The Witcher Bukan Arkham Knight, Ini Dunia Geralt dari Rivia
The Witcher™: Arkham Knight tidak tercatat sebagai judul game resmi. The Witcher adalah seri RPG fantasi gelap dari CD PROJEKT RED yang berpusat pada Geralt of Rivia, sedangkan Batman™: Arkham Knight adalah game action adventure dari Rocksteady Studios yang menjadi penutup trilogi Arkham dan memperkenalkan Batmobile versi Rocksteady. Steam mencatat Arkham Knight sebagai bagian dari seri Batman Arkham, sementara situs resmi The Witcher menegaskan bahwa game The Witcher berada di semesta buatan Andrzej Sapkowski.
Karena itu, pembahasan ini berfokus pada The Witcher, terutama The Witcher 3: Wild Hunt yang menjadi nama paling besar dalam seri game tersebut. CD PROJEKT RED menyebut The Witcher 3 sebagai RPG open world fantasi gelap, tempat pemain mengendalikan Geralt, pemburu monster profesional yang mencari Ciri sebelum Wild Hunt merebut kekuatan besar miliknya.
Geralt of Rivia Jadi Wajah Utama Seri The Witcher

Geralt bukan tokoh pahlawan putih bersih yang datang menyelamatkan semua orang dengan senyum besar. Ia adalah witcher, pemburu monster bayaran yang sejak kecil dilatih keras, dimutasi, dan dipaksa hidup di antara manusia yang sering membutuhkannya tetapi tetap curiga kepadanya. Situs resmi The Witcher menjelaskan bahwa Geralt dilatih sejak kecil untuk menjadi pemburu monster ulung dan memiliki kemampuan superhuman berkat mutasi.
Pemburu Monster yang Hidup dari Kontrak
Kekuatan Geralt tidak hanya datang dari pedang. Ia juga membawa pengetahuan tentang monster, racun, ramuan, minyak pedang, tanda sihir, dan kebiasaan makhluk yang diburunya. Inilah yang membuat gameplay The Witcher terasa berbeda dari RPG biasa. Pemain tidak hanya datang ke sarang monster lalu memukul sampai selesai. Ada proses mencari jejak, bertanya kepada warga, memeriksa mayat, mengendus bekas sihir, lalu menyiapkan alat yang sesuai.
Sebagai witcher, Geralt memakai dua pedang utama. Pedang baja dipakai untuk manusia dan sebagian musuh biasa, sedangkan pedang perak dipakai untuk monster. Situs resmi game juga menekankan pentingnya elixir, blade oil, serta dua pedang Geralt sebagai bagian dari combat.
Beberapa hal yang membuat Geralt menarik sebagai karakter utama adalah:
- Ia tenang, sinis, tetapi tidak dingin sepenuhnya.
- Ia sering berada di tengah pilihan yang sama sama pahit.
- Ia punya hubungan kuat dengan Ciri, Yennefer, Triss, Vesemir, dan Dandelion.
- Ia bertarung bukan hanya memakai otot, tetapi juga pengetahuan.
- Ia hidup di dunia yang tidak selalu memberi jawaban hitam putih.
Geralt membuat The Witcher terasa dewasa karena ia jarang diberi jalan mudah. Bahkan keputusan kecil di desa bisa membawa akibat panjang bagi orang lain.
The Witcher 3 Wild Hunt Menjadi Puncak Popularitas Seri
The Witcher 3: Wild Hunt membawa nama The Witcher ke level yang jauh lebih besar. CD PROJEKT RED menyebut game ini sebagai salah satu RPG paling dipuji sepanjang masa, dengan dunia luas yang membentang dari rawa Velen, kota besar Novigrad, hingga kepulauan Skellige. Cerita utamanya menempatkan Geralt dalam pencarian Ciri, anak angkatnya, sebelum kelompok spectral riders bernama Wild Hunt menangkapnya.
Dunia Besar yang Tidak Terasa Kosong
Open world dalam The Witcher 3 tidak hanya berisi ikon di peta. Setiap wilayah punya rasa berbeda. Velen terasa miskin, basah, dan penuh luka perang. Novigrad ramai, penuh perdagangan, siasat, dan konflik agama. Skellige membawa laut, tebing, adat klan, serta monster yang hidup dekat dengan legenda lokal.
Pemain bisa berhenti dari misi utama selama berjam jam hanya untuk mengurus kontrak monster, membantu warga, mengikuti cerita sampingan, mencari gear witcher, atau bermain Gwent. Kegiatan seperti ini tidak terasa sekadar tambahan karena banyak quest kecil ditulis dengan serius.
Beberapa aktivitas yang membuat The Witcher 3 padat adalah:
- Kontrak monster dengan investigasi dan pertarungan khusus.
