Resident Evil 5 Membawa Seri Horor Capcom ke Arah Aksi Kooperatif
Resident Evil 5 menjadi salah satu seri paling berbeda dalam perjalanan panjang waralaba horor Capcom. Game ini pertama kali hadir pada Maret 2009 untuk PlayStation 3 dan Xbox 360, lalu masuk ke PC pada September 2009. Capcom mencatat Resident Evil 5 sebagai salah satu judul Platinum Titles dengan penjualan 10,50 juta unit untuk versi awal, sementara versi PlayStation 4 dan Xbox One yang rilis pada Juni 2016 tercatat 4,10 juta unit, dan Gold Edition tercatat 2,40 juta unit.
Berbeda dari Resident Evil 2 atau Resident Evil 3 yang lebih menekan pemain lewat lorong gelap dan amunisi terbatas, Resident Evil 5 membawa pemain ke wilayah Kijuju di Afrika, dengan tempo yang lebih keras, lebih terbuka, dan sangat bertumpu pada kerja sama dua karakter. Chris Redfield kembali sebagai tokoh utama, kali ini bersama Sheva Alomar, agen BSAA yang menjadi rekan tempur sekaligus pusat sistem permainan berdua.
Chris Redfield Masuk ke Wilayah yang Jauh Lebih Terbuka
Chris bukan lagi anggota S.T.A.R.S. yang terjebak dalam rumah besar penuh misteri. Di Resident Evil 5, ia sudah menjadi anggota Bioterrorism Security Assessment Alliance atau BSAA, organisasi yang menangani ancaman bioterorisme global. Misi Chris membawanya ke pasar, desa, tambang, fasilitas industri, reruntuhan, kapal, dan laboratorium yang menyimpan jejak eksperimen lama Umbrella.
Capcom menekankan bahwa pemain tidak harus menghadapi ketakutan sendirian karena game ini mendukung permainan bersama secara daring maupun sofa, dengan Sheva Alomar sebagai sekutu kuat Chris.
Kekuatan utama Resident Evil 5 ada pada beberapa hal:
- Sistem kerja sama Chris dan Sheva menjadi pusat permainan.
- Musuh bergerak lebih ramai dan agresif dibanding zombi klasik.
- Aksi tembak menembak lebih dominan dibanding eksplorasi horor lambat.
- Inventory berlangsung secara langsung sehingga pemain tetap tertekan.
- Boss fight sering dibuat besar dan penuh ledakan.
- Kisah Wesker dan warisan Umbrella mendapat porsi besar.
Resident Evil 5 bukan seri yang mencoba meniru Resident Evil 4 secara mentah. Game ini mengambil fondasi kamera bahu dan musuh agresif, lalu menambahkan kerja sama dua karakter sebagai ciri utamanya.
Sheva Alomar Membuat Permainan Terasa Berbeda

Sheva bukan sekadar karakter pendamping. Ia menjadi bagian besar dari struktur permainan. Dalam mode solo, Sheva dikendalikan komputer. Dalam mode dua pemain, pemain kedua dapat mengambil peran Sheva dan membuat perjalanan terasa jauh lebih hidup. Kehadirannya mengubah cara pemain mengatur amunisi, healing item, senjata, dan posisi saat bertarung.
Kerja Sama Tidak Selalu Hanya Soal Menembak
Resident Evil 5 sering diingat sebagai game aksi, tetapi sistem kerja samanya tidak hanya soal menembaki Majini bersama. Banyak bagian permainan meminta Chris dan Sheva saling membantu untuk membuka pintu, melompat ke area berbeda, mengaktifkan mekanisme, atau bertahan dari serangan musuh dari dua arah.
Kerja sama terasa penting dalam beberapa situasi:
- Satu karakter bisa menyembuhkan karakter lain saat hampir tumbang.
- Amunisi dapat dibagi agar senjata tetap berguna.
- Beberapa area menempatkan Chris dan Sheva di jalur berbeda.
- Pemain harus menjaga rekan saat musuh mengepung.
- Boss tertentu lebih mudah jika kedua karakter mengatur posisi.
- Inventory rekan menjadi bagian dari strategi.
Saat dimainkan bersama teman, Resident Evil 5 terasa seperti game yang jauh lebih kuat. Komunikasi kecil seperti meminta amunisi, meminta heal, atau memberi peringatan musuh dari belakang bisa membuat satu pertempuran terasa lebih seru.
Majini Membuat Ancaman Terasa Lebih Agresif
Musuh utama dalam Resident Evil 5 bukan zombi lambat seperti era awal seri. Pemain menghadapi Majini, manusia yang terinfeksi parasit dan masih mampu memakai senjata, berlari, mengepung, serta menyerang dengan alat. Mereka membawa kapak, botol, panah, perisai, bahkan senjata api pada bagian tertentu.
