut lebih luas
Bangunan di Raft punya fungsi sekaligus gaya. Rakit yang indah tetap harus efektif menangkap material, menjaga mesin, dan memudahkan pemain bergerak.
Ternak dan Kebun Membuat Hidup di Laut Lebih Stabil
Setelah beberapa jam, pemain tidak bisa terus mengandalkan barrel dan ikan saja. Kebun, hewan ternak, dan sistem memasak menjadi bagian penting. Pemain bisa menanam crop, membuat sprinkler, menyimpan air, dan memelihara hewan dari pulau besar untuk menghasilkan resource.
Makanan Lebih Baik Memberi Persiapan Lebih Aman
Makanan dasar memang cukup untuk bertahan. Namun makanan yang dimasak dari resep memberi efek kenyang lebih kuat. Ini sangat berguna saat menjelajah lokasi cerita yang panjang atau pulau besar. Dengan dapur yang baik, pemain tidak perlu terlalu sering berhenti untuk makan.
Bagian food system yang penting adalah:
- Crop plot untuk tanaman
- Sprinkler untuk penyiraman otomatis
- Cooking pot untuk resep
- Juicer untuk minuman khusus
- Animal grass plot untuk ternak
- Bucket untuk susu kambing
- Shears untuk wol llama
Kegiatan seperti ini membuat rakit terasa seperti rumah yang benar benar hidup.
Spesifikasi PC Raft Masih Bersahabat
Raft tidak membutuhkan PC kelas tinggi. Steam mencatat kebutuhan minimum berupa Windows 7 atau lebih baru, prosesor 2.6 GHz Dual Core, RAM 4 GB, GPU GeForce GTX 500 series atau sejenis, DirectX 11, dan storage 10 GB. Untuk rekomendasi, Steam mencantumkan prosesor Intel Core i5 2.6 GHz atau setara, RAM 8 GB, GPU GeForce GTX 700 series atau setara, DirectX 11, dan storage 10 GB.
Ringan tetapi Tetap Punya Banyak Sistem
Spesifikasi ringan menjadi alasan Raft mudah dijangkau banyak pemain PC. Meski tampil sederhana, game ini punya banyak sistem, mulai dari crafting, base building, co op, navigasi, hewan, pertanian, sampai lokasi cerita besar.
Pemain PC sebaiknya menyiapkan:
- Storage kosong 10 GB
- RAM minimal 4 GB, lebih nyaman 8 GB
- Koneksi stabil untuk co op
- Controller jika ingin bermain santai
- Backup save sebelum memakai versi beta atau update besar
Raft tidak mengejar visual paling mewah. Game ini lebih kuat pada loop survival yang jelas, progression yang terasa, dan pengalaman membangun tempat tinggal di laut.
Tips Awal agar Tidak Cepat Tenggelam di Raft
Pemain baru sering kalah bukan karena musuh kuat, tetapi karena lupa mengatur kebutuhan dasar. Air dan makanan harus menjadi prioritas pertama. Setelah itu, baru pikirkan rakit besar, dekorasi, dan eksplorasi jauh.
Jangan Terlalu Cepat Memperluas Tanpa Rencana
Memperluas rakit memang menggoda, tetapi foundation yang terlalu lebar akan lebih sering diserang hiu. Lebih baik membuat area penting dulu, lalu memperkuat bagian tertentu setelah resource cukup.
Tips awal yang membantu:
- Buat purifier dan grill secepat mungkin
- Simpan plank untuk bahan bakar
- Gunakan barrel sebagai sumber material besar
- Buat spear sebelum hiu menghancurkan terlalu banyak foundation
- Jangan turun menyelam tanpa memperhatikan posisi hiu
- Buat research table lebih awal
- Kejar smelter agar progression terbuka
- Pasang collection net di sisi depan arus
- Gunakan jangkar saat berhenti di pulau
- Siapkan makanan sebelum lokasi cerita
Raft terlihat santai karena lautnya cerah, tetapi game ini tetap menghukum pemain yang terlalu ceroboh.
Kenapa Raft Tetap Menarik untuk Dimainkan Sekarang
Raft tetap kuat karena punya identitas yang mudah dipahami. Satu rakit kecil, satu hook, satu hiu, dan lautan luas sudah cukup untuk memulai perjalanan panjang. Dari titik itu, game berkembang menjadi survival crafting dengan base building, eksplorasi pulau, cerita global, co op, dan sistem produksi yang makin lengkap.
Cocok untuk Pemain yang Suka Survival Santai tetapi Sibuk
Raft tidak sekeras beberapa game survival lain, tetapi tetap memberi pekerjaan hampir setiap menit. Ada material yang harus ditarik, makanan yang harus dimasak, rakit yang harus diperbaiki, pulau yang harus dijelajahi, dan item baru yang harus diteliti. Bagi pemain yang suka progression jelas tanpa tekanan terlalu ekstrem, Raft terasa sangat nyaman.
Daya tarik Raft terasa dari beberapa hal:
- Konsep rakit kecil di laut langsung mudah dipahami
- Hook membuat pengumpulan material terasa aktif
- Base building punya fungsi besar
- Cerita memberi tujuan setelah survival dasar aman
- Co op membuat permainan jauh lebih ramai
- Cross play 2026 membuka akses bermain lintas platform
- Spesifikasi PC masih ramah
Saat rakit kecil berubah menjadi rumah terapung bertingkat dengan mesin, kebun, hewan, antena, dapur, dan ruang navigasi, Raft menunjukkan kekuatan utamanya sebagai game survival yang sederhana di permukaan, tetapi sangat padat saat pemain mulai hidup di atas lautan.