- Side quest yang sering punya akhir mengejutkan.
- Treasure hunt untuk mencari set armor witcher.
- Gwent sebagai permainan kartu di dalam game.
- Eksplorasi reruntuhan, gua, rawa, dan desa.
- Pertemuan dengan karakter lama yang punya hubungan personal dengan Geralt.
The Witcher 3 berhasil membuat pemain merasa bahwa setiap jalan kecil punya cerita sendiri.
Combat Mengandalkan Persiapan, Timing, dan Pengetahuan
Pertarungan di The Witcher tidak dibuat seperti game hack and slash murni. Geralt memang bisa mengayun pedang dengan cepat, tetapi pemain yang asal menyerang biasanya mudah dihukum, terutama saat menghadapi monster besar atau musuh dalam jumlah banyak. Setiap jenis lawan menuntut cara berbeda.
Tanda Sihir dan Alat Witcher Membuat Duel Lebih Taktis
Geralt memakai tanda sihir sederhana yang disebut Signs. Aard bisa mendorong musuh, Igni memberi serangan api, Quen memberi perlindungan, Yrden membantu melawan makhluk tertentu, dan Axii dapat memengaruhi pikiran lawan. Kombinasi Signs, dodge, parry, oil, bomb, dan potion membuat pertarungan terasa seperti pekerjaan pemburu profesional.
CD PROJEKT RED menggambarkan combat The Witcher 3 sebagai pertarungan yang menuntut persiapan melalui elixir kuat, blade oil, serta pedang yang tepat untuk tiap lawan.
Hal yang perlu diperhatikan saat bertarung adalah:
- Jenis monster yang sedang dihadapi.
- Minyak pedang yang cocok.
- Ramuan yang membantu regenerasi atau serangan.
- Tanda sihir yang paling berguna.
- Jarak aman dari serangan monster.
- Kapan harus menyerang, menghindar, atau menunggu celah.
Di level kesulitan tinggi, persiapan menjadi bagian penting. Pemain yang tahu kelemahan musuh akan jauh lebih aman dibanding pemain yang hanya mengandalkan pedang.
Ciri Utama The Witcher Ada pada Pilihan yang Tidak Nyaman
The Witcher terkenal karena pilihan moral yang jarang terasa mudah. Banyak quest meminta pemain memilih di antara dua pihak yang sama sama punya alasan. Kadang menolong satu orang berarti membuat orang lain celaka. Kadang keputusan yang terasa benar di awal justru membuka hasil buruk beberapa jam kemudian.
Tidak Semua Monster Bertaring
Salah satu kekuatan The Witcher adalah cara game ini memperlakukan manusia dan monster. Tidak semua makhluk bertaring benar benar jahat, dan tidak semua manusia lebih baik dari monster. Dalam banyak kontrak, Geralt harus mencari tahu apakah pembunuhan terjadi karena naluri monster, dendam, kutukan, atau keserakahan manusia.
Situs resmi The Witcher 3 menyebut dunia Continent sebagai dunia fantasi gelap yang penuh pertemuan mengerikan dan menyenangkan, dengan keputusan yang dapat berpengaruh pada sekutu, musuh, dan dunia di sekitar pemain.
Ini membuat setiap quest terasa punya bobot. Pemain tidak hanya mengejar hadiah uang, tetapi juga sering dibuat ragu. Apakah target harus dibunuh, dilepas, atau dibantu? Apakah kontrak benar benar seperti yang dikatakan pemberi tugas? Apakah warga yang meminta bantuan sepenuhnya jujur?
Hearts of Stone dan Blood and Wine Membuat Paketnya Makin Tebal
The Witcher 3 tidak berhenti di game utama. CD PROJEKT RED merilis dua expansion besar, Hearts of Stone dan Blood and Wine. Situs resmi The Witcher menyebut dua expansion ini membawa karakter baru, lokasi baru, dan cerita baru untuk melanjutkan perjalanan Geralt.
Hearts of Stone, Kisah Gaunter O Dimm yang Mencekam
Hearts of Stone dikenal sebagai expansion yang lebih padat dan gelap. Fokusnya berada pada Olgierd von Everec dan Gaunter O Dimm, sosok misterius yang menjadi salah satu karakter paling kuat dalam seri ini. Expansion ini tidak sebesar Blood and Wine dari sisi wilayah, tetapi kuat dalam cerita, quest, dan rasa ancaman yang terus menempel.
Bagian yang membuat Hearts of Stone menonjol adalah:
- Cerita yang rapat dan tidak bertele tele.
- Karakter Gaunter O Dimm yang sulit dilupakan.
- Quest pernikahan yang memberi warna unik.
- Pertarungan boss yang lebih menantang.
- Pilihan akhir yang membuat pemain berpikir keras.