Musuh yang Menyerang Secara Berkelompok
Majini membuat area terbuka tetap berbahaya. Mereka bisa datang dari depan, belakang, atap, atau jalur samping. Pemain yang hanya fokus pada satu arah bisa cepat dikepung. Karena Chris dan Sheva tidak bisa bergerak sambil membidik pada versi asli, pemilihan posisi menjadi sangat penting.
Beberapa tipe ancaman yang sering membuat pemain kerepotan adalah:
- Majini biasa yang menyerang dengan senjata jarak dekat.
- Musuh bertopeng atau berperisai yang lebih sulit ditembus.
- Majini bersenjata jarak jauh.
- Parasit yang muncul setelah tubuh musuh rusak.
- Executioner Majini yang membawa kapak besar.
- Reaper dan musuh eksperimen lain di bagian lanjut.
Resident Evil 5 mendorong pemain untuk cepat membaca arena. Tong bahan peledak, jalur naik turun, dan jarak antar musuh bisa menjadi pembeda antara bertahan hidup atau terjebak.
Inventory Langsung Membuat Pertempuran Makin Panas
Salah satu perubahan besar dalam Resident Evil 5 adalah inventory yang tidak menghentikan waktu. Pemain tidak bisa membuka menu lalu berpikir lama seperti beberapa seri lama. Saat inventory dibuka, musuh tetap bergerak. Ini membuat pengaturan item menjadi bagian dari tekanan permainan.
Sembilan Slot yang Harus Dipakai Cermat
Setiap karakter punya ruang terbatas. Senjata, amunisi, grenade, healing item, dan perlengkapan lain harus dibagi dalam slot kecil. Jika terlalu banyak membawa senjata, ruang untuk item pemulihan berkurang. Jika terlalu banyak membawa healing item, daya serang bisa turun.
Hal yang perlu diperhatikan dalam inventory:
- Jangan membawa terlalu banyak senjata sekaligus.
- Pisahkan jenis amunisi antara Chris dan Sheva.
- Simpan healing item pada karakter yang sering berada di posisi aman.
- Letakkan item penting di slot cepat agar mudah dipakai.
- Jangan membiarkan rekan membawa senjata tanpa amunisi.
- Atur ulang item sebelum memulai chapter baru.
Sistem ini membuat Resident Evil 5 lebih intens. Pemain tidak hanya harus jago menembak, tetapi juga rapi membagi sumber daya.
Kijuju Menjadi Lokasi yang Kontras dengan Seri Klasik
Resident Evil 5 memakai wilayah panas, terang, dan terbuka. Ini berbeda dari kantor polisi gelap, mansion tua, atau desa Eropa berkabut. Banyak area berlangsung di bawah cahaya matahari, tetapi bukan berarti rasa bahaya hilang. Justru game ini menunjukkan bahwa horor biologis bisa terasa mengancam tanpa selalu memakai kegelapan.
Dari Pasar Sampai Fasilitas Rahasia
Perjalanan Chris dan Sheva membawa pemain ke banyak area. Awalnya pemain masuk ke permukiman dan pasar yang penuh Majini. Setelah itu, perjalanan bergerak ke rawa, gua, tambang, reruntuhan kuno, fasilitas Tricell, kapal besar, dan laboratorium yang mengarah ke konflik utama.
Variasi lokasi memberi rasa perjalanan yang cukup luas:
- Permukiman Kijuju untuk pembuka yang penuh kerumunan.
- Tambang untuk area sempit dan gelap.
- Rawa untuk eksplorasi memakai perahu.
- Reruntuhan kuno untuk puzzle dan jebakan.
- Laboratorium untuk membuka rahasia eksperimen.
- Kapal tanker untuk aksi bersenjata lebih keras.
Pergantian lokasi membuat Resident Evil 5 terasa seperti ekspedisi bioterorisme global, bukan hanya pelarian dari satu gedung.
Wesker Menjadi Pusat Daya Tarik Cerita
Albert Wesker menjadi salah satu alasan Resident Evil 5 penting dalam garis besar seri. Sosok ini sudah lama menjadi wajah pengkhianatan, eksperimen, dan obsesi kekuatan dalam Resident Evil. Di seri kelima, konflik Chris dan Wesker mencapai titik sangat besar.
Pertarungan Lama yang Dibawa ke Skala Lebih Besar
Chris punya sejarah panjang dengan Wesker sejak insiden mansion. Di Resident Evil 5, hubungan itu kembali dipakai sebagai bahan utama. Wesker bukan hanya musuh yang muncul dari jauh. Ia hadir sebagai ancaman langsung, dengan kemampuan fisik yang jauh melampaui manusia biasa.