Hearts of Stone menunjukkan bahwa The Witcher 3 tidak perlu peta raksasa baru untuk terasa kuat. Dengan karakter tajam dan quest yang ditulis rapi, expansion ini tetap punya tempat spesial bagi banyak pemain.
Blood and Wine, Toussaint yang Indah tetapi Berbahaya
Blood and Wine membawa Geralt ke Toussaint, wilayah cerah, mewah, penuh kebun anggur, kastel, dan suasana bangsawan. Namun di balik tampilannya yang indah, Toussaint menyimpan pembunuhan brutal, vampire, dan konflik keluarga yang tajam.
Expansion ini terasa seperti game besar di dalam game. Pemain mendapat wilayah baru, kontrak, armor, mutasi tambahan, rumah untuk Geralt, serta cerita panjang yang berdiri kuat. Tidak heran bila banyak pemain menganggap Blood and Wine sebagai salah satu expansion terbaik di industri game RPG.
Complete Edition dan Versi Generasi Baru Membuat The Witcher 3 Tetap Segar
CD PROJEKT RED merilis The Witcher 3: Wild Hunt Complete Edition untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC pada 14 Desember 2022. Versi ini membawa peningkatan visual, performance, ray tracing, loading lebih cepat di konsol, mod yang diintegrasikan, semua free DLC, Hearts of Stone, dan Blood and Wine. Pemilik versi PlayStation 4, Xbox One, dan PC juga mendapat update gratis untuk versi baru tersebut.
Alasan Versi Complete Edition Menjadi Pilihan Menarik
Complete Edition terasa seperti pintu masuk terbaik bagi pemain baru. Pemain tidak perlu membeli expansion secara terpisah. Semua konten penting sudah berada dalam satu paket. Peningkatan teknis juga membuat game yang awalnya rilis pada 2015 terasa lebih nyaman dimainkan di perangkat modern.
Beberapa hal yang membuat versi ini menarik adalah:
- Game utama sudah termasuk.
- Hearts of Stone masuk dalam paket.
- Blood and Wine juga tersedia.
- Semua free DLC ikut disertakan.
- Visual dan performance mendapat sentuhan baru.
- Loading konsol menjadi lebih cepat.
Pada 2026, CD PROJEKT RED juga mengumumkan The Witcher 3: Wild Hunt Complete Edition masuk ke Xbox Game Pass Premium dan Ultimate untuk konsol Xbox Series X|S serta Xbox One mulai 19 Februari 2026. Dalam pengumuman yang sama, CD PROJEKT RED menyebut The Witcher 3 telah meraih lebih dari 250 penghargaan Game of the Year, lebih dari 1.000 penghargaan industri, dan penjualan 60 juta kopi, dengan total penjualan franchise mencapai 85 juta.
Songs of the Past Membuat The Witcher 3 Kembali Panas
CD PROJEKT RED mengumumkan Songs of the Past pada 27 Mei 2026 sebagai expansion ketiga untuk The Witcher 3: Wild Hunt. Expansion ini dijadwalkan hadir pada 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC, dengan CD PROJEKT RED bekerja bersama Fool’s Theory. Pengumuman resmi juga menyebut pemain akan kembali mengendalikan Geralt dalam petualangan baru.
Geralt Masih Punya Daya Tarik Besar
Kabar Songs of the Past membuat nama The Witcher 3 kembali ramai karena sangat jarang game berusia lebih dari satu dekade mendapat expansion besar baru. CD PROJEKT RED menyebut detail tambahan akan dibagikan pada akhir musim panas 2026.
Hal ini menarik karena The Witcher 3 sudah lama dianggap sebagai RPG lengkap. Dua expansion awal sudah sangat kuat, sehingga expansion ketiga langsung memancing rasa penasaran. Pemain ingin tahu wilayah apa yang akan dibuka, monster apa yang akan diburu, dan pilihan sulit seperti apa yang akan diberikan kepada Geralt.
Beberapa alasan Songs of the Past langsung menjadi perhatian adalah:
- Geralt kembali sebagai karakter utama.
- Expansion hadir untuk platform modern.
- Fool’s Theory ikut mengerjakan konten ini.
- The Witcher 3 masih punya basis pemain besar.
- Game ini sudah terbukti tahan lama sejak 2015.
Kehadiran expansion baru ini menunjukkan bahwa The Witcher 3 belum selesai menjadi bahan pembicaraan gamer.
The Witcher Pertama dan Kedua Tetap Penting dalam Perjalanan Seri

Sebelum The Witcher 3 meledak besar, CD PROJEKT RED sudah membangun fondasi lewat The Witcher dan The Witcher 2: Assassins of Kings. Game pertama memperkenalkan Geralt ke dunia game pada 2007, lalu The Witcher 2 memperbaiki banyak bagian teknis dan memperkuat gaya cerita bercabang yang kemudian makin matang di game ketiga.
The Witcher Pertama Sedang Dibuat Ulang
CD PROJEKT RED mengumumkan pada Oktober 2022 bahwa The Witcher pertama sedang dibuat ulang dari dasar memakai Unreal Engine 5. Proyek ini sebelumnya dikenal dengan codename Canis Majoris dan digambarkan sebagai modern reimagining dari game 2007, yaitu entri pertama dari trilogi RPG The Witcher.
Remake ini penting karena game pertama punya banyak ide kuat, tetapi usianya sudah sangat terasa dari sisi kontrol, visual, dan sistem. Dengan teknologi baru, pemain yang mengenal Geralt lewat The Witcher 3 bisa melihat awal perjalanan versi game tanpa harus berhadapan dengan banyak keterbatasan lama.
The Witcher 2 Menjadi Jembatan Menuju Wild Hunt
The Witcher 2: Assassins of Kings memperkenalkan politik kerajaan yang lebih tajam, combat yang lebih aktif, serta pilihan besar yang dapat membawa pemain ke jalur berbeda. Steam mencatat The Witcher 2: Assassins of Kings Enhanced Edition dirilis pada 17 Mei 2011, dikembangkan dan diterbitkan oleh CD PROJEKT RED bersama 1C SoftClub sebagai publisher.
Game kedua memberi gambaran bahwa dunia The Witcher tidak hanya dihuni monster, tetapi juga raja, pembunuh, penyihir, tentara, dan kelompok ras yang saling berbenturan. Dari sinilah The Witcher 3 terasa punya pijakan kuat.
Gwent, Musik, dan Dunia yang Membesar di Luar Quest Utama
The Witcher tidak hanya dikenal lewat pedang dan monster. Gwent menjadi salah satu bagian paling dicintai pemain. Permainan kartu kecil di dalam The Witcher 3 bahkan berkembang menjadi produk tersendiri. Situs resmi The Witcher juga menampilkan Gwent: The Legendary Card Game sebagai versi fisik yang mempertahankan aturan klasik dan deck seperti Northern Realms, Nilfgaard, Monsters, Scoia’tael, dan Skellige.
Musik Membuat Dunia The Witcher Terasa Berdenyut
Soundtrack The Witcher 3 juga punya pengaruh besar terhadap atmosfer game. Musik Skellige, nada muram Velen, keramaian Novigrad, hingga lagu pertempuran membuat setiap wilayah punya warna audio kuat. Situs resmi The Witcher menampilkan The Witcher in Concert sebagai tur yang menghidupkan kembali cerita The Witcher 3 lewat visual dan pertunjukan soundtrack langsung.
Hal seperti ini membuat The Witcher terasa lebih besar dari game utama. Ada konser, merchandise, koleksi kartu, controller edisi khusus, dan berbagai kolaborasi yang menjaga nama seri ini tetap aktif.
Kenapa The Witcher Masih Jadi RPG yang Sering Dibahas
The Witcher bertahan karena ia punya kombinasi kuat antara karakter, dunia, monster, pilihan sulit, dan quest yang ditulis dengan rasa serius. Banyak RPG menawarkan peta luas, tetapi The Witcher 3 membuat banyak titik di peta terasa punya cerita sendiri. Pemain datang untuk berburu monster, lalu sering pulang membawa kisah tentang warga desa, kutukan keluarga, perang, cinta lama, atau keputusan yang menyakitkan.
Cocok untuk Pemain yang Suka RPG Berat dan Penuh Cerita
The Witcher bukan game yang selalu nyaman. Dunianya keras, penuh prasangka, perang, kemiskinan, sihir gelap, dan makhluk mengerikan. Namun justru dari situlah daya tariknya muncul. Pemain tidak diberi dunia yang steril. Mereka masuk ke tempat yang rusak, lalu mencoba membuat pilihan terbaik dari keadaan yang sering buruk.
The Witcher cocok untuk beberapa tipe pemain:
- Pemain yang suka RPG dengan cerita kuat.
- Pemain yang menikmati dunia fantasi gelap.
- Pemain yang senang kontrak monster dan investigasi.
- Pemain yang suka karakter dewasa dengan hubungan rumit.
- Pemain yang mencari open world padat.
- Pemain yang ingin game panjang dengan expansion besar.
The Witcher memberi pengalaman sebagai pemburu monster yang selalu berada di batas antara manusia dan makhluk buas. Di satu sisi Geralt dibayar untuk membunuh monster. Di sisi lain, ia sering menemukan bahwa manusia pun bisa jauh lebih mengerikan daripada makhluk yang bersembunyi di rawa, gua, dan hutan.