Kisah Resident Evil 5 juga membawa kembali Jill Valentine dalam posisi penting. Kehadiran Jill membuat perjalanan Chris menjadi lebih personal. Pemain tidak hanya mengejar bioterorisme, tetapi juga mencari jawaban tentang rekan lama yang selama ini dianggap hilang.
Bagian cerita yang membuat Resident Evil 5 penting adalah:
- Chris kembali berhadapan dengan Wesker.
- Sheva memperlihatkan sisi BSAA wilayah Afrika.
- Jill Valentine punya peran besar dalam konflik.
- Tricell menggantikan bayang Umbrella sebagai kekuatan korporat baru.
- Virus dan parasit kembali menjadi inti ancaman biologis.
- Akhir game memberi salah satu momen paling terkenal dalam seri.
Resident Evil 5 memang lebih penuh aksi, tetapi posisinya dalam cerita besar Resident Evil tetap penting.
Gold Edition Menambah Dua Cerita dan Mode Tambahan
Gold Edition menjadi versi yang lebih lengkap karena mengumpulkan konten tambahan. Capcom menyebut Gold Edition berisi semua DLC yang sudah dirilis sampai saat itu, termasuk mode Versus, empat kostum baru, Mercenaries Reunion, serta dua chapter cerita baru.
Nintendo juga mencatat paket Resident Evil 5 di Switch memuat seluruh DLC yang pernah dirilis, termasuk Lost in Nightmares, Desperate Escape, Versus mode, extra figures, empat kostum, No Mercy mode, serta Mercenaries United yang menggabungkan dua mode Mercenaries favorit.
Lost in Nightmares Membawa Rasa Klasik

Lost in Nightmares menjadi DLC yang sangat disukai karena membawa Chris dan Jill ke mansion Spencer. Suasananya lebih dekat dengan Resident Evil klasik. Lorong lebih tenang, puzzle lebih terasa, dan ketegangannya tidak selalu datang dari kerumunan musuh.
DLC ini menarik karena memberi beberapa hal:
- Nuansa mansion yang mengingatkan pada seri pertama.
- Chris dan Jill sebagai pasangan operasi lama.
- Puzzle dan eksplorasi lebih menonjol.
- Cerita yang mengisi kejadian sebelum game utama.
- Rasa horor yang lebih lambat dibanding campaign utama.
Lost in Nightmares menjadi bukti bahwa Resident Evil 5 masih bisa memakai rasa lama meski game utamanya condong ke aksi.
Desperate Escape Memberi Aksi Lebih Padat
Desperate Escape menjadi sisi lain dari DLC. Jika Lost in Nightmares lebih dekat ke horor klasik, Desperate Escape jauh lebih agresif. Pemain menghadapi gelombang musuh dalam tempo cepat, dengan tekanan yang lebih mirip bagian penuh aksi dari campaign utama.
Dua DLC ini membuat Gold Edition terasa lebih berisi karena memberi dua rasa yang berbeda. Satu mengajak pemain kembali ke ketegangan mansion, satu lagi membawa aksi bertahan hidup yang lebih keras.
Mercenaries Menjadi Mode Favorit Pemain Lama
Resident Evil 5 juga dikenal lewat mode Mercenaries. Mode ini meminta pemain mengalahkan musuh sebanyak mungkin dalam batas waktu, menjaga kombo, mengambil time bonus, dan mengejar skor tinggi. Mode ini sangat cocok dengan sistem aksi Resident Evil 5 karena combatnya cepat dan arena dibuat untuk pertarungan intens.
Mode yang Membuat Kerja Sama Makin Seru
Mercenaries bisa terasa sangat adiktif saat dimainkan bersama teman. Pemain harus membagi area, menjaga kombo, mengalahkan musuh kuat, dan menyelamatkan rekan saat terpojok. Karena durasinya singkat, setiap sesi terasa langsung menuju inti permainan.
Mode Mercenaries menarik karena:
- Karakter punya loadout berbeda.
- Arena mendorong pemain bergerak cepat.
- Kombo memberi tekanan untuk terus menyerang.
- Musuh kuat muncul sebagai pengganggu tempo.
- Skor tinggi memberi alasan mencoba ulang.
- Permainan bersama membuat arena jauh lebih ramai.
Mercenaries menjadi salah satu alasan Resident Evil 5 tetap sering dimainkan meski campaign sudah tamat.
Versi PC dan Spesifikasi yang Masih Ringan
Di Steam, Resident Evil 5 tercatat dikembangkan dan diterbitkan Capcom, dengan rilis PC pada 15 September 2009. Halaman Steam mencantumkan kebutuhan Windows 10, prosesor Intel Core 2 Quad 2.4 GHz atau AMD Phenom II x4 3.4 GHz, RAM 4 GB, serta ruang penyimpanan 15 GB sebagai spesifikasi yang perlu diperhatikan.
Cocok untuk PC Modern Tanpa Beban Besar
Karena usianya sudah cukup panjang, Resident Evil 5 relatif ringan untuk banyak PC modern. Pemain yang memakai perangkat menengah biasanya bisa menjalankan game ini tanpa banyak masalah, terutama bila tidak mengejar mod visual atau pengaturan tertentu.
Hal yang perlu disiapkan pemain PC:
- Windows 10.
- RAM minimal 4 GB.
- Storage kosong sekitar 15 GB.
- Controller bila ingin rasa konsol yang lebih nyaman.
- Headset jika bermain bersama teman.
- Koneksi stabil untuk mode daring.
Resident Evil 5 terasa paling kuat saat dimainkan bersama. Karena itu, kestabilan koneksi dan komunikasi suara bisa membuat pengalaman jauh lebih enak.
Kenapa Resident Evil 5 Sering Membagi Pendapat
Resident Evil 5 sering memunculkan perdebatan di kalangan penggemar. Sebagian pemain menyukai arah aksinya, sistem kerja sama, Mercenaries, dan pertarungan besar melawan Wesker. Sebagian lain merasa game ini terlalu jauh dari akar survival horror yang lebih pelan dan menekan.
Seri yang Lebih Dekat ke Aksi daripada Horor Murni
Resident Evil 5 memang tidak memakai rasa takut seperti Resident Evil 2 remake atau Resident Evil 7. Game ini lebih sering mengandalkan serangan besar, musuh banyak, ledakan, boss berskala besar, dan duel kerja sama. Namun hal itu bukan berarti game ini kehilangan identitas Resident Evil sepenuhnya. Masih ada virus, parasit, eksperimen, perusahaan farmasi, karakter lama, inventory terbatas, serta tekanan sumber daya.
Perbedaan ini membuat Resident Evil 5 punya tempat sendiri:
- Cocok untuk pemain yang suka aksi berdua.
- Lebih mudah dinikmati bersama teman.
- Punya banyak set piece besar.
- Mengakhiri konflik panjang Chris dan Wesker.
- Memiliki mode tambahan yang kuat.
- Lebih ringan dimainkan ulang dibanding seri horor yang lebih lambat.
Resident Evil 5 mungkin bukan pilihan terbaik untuk pemain yang hanya mencari horor murni, tetapi sangat kuat sebagai game aksi kooperatif dalam semesta Resident Evil.
Tips Awal untuk Pemain Baru Resident Evil 5
Pemain baru sebaiknya tidak memperlakukan Resident Evil 5 seperti game tembak biasa. Walau lebih penuh aksi, amunisi tetap bisa habis bila pemain terlalu boros. Sistem inventory juga dapat menjadi masalah jika item tidak dibagi dengan baik antara Chris dan Sheva.
Jangan Biarkan Rekan Membawa Item Secara Acak
Pembagian item menjadi kunci. Jika Sheva membawa amunisi untuk senjata yang tidak ia pakai, ruang inventory akan terbuang. Jika Chris membawa semua healing item, Sheva bisa kesulitan membantu saat Chris jatuh. Pemain perlu sering membuka menu sebelum chapter dimulai untuk memastikan pembagian item masuk akal.
Tips yang berguna sejak awal:
- Beri masing masing karakter senjata dengan jenis amunisi berbeda.
- Simpan satu healing item di tiap karakter.
- Jangan upgrade semua senjata sekaligus.
- Gunakan melee setelah musuh goyah untuk menghemat peluru.
- Jual treasure untuk upgrade senjata utama.
- Simpan grenade untuk musuh besar atau kelompok padat.
- Jaga jarak saat menghadapi Majini bersenjata berat.
- Mainkan campaign bersama teman bila memungkinkan.
- Coba Mercenaries untuk melatih aim dan posisi.
- Mainkan Lost in Nightmares jika ingin rasa horor yang lebih klasik.
Saat Chris dan Sheva berdiri di tengah kepungan Majini, peluru mulai menipis, inventory penuh item yang salah, dan suara musuh besar terdengar mendekat, Resident Evil 5 memperlihatkan kekuatannya sebagai game Resident Evil yang paling mengandalkan kerja sama, tekanan posisi, dan aksi dua pemain yang terus bergerak.

